Google PlayApp Store
Sampul cerita Peri dan Pembuat Sepatu

Peri dan Pembuat Sepatu

10 halaman3 menit 28 detikUsia 3–7
Buka di aplikasi
Halaman 1–2 diputar berurutan di sini; selebihnya di aplikasi.

Ceritanya

Ilustrasi halaman 1

Halaman 1

Di kota kecil ada pembuat sepatu tua. Ia bekerja rapi dan jujur. Tapi keadaannya makin sulit. Suatu malam, kulitnya tinggal sepotong. "Hanya cukup untuk satu pasang sepatu," katanya pada istrinya. Ia memotong kulit itu, lalu pergi tidur.

Ilustrasi halaman 2

Halaman 2

Pagi harinya, ia terkejut di mejanya. Di sana sudah ada sepasang sepatu yang jadi! Jahitannya halus sekali, tak ada satu pun yang miring. "Siapa yang membuat ini?" bisiknya. Istrinya hanya menggeleng heran.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 3

Seorang pembeli masuk dan mencoba sepatu itu. "Pas sekali di kakiku!" serunya senang. Ia membayar dengan harga tinggi. Dengan uang itu, pembuat sepatu membeli kulit untuk dua pasang. Malamnya, ia memotong kulit dan pergi tidur.

🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.

Unduh di Google PlayUnduh di App Store
Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 4

Pagi berikutnya, dua pasang sepatu sudah rapi di meja. Begitu terus setiap hari. Dapur mereka kembali hangat, dan roti tak pernah habis. "Malam ini kita harus tahu siapa penolong kita," kata istrinya. Sang suami setuju.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 5

Mereka bersembunyi di balik tirai, diam-diam. Lonceng kota berbunyi dua belas kali. Tiba-tiba, dua peri kecil melompat lewat celah pintu! Mereka duduk di meja dan mulai bekerja. Tuk, tuk, tuk, palu kecil menari di atas kulit.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 6

Peri-peri itu menjahit sambil bersenandung. Sebelum ayam berkokok, semua sepatu selesai. Mereka melompat pergi begitu saja. Dari balik tirai, sang istri berbisik, "Lihat, baju mereka compang-camping, dan kaki mereka telanjang di malam dingin."

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 7

"Mereka menolong kita tanpa pernah minta apa-apa," kata pembuat sepatu. "Sekarang giliran kita." Istrinya menjahit dua baju mungil, dua celana kecil, dan dua topi lucu. Sang suami membuat dua pasang sepatu paling mungil yang pernah ia buat.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 8

Malam itu, mereka meletakkan hadiah di meja, bukan potongan kulit. Lalu mereka bersembunyi lagi. Tepat tengah malam, peri-peri datang. Mereka melihat baju kecil dan sepatu mungil itu, lalu bertepuk tangan kegirangan.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 9

Peri-peri memakai baju baru mereka. "Kita tampan sekali sekarang!" seru yang satu. Mereka menari berputar-putar di atas meja, lalu melompat ke luar pintu, dan tidak pernah datang lagi. Tapi sejak malam itu, rezeki pembuat sepatu selalu cukup.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 10

Toko kecil itu kini ramai, dan setiap sepatu dibuat dengan hati. Malam ini, lonceng kota berbunyi pelan. Tak ada palu yang mengetuk, hanya angin di jendela. Letakkan kepalamu di bantal, dan biarkan mimpi baik menjahit malammu.

Tentang cerita ini

Peri dan Pembuat Sepatu — dalam bahasa Jerman Die Wichtelmänner — adalah dongeng dari kumpulan Grimm tentang makhluk kecil penolong rumah. Keluarga cerita ini hidup di banyak negeri Eropa: bantuan datang diam-diam pada malam hari untuk orang yang jujur dan rajin.

Sepatu di dongeng ini dijahit tangan, sejahitan demi sejahitan. Anak Indonesia masih bisa melihat keahlian serupa dari dekat: tukang sol sepatu keliling yang menjahit sol dengan jarum besar dan benang kuat. Kalau bertemu satu, berhentilah sebentar — itu bengkel sepatu berjalan, persis meja kerja si pembuat sepatu tua.

Cocok untuk usia 4–8 tahun. Akhir kisahnya tidak sedih: peri pergi karena gembira — baju mungil itu ucapan terima kasih yang sempurna, dan rezeki si pembuat sepatu tetap cukup selamanya. Bahan ngobrol: membalas kebaikan tanpa diminta. Tanyakan pada anak: kebaikan kecil apa yang bisa kita balas diam-diam besok?

Untuk orang tua

Pesan moral

Kebaikan yang kita terima sebaiknya dibalas dengan kebaikan pula.

Pertanyaan untuk ngobrol

  1. Apa yang ditemukan pembuat sepatu di mejanya setiap pagi?
  2. Bagaimana pembuat sepatu dan istrinya mengetahui siapa penolong mereka?
  3. Hadiah apa yang mereka siapkan untuk para peri?
  4. Kalau ada yang diam-diam menolongmu, bagaimana caramu berterima kasih?
balas budikerja keraskejutan yang baik

Untuk kelas

jahitantirailoncengcompangmungilrezekipalu

Cerita lain: Grimm

Semua cerita →

Dengarkan semuanya di aplikasi

Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.