

Halaman 1
Di Pulau Flores berdiri Gunung Kelimutu. Di puncaknya ada tiga danau berdampingan. Anehnya, warna airnya berbeda-beda dan bisa berubah-ubah. Inilah dongeng tentang tiga danau itu.

Halaman 2
Dahulu, di lereng Kelimutu tinggal tiga bersaudara. Ata Mbupu yang tua dan bijak. Koo Fai yang muda dan periang. Serta Ata Polo yang bersemangat, tetapi suasana hatinya mudah berubah-ubah.
Halaman 3
Ketiganya bersahabat dengan gunung. Ata Mbupu suka duduk tenang memandang bintang. Koo Fai suka menari dan tertawa. Ata Polo kadang riang, kadang cemberut, seperti langit yang berganti-ganti rupa.
🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.
Unduh di Google PlayUnduh di App StoreHalaman 4
Suatu senja, gunung berbisik lewat angin, “Kalian sudah lama menemaniku. Katakan, apa yang kalian inginkan?” Koo Fai menjawab paling cepat, “Aku ingin selalu di sini, dekat kakak-kakakku dan dekat awan!”
Halaman 5
Ata Mbupu tersenyum. “Aku juga. Aku ingin tempat yang teduh untuk merenung.” Ata Polo mengangguk malu-malu. “Aku ikut. Tapi suasana hatiku suka berubah. Apakah gunung tidak keberatan?”
Halaman 6
Gunung Kelimutu tertawa pelan, gemuruhnya lembut seperti dengkuran. “Datanglah ke puncak saat bulan purnama. Ada hadiah untuk kalian bertiga,” bisiknya. Tiga bersaudara pun mendaki bersama-sama.
Halaman 7
Di puncak, mereka menemukan tiga cekungan indah berdampingan. Malam itu hujan rintik turun, lembut dan lama sekali. Ketika pagi tiba, ketiga cekungan sudah penuh air, berkilau seperti tiga cermin besar.
Halaman 8
“Inilah rumah kalian,” kata gunung. Danau Ata Mbupu berwarna biru tua yang teduh. Danau Koo Fai hijau muda yang ceria. Danau Ata Polo kadang merah, kadang cokelat, berubah seperti suasana hatinya.
Halaman 9
Sejak itu ketiga danau selalu berdampingan di puncak Kelimutu. Warnanya berganti-ganti, dan orang datang dari jauh untuk melihatnya. “Tiga bersaudara sedang bertukar cerita,” kata penduduk sambil tersenyum.
Halaman 10
Malam ini di puncak Kelimutu, tiga danau tidur berdampingan di bawah selimut kabut. Yang biru, yang hijau, yang merah, semuanya tenang. Seperti mereka, berbaringlah dekat orang yang kau sayang, dan tidurlah.
Dongeng ini berasal dari Pulau Flores dan menjelaskan keajaiban Gunung Kelimutu: tiga danau kawah berdampingan yang airnya berlainan warna. Nama tiga bersaudara dalam cerita kami bukan karangan — Ata Mbupu, Koo Fai, dan Ata Polo diambil dari nama asli danau-danau itu dalam bahasa setempat.
Danau tiga warna ini nyata dan dilindungi sebagai taman nasional. Warnanya sungguh bisa berubah dari waktu ke waktu — hijau, biru tua, kadang kemerahan — dan para ahli mengaitkannya dengan mineral serta gas gunung berapi di dalam airnya. Banyak orang mendaki dini hari demi melihat ketiganya berganti rupa diterpa matahari terbit.
Cocok untuk usia 4–8 tahun. Bagi masyarakat setempat, Kelimutu menyimpan makna warisan leluhur yang dalam; kami menuturkannya sebagai kisah tiga saudara yang berbeda watak. Bahan ngobrol: di rumah pun setiap anggota keluarga punya "warna" sendiri — dan suasana hati, seperti Danau Ata Polo, boleh berubah-ubah asal ada yang menemani.
Setiap orang punya sifat yang berbeda, dan semua tetap bisa hidup rukun berdampingan.
Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.