Google PlayApp Store
Sampul cerita Legenda Tanah Lot dan Ular Suci

Legenda Tanah Lot dan Ular Suci

10 halaman2 menit 54 detikUsia 3–7
Buka di aplikasi
Halaman 1–2 diputar berurutan di sini; selebihnya di aplikasi.

Ceritanya

Ilustrasi halaman 1

Halaman 1

Di pantai barat Bali ada batu karang besar di tengah laut. Namanya Tanah Lot. Saat air pasang, batu itu tampak seperti pulau kecil yang mengapung. Setiap senja, ombak di sekelilingnya berkilau keemasan. Inilah kisahnya.

Ilustrasi halaman 2

Halaman 2

Dahulu, seorang pengembara bijak bernama Nirartha berjalan menyusuri pantai-pantai Bali. Ia suka menolong orang dan bercerita tentang kebaikan. Anak-anak desa selalu mengikutinya ke mana-mana.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 3

Suatu senja, Nirartha melihat batu karang indah di tengah ombak. “Alangkah tenangnya tempat itu. Di sana aku bisa duduk mendengarkan laut,” katanya. Para nelayan mengantarnya dengan perahu kecil.

🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.

Unduh di Google PlayUnduh di App Store
Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 4

Nirartha duduk di puncak karang semalaman. Ia mendengarkan ombak, memandang bintang, dan memikirkan hal-hal baik. Paginya wajahnya cerah sekali. “Tempat ini membuat hati damai,” katanya.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 5

Warga desa mulai ikut datang ke pantai. Mereka duduk di pasir, mendengar cerita Nirartha tentang menjaga laut dan saling menyayangi. Tempat itu menjadi tempat berkumpul yang indah dan tenang.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 6

Namun ada yang tidak suka, namanya Bendesa Beraban. “Ini pantaiku! Pergilah dari sini!” serunya. Nirartha tidak marah. “Baiklah. Aku hanya akan menempati batu karang itu,” jawabnya dengan tenang.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 7

Nirartha memejamkan mata dan memusatkan hatinya. Perlahan-lahan, batu karang itu bergeser menjauhi pantai, dikelilingi air laut. Orang-orang terpana. Batu itu kini benar-benar berdiri di tengah laut.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 8

Lalu Nirartha meletakkan selendangnya di pasir. Selendang itu berubah menjadi ular-ular laut belang hitam putih. “Jagalah batu ini dan pantai ini dengan lembut,” pesan Nirartha kepada mereka.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 9

Bendesa Beraban tertegun, lalu menunduk malu. “Maafkan aku. Ajari kami kebaikan juga,” katanya. Nirartha tersenyum dan mengulurkan tangannya. Sejak itu mereka menjaga pantai bersama-sama.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 10

Sampai kini ular-ular kecil itu tidur nyenyak di sela batu karang Tanah Lot. Ombak datang dan pergi, berdesir pelan seperti nyanyian. Seperti ular penjaga yang terlelap, kini saatnya kamu memejamkan mata.

Tentang cerita ini

Legenda ini menjelaskan asal Tanah Lot, batu karang termasyhur di pesisir barat Bali. Tokohnya, Nirartha, dalam catatan Bali adalah tokoh bersejarah; di cerita kami ia hadir sebagai pengembara bijak yang mengajarkan kebaikan dan cara menjaga laut.

Tanah Lot sungguh ada di Kabupaten Tabanan dan menjadi salah satu tempat yang paling sering difoto di Bali: pura di atas batu karang yang dikelilingi air saat pasang, dengan matahari terbenam yang terkenal indah. Di celah-celah batunya memang hidup ular laut belang hitam-putih, dan warga setempat menyebut mereka penjaga tempat itu — persis seperti dalam cerita.

Cocok untuk usia 4–8 tahun. Kami menuturkan warisan budaya ini tanpa sisi ritualnya: Nirartha di sini guru kebaikan, bukan pemuka agama. Bahan ngobrol: menyelesaikan pertengkaran tanpa membalas marah — Nirartha memilih mengalah dan pindah ke batu karang, dan justru itu yang meluluhkan Bendesa Beraban.

Untuk orang tua

Pesan moral

Ketenangan dan kelembutan lebih kuat daripada kemarahan.

Pertanyaan untuk ngobrol

  1. Bagaimana batu karang Tanah Lot bisa berada di tengah laut menurut cerita ini?
  2. Dari benda apa ular-ular belang penjaga pantai berasal?
  3. Mengapa Bendesa Beraban akhirnya meminta maaf?
  4. Tempat mana yang membuat hatimu tenang? Ceritakan seperti apa tempat itu.

Untuk kelas

karangpengembaramenyusuribergeserbelangterpana

Cerita lain: Bali, NTB, NTT

Semua cerita →

Dengarkan semuanya di aplikasi

Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.