Google PlayApp Store
Sampul cerita Kakak dan Adik

Kakak dan Adik

10 halaman3 menit 55 detikUsia 3–7
Buka di aplikasi
Halaman 1–2 diputar berurutan di sini; selebihnya di aplikasi.

Ceritanya

Ilustrasi halaman 1

Halaman 1

Ada seorang kakak perempuan dan adik laki-lakinya. Ibu tiri mereka seorang penyihir berhati dingin, dan putrinya sendiri sama dinginnya. Rumah itu tak lagi terasa hangat. Suatu pagi, kakak menggandeng tangan adiknya. "Ayo kita pergi," bisiknya.

Ilustrasi halaman 2

Halaman 2

Mereka berjalan jauh ke dalam hutan. Matahari naik tinggi, dan kerongkongan mereka kering. Terdengar suara air, kericik, kericik. "Aku mau minum!" seru adik. Tapi kakak ingat: semua mata air di hutan ini sudah disihir ibu tiri mereka.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 3

Bisikan mata air pertama berbunyi, "Siapa minum di sini akan menjadi harimau." Kakak menahan tangan adiknya. "Jangan, tunggu sebentar." Mereka berjalan lagi. Mata air kedua berbisik, "Siapa minum di sini jadi serigala." Mereka berjalan terus.

🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.

Unduh di Google PlayUnduh di App Store
Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 4

Di mata air ketiga, adik sudah tak tahan. Bisikan itu berkata, "Siapa minum di sini akan menjadi rusa." Kakak berseru, "Adik, jangan!" Tapi terlambat. Adik sudah minum, dan seketika ia berubah menjadi seekor rusa kecil bertanduk halus.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 5

Kakak menangis, lalu memeluk leher rusa itu. "Aku tidak akan meninggalkanmu, apa pun wujudmu," katanya. Ia melepas pita rambutnya dan mengikatkannya di leher rusa sebagai tali lembut. Mereka menemukan gubuk kosong di tengah hutan dan tinggal di sana.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 6

Bertahun-tahun mereka hidup tenang. Kakak memetik buah dan menganyam keranjang. Rusa kecil berlari di padang setiap pagi. Suatu hari, rombongan berburu raja lewat. Rusa itu berlari pulang ke gubuk, dan raja melihat gadis di ambang pintunya.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 7

Raja terpesona pada kebaikan gadis itu. "Maukah kau tinggal di istanaku?" tanyanya. "Hanya jika rusaku ikut," jawab kakak. "Ia adikku." Raja setuju. Di istana, rusa punya taman sendiri, dan mereka hidup bahagia bersama.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 8

Ibu tiri penyihir mendengar kabar itu dan iri sekali. Saat raja pergi bertugas, ia menyelinap ke istana. Dengan sihir kabut, ia mengurung kakak di sebuah pondok jauh. Lalu putrinya sendiri berpura-pura menjadi ratu di istana.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 9

Ratu palsu itu tak mau mendekati rusa. Rusa kecil merasa ada yang salah. Setiap malam ia berlari ke pondok di hutan dan mengetuk pintu dengan kukunya. Raja melihatnya gelisah. "Tunjukkan jalannya," katanya, lalu mengikuti rusa itu.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 10

Begitu pintu terbuka, kabut sihir pecah. Penyihir dan putrinya lari terbirit-birit dari kerajaan. Rusa kecil berguling di rumput dan kembali menjadi anak laki-laki. "Kakak!" serunya. Malam itu mereka tidur bersama lagi. Kamu juga, tidurlah nyenyak.

Tentang cerita ini

Kakak dan Adik — Brüderchen und Schwesterchen — adalah dongeng Jerman dari kumpulan Grimm, satu keluarga dengan Enam Angsa: saudara perempuan yang menyelamatkan saudaranya dari sihir. Di sini kesetiaan itu diucapkan sederhana: aku tidak akan meninggalkanmu, apa pun wujudmu.

Rusa kecil di kisah ini bisa ditunjukkan sungguhan: Indonesia punya rusa sendiri, dan hampir setiap kebun binatang memeliharanya. Perhatikan tanduknya yang halus dan matanya yang tenang — lalu ingat pita rambut yang diikatkan sang kakak di leher adiknya sebagai tanda: kamu tetap adikku.

Cocok untuk usia 4–8 tahun. Versi tua dongeng ini jauh lebih kelam pada bagian ratu palsu; kami menggantinya dengan kabut sihir yang pecah begitu pintu dibuka, dan penyihir hanya lari dari kerajaan. Bahan ngobrol: sayang pada saudara tidak tergantung rupa — dan firasat "ada yang salah" layak didengarkan, seperti raja mendengarkan rusa kecilnya.

Untuk orang tua

Pesan moral

Kasih sayang antara saudara tidak berubah, meski keadaan berubah.

Pertanyaan untuk ngobrol

  1. Mengapa kakak dan adik pergi dari rumah?
  2. Apa yang terjadi setelah adik minum dari mata air ketiga?
  3. Bagaimana raja akhirnya menemukan istrinya?
  4. Kalau saudaramu atau temanmu berubah menjadi hewan, hewan apa yang kamu harapkan?
kasih sayang saudarakesetiaankeberanian

Untuk kelas

ibu tirikerongkonganmata airmenganyamrombongankabut

Cerita lain: Grimm

Semua cerita →

Dengarkan semuanya di aplikasi

Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.