Google PlayApp Store
Sampul cerita Maui Menjerat Matahari

Maui Menjerat Matahari

10 halaman3 menit 35 detikUsia 3–7
Buka di aplikasi
Halaman 1–2 diputar berurutan di sini; selebihnya di aplikasi.

Ceritanya

Ilustrasi halaman 1

Halaman 1

Dahulu kala, di sebuah pulau di tengah Samudra Pasifik, hiduplah Maui. Ia anak bungsu dari lima bersaudara. Badannya paling kecil, tapi akalnya paling banyak. Orang-orang menyebutnya Maui si cerdik.

Ilustrasi halaman 2

Halaman 2

Pada zaman itu, matahari berlari terlalu cepat. Pagi baru saja tiba, eh, sore sudah datang. Ibu Maui tidak sempat menjemur kain tapa, kain dari kulit kayu. Para nelayan pulang dengan jala kosong. «Hari ini pendek sekali!» keluh semua orang.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 3

Maui memandang matahari yang terburu-buru itu. «Aku akan menjeratnya!» katanya. Kakak-kakaknya tertawa. «Matahari itu panas dan besar, Maui. Kau terlalu kecil!» «Kecil boleh saja,» jawab Maui, «tapi aku punya rencana.» Kakak-kakaknya saling pandang.

🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.

Unduh di Google PlayUnduh di App Store
Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 4

Maui mengajak kakak-kakaknya memilin tali dari harakeke, tanaman serat yang kuat. Mereka memilin siang dan malam, sampai jadilah tali-tali panjang yang tidak bisa putus. «Sekarang ikutlah aku ke timur,» kata Maui, «ke tempat matahari bangun tidur.»

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 5

Lima bersaudara itu berjalan pada malam hari supaya tidak kepanasan. Sampai di tepi lubang besar tempat matahari terbit, mereka memasang jerat tali. Lalu mereka bersembunyi di balik batu. Semua menunggu sambil menahan napas.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 6

Perlahan langit memerah. Matahari muncul dari lubangnya, siap berlari seperti biasa. «Tarik!» seru Maui. Tali-tali harakeke menjerat matahari erat-erat. Matahari meronta-ronta, panasnya menyala-nyala, tapi jerat itu tidak putus.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 7

«Lepaskan aku!» gerutu matahari. Maui maju mendekat sambil memegang tali kuat-kuat. «Aku akan melepasmu,» katanya, «tapi berjanjilah berjalan pelan-pelan. Kami butuh hari yang panjang untuk bekerja dan bermain.»

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 8

Matahari terdiam. Ia memang lelah karena berlari terus. «Baiklah,» katanya akhirnya. «Aku berjanji berjalan pelan menyeberangi langit.» Maui tersenyum dan melepaskan jerat. Matahari pun naik perlahan-lahan, hangat dan ramah.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 9

Sejak hari itu, siang menjadi panjang. Ibu Maui bisa menjemur kain tapa sampai kering. Para nelayan pulang membawa banyak ikan. Anak-anak bermain di pantai sampai puas. «Terima kasih, Maui!» seru semua orang.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 10

Sore itu matahari turun perlahan, langit berwarna jingga lembut. Maui berbaring di pasir yang masih hangat dan menguap. «Hari panjang yang menyenangkan,» bisiknya. Ombak bernyanyi pelan. Selamat tidur di ujung hari yang panjang.

Tentang cerita ini

Maui adalah pahlawan cerdik paling terkenal di Polinesia — dari Selandia Baru sampai Hawaii, hampir setiap pulau punya cerita tentangnya. Versi dengan tali dari serat harakeke berasal dari tradisi lisan orang Maori; di Hawaii kawah Haleakala disebut "rumah matahari" karena kisah yang sama.

Harakeke adalah tanaman sungguhan: rami Selandia Baru, seratnya sampai kini dipilin jadi tali dan tikar. Kain tapa dari kulit kayu pun ada di Indonesia — orang Sulawesi Tengah menyebutnya fuya. Soal panjang hari: di Indonesia yang dekat khatulistiwa siang hampir selalu 12 jam, sedangkan di Selandia Baru siang musim panas jauh lebih panjang daripada musim dingin.

Cocok untuk usia 4–8 tahun. Dalam versi Maori, Maui memukuli matahari dengan tulang rahang neneknya sampai matahari menyerah; versi kami mengganti pukulan dengan perundingan dan janji. Bahan ngobrol: masalah sebesar matahari pun bisa dipecah jadi rencana — tali dulu, lalu jerat. Masalah apa di rumah yang bisa dipecah jadi langkah kecil?

Untuk orang tua

Pesan moral

Masalah yang tampak mustahil bisa diselesaikan dengan rencana yang cerdik dan kerja sama.

Pertanyaan untuk ngobrol

  1. Mengapa semua orang mengeluh hari terlalu pendek?
  2. Bagaimana cara Maui dan kakak-kakaknya menjerat matahari?
  3. Apa janji matahari kepada Maui?
  4. Apa yang berubah di pulau setelah matahari berjalan pelan?
  5. Kalau kamu punya waktu siang yang panjang, kamu paling ingin melakukan apa?

Untuk kelas

bungsumenjeratmemilinharakekejalamerontacerdik

Cerita lain: Oseania

Semua cerita →

Dengarkan semuanya di aplikasi

Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.