Google PlayApp Store
Sampul cerita Gefjon dan Pulau Selandia

Gefjon dan Pulau Selandia

9 halaman3 menit 22 detikUsia 3–7
Buka di aplikasi
Halaman 1–2 diputar berurutan di sini; selebihnya di aplikasi.

Ceritanya

Ilustrasi halaman 1

Halaman 1

Jauh di negeri utara berjalan seorang dewi pengembara bernama Gefjon. Badannya tinggi, tangannya kuat, matanya jenaka. Ia suka berjalan dari desa ke desa, membawa cerita-cerita seru dari seluruh dunia.

Ilustrasi halaman 2

Halaman 2

Suatu malam ia tiba di istana Raja Gylfi di negeri Swedia. Sang raja suka sekali mendengar cerita. Semalaman Gefjon mendongeng: tentang pohon dunia, tentang palu petir, tentang jembatan pelangi. Raja Gylfi terpingkal-pingkal dan bertepuk tangan.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 3

«Ceritamu hebat, pengembara!» kata Raja. «Mintalah hadiah!» Gefjon tersenyum. «Aku ingin tanah untuk berladang.» «Baik! Ambillah tanah seluas yang bisa kaubajak dalam sehari semalam!» Raja terkekeh, yakin itu hanya secuil.

🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.

Unduh di Google PlayUnduh di App Store
Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 4

Tapi Gefjon bukan pembajak biasa. Ia bersiul panjang — dan dari balik bukit datanglah empat ekor lembu raksasa, besarnya seperti bukit berjalan. Tanduk mereka berkilau. Kaki-kaki mereka membuat tanah bergetar: gedebum, gedebum!

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 5

Gefjon memasang bajak raksasa. «Ayo, teman-teman. Tarik!» Mata bajak masuk daaalam sekali ke tanah. Empat lembu menarik sekuat gunung. Dan tanah itu... terangkat utuh! Sepotong negeri yang luas, lengkap dengan bukit, danau kecil, dan pepohonannya.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 6

Raja Gylfi terbelalak sampai mahkotanya miring. «Itu... itu tanahku!» «Sesuai janji, Raja,» jawab Gefjon riang. «Sehari semalam belum selesai!» Empat lembu menyeret tanah itu ke arah laut, meninggalkan lubang yang besaaar sekali.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 7

Byuuur! Tanah itu diletakkan di tengah laut dan menjadi pulau yang hijau dan cantik. Gefjon menamainya Selandia. Lubang bekasnya terisi air dan menjadi danau. Dan anehnya, bentuk danau itu mirip sekali dengan bentuk pulaunya!

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 8

Raja Gylfi menghela napas, lalu tertawa terbahak-bahak. «Aku kalah cerdik! Tapi raja harus menepati janjinya.» Gefjon membangun ladang di pulau barunya. Konon pulau Selandia sampai sekarang ada di negeri Denmark — dan danaunya ada di Swedia.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 9

Malam turun di pulau yang baru. Empat lembu raksasa berbaring di padang rumput, lelah dan kenyang, memejamkan mata satu per satu. Lembu satu... lembu dua... lembu tiga... lembu empat... Hitung terus pelan-pelan sampai matamu berat. Selamat tidur.

Tentang cerita ini

Gefjon yang membajak pulau Selandia dari tanah Swedia adalah cerita pembuka Edda Prosa Snorri Sturluson: Raja Gylfi menghadiahi pengembara itu tanah seluas yang bisa dibajak sehari semalam. Snorri mengutip bait penyair Norwegia abad ke-9, Bragi, jadi kisahnya jauh lebih tua dari bukunya. Selandia memang pulau terbesar Denmark.

Di Kopenhagen kisah ini berdiri sebagai patung: Air Mancur Gefion di tepi pelabuhan, sang dewi dan empat lembu raksasa yang menarik bajak. Membajak dengan hewan pun masih hidup di Indonesia: kerbau di sawah, pacu jawi di Sumatra Barat, karapan sapi di Madura. Sekali melihat kerbau membajak lumpur, anak akan paham kenapa Gefjon butuh lembu luar biasa.

Cocok untuk usia 4–8 tahun. Kanonnya sendiri sudah ringan; yang kami lewatkan hanyalah asal-usul empat lembu itu — dalam Edda mereka putra Gefjon dari seorang raksasa. Bahan ngobrol: raja sudah berjanji, apakah adil kalau ia menyesal — dan bagaimana kamu menepati janji yang ternyata lebih besar dari dugaanmu?

Untuk orang tua

Pesan moral

Kerja keras dan kecerdikan bisa mengubah hadiah kecil menjadi sesuatu yang besar — asal janji tetap ditepati.

Pertanyaan untuk ngobrol

  1. Hadiah apa yang dijanjikan Raja Gylfi kepada Gefjon?
  2. Bagaimana Gefjon bisa membajak tanah seluas itu?
  3. Danau bekas bajakan Gefjon bentuknya mirip apa?
  4. Kenapa Raja Gylfi tetap menepati janjinya walau kalah cerdik?
  5. Kalau kamu boleh minta satu hadiah setelah bekerja keras, kamu ingin minta apa?

Untuk kelas

pengembarajenakamendongengmembajaksecuilterpingkalterbelalak

Cerita lain: Nordik

Semua cerita →

Dengarkan semuanya di aplikasi

Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.