Identitas
- Kelompok usia: 4–6 tahun (TK A/B)
- Topik: Siang dan malam · Subtopik: Rencana cerdik dan kerja sama
- Alokasi waktu: 60 menit (satu blok dalam hari belajar; bisa dibagi dua hari)
- Cerita: Maui Menjerat Matahari (mitos Oseania — Polinesia, 10 halaman, 4 menit)
- Dimensi profil lulusan: Penalaran Kritis, Kolaborasi, Komunikasi
Tujuan pembelajaran
- Anak menceritakan cara menjerat matahari: tali dipilin dari harakeke lalu dipasang di tempat matahari terbit.
- Anak menyebutkan janji matahari kepada Maui.
- Anak menyebutkan dua hal yang berubah di pulau setelah hari menjadi panjang.
- Anak menyebutkan satu hal yang ingin ia lakukan kalau siangnya panjang.
Alat dan bahan
- Cerita Maui Menjerat Matahari: pemutar «Putar di kelas» di laptop/proyektor, atau dibacakan guru.
- Kartu diskusi & kosakata (cetak 1 lembar untuk guru).
- Lembar mewarnai halaman 4 atau 9 (cetak sesuai jumlah anak).
- Tali rafia dan satu tali panjang untuk ditarik bersama.
Pembukaan (10 menit)
- Salam, doa pembuka sesuai kebiasaan sekolah, absen.
- Pertanyaan pemantik: «Kalau hari sudah sore dan permainan belum selesai, bagaimana rasanya?»
- Tunjukkan gambar halaman 1: «Ini Maui, anak bungsu yang paling kecil di antara lima bersaudara. Apa kelebihannya, ya?»
- Perkenalkan 3 kata: bungsu, menjerat, harakeke.
Inti (40 menit)
- Memahami: Putar atau bacakan halaman 1 sampai 5. Berhenti sesudah halaman 5, saat lima bersaudara bersembunyi di balik batu. Tanya: «Apa yang akan terjadi ketika matahari keluar dari lubangnya?»
- Memahami: Lanjutkan halaman 6 sampai 10. Jeda, lalu tanya: «Kenapa matahari mau berjanji kepada Maui?»
- Mengaplikasi: «Memilin tali harakeke»: anak berpasangan memilin dua helai tali rafia jadi satu tali kuat, lalu menarik tali panjang bersama pada hitungan tiga. Tanya: «Tali Maui dipilin dari apa, dan dipasang di mana?»
- Mengaplikasi: Mewarnai halaman 9 (kain tapa dijemur, nelayan pulang penuh ikan). Tanya: «Apa janji matahari kepada Maui?»
- Merefleksi: Duduk melingkar. Bahas: «Mengapa semua orang mengeluh hari terlalu pendek?», «Apa yang berubah di pulau setelah matahari berjalan pelan?», «Kalau kamu punya waktu siang yang panjang, kamu paling ingin melakukan apa?»
Penutup (10 menit)
- Recalling: Anak bergiliran menyebut satu hal yang ingin ia lakukan kalau siang panjang.
- Ulangi kata baru: bungsu, menjerat, harakeke, memilin, meronta, cerdik.
- Pesan untuk di rumah: dengarkan cerita lagi bersama orang tua (kode PR dari guru), lalu lihat langit sore bersama.
- Doa penutup dan salam.
Asesmen (observasi)
- Cara menjerat: anak menyebut tali dipilin dari harakeke dan dipasang di tempat matahari terbit.
- Janji matahari: anak menyebut matahari berjanji berjalan pelan di langit.
- Pulau berubah: anak menyebut dua hal, misalnya kain tapa kering dan jala penuh ikan.
- Siang panjang: anak menyebut satu hal yang ingin ia lakukan.
- Dokumentasi: hasil karya (lembar mewarnai), catatan anekdot saat memilin tali.
Catatan untuk guru
- Untuk kelompok A (4 tahun): berhenti di halaman 8, saat matahari naik perlahan; lalu ceritakan: «Sejak itu siang jadi panjang: kain tapa kering dijemur dan anak-anak bermain di pantai.» Cukup satu ragam main («Memilin tali harakeke»); ganti mewarnai dengan menunjuk halaman 8: «Apa janji matahari kepada Maui?»
- Maui dan Matahari adalah tokoh cerita orang Polinesia zaman dulu; ini kisah lama, bukan pelajaran agama.
- Kalau anak cemas melihat matahari terjerat, katakan: «Matahari tidak terluka; ia hanya lelah berlari, lalu berjanji dan langsung dilepaskan.»