

Halaman 1
Di sebuah desa tinggal pemuda bernama Emelya. Ia baik hati, tapi paling suka berbaring di dekat tungku yang hangat. Musim dingin itu, kakak-kakaknya menyuruhnya bekerja. "Emelya, ambil air di sungai!" Emelya menguap. "Baiklah, baiklah..."

Halaman 2
Di sungai beku, Emelya membuat lubang di es lalu menimba air. Tiba-tiba ember terasa berat. Di dalamnya ada ikan pike, ikan sungai bergigi tajam! "Lepaskan aku, Emelya," katanya. "Ucapkan saja: atas perintah ikan pike, sesuai kemauanku!"
Halaman 3
Emelya melepasnya, lalu mencoba. "Atas perintah ikan pike, sesuai kemauanku — ember, pulanglah sendiri!" Dan ember-ember itu berjalan sendiri di atas salju, masuk ke rumah, lalu berdiri rapi di sudut. Kakak-kakaknya melongo. Emelya tertawa senang.
🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.
Unduh di Google PlayUnduh di App StoreHalaman 4
Besoknya ia disuruh mencari kayu. Emelya berbaring di kereta luncurnya. "Atas perintah ikan pike, sesuai kemauanku — kereta, jalanlah ke hutan!" Kereta itu meluncur sendiri tanpa kuda. Anak-anak berlari mengikutinya sambil bertepuk tangan.
Halaman 5
Di hutan, kapak bekerja sendiri: tak-tok, tak-tok. Kayu tersusun rapi di kereta. Berita tentang keajaiban itu sampai ke istana. "Bawa pemuda itu menghadapku," perintah raja. Utusan raja datang, tapi Emelya menolak. "Di sini hangat. Malas, ah."
Halaman 6
Utusan itu berpikir cepat. "Raja punya kue madu dan mantel bulu untukmu." Emelya bangkit. "Wah! Atas perintah ikan pike, sesuai kemauanku — tungku, antarkan aku ke istana!" Tungku besar itu benar-benar berjalan, membawa Emelya berbaring nyaman.
Halaman 7
Di istana semua terkejut melihat tungku berjalan. Putri Marya tertawa geli. "Kamu ini lucu sekali!" Emelya tersipu. Ia belum pernah dipuji begitu. Tapi raja marah. "Kamu mengacak-acak halaman istanaku!" Emelya pun disuruh pergi dari kota.
Halaman 8
Emelya termenung. Bermalas-malasan ternyata membuat orang lain repot. "Atas perintah ikan pike, jadikan aku rajin," katanya pelan. Sihir itu tidak bekerja. Ikan pike muncul di sungai dan berkata, "Yang satu itu harus kamu kerjakan sendiri."
Halaman 9
Maka Emelya mulai bekerja: memperbaiki pagar, membangun rumah, membantu tetangga. Tangannya melepuh, tapi hatinya senang. Setahun kemudian rumahnya berdiri bagus. Raja datang melihat dan mengangguk. "Sekarang kamu pantas dipuji, Emelya."
Halaman 10
Putri Marya sering datang membawa kue madu, dan mereka bersahabat baik. Malam itu Emelya berbaring lelah di dekat tungku — lelah yang enak, lelah karena bekerja. Matanya terpejam pelan. Kamu juga sudah bekerja hari ini, dengan bermain. Selamat tidur.
"Atas Perintah Ikan Pike" adalah dongeng rakyat Rusia dari kumpulan Alexander Afanasyev, dan Emelya menjadi sebutan orang Rusia untuk pemalas yang beruntung. Kalimat ajaibnya sampai kini diucapkan bercanda saat ingin sesuatu beres tanpa usaha, dan tungku berjalan dihafal setiap anak Rusia.
Ikan pike hidup di sungai dan danau dingin Eropa dan Siberia: badannya panjang, giginya tajam, menyergap mangsa dari persembunyian. Di perairan kita perannya diambil ikan gabus, pemangsa sungai dan sawah bergigi tajam yang ada di pasar mana pun. Lubang di es juga nyata: orang Rusia memancing begitu di musim dingin.
Cocok untuk usia 4–8 tahun. Aslinya Emelya tetap malas sampai akhir: sihir memberinya istana, wajah tampan, dan putri raja. Versi kami mengubahnya: sihir menolak "menjadikan rajin", Emelya membangun rumah sendiri, dan Putri Marya jadi sahabat, bukan hadiah. Bahan ngobrol: kalau punya mantra ikan pike, apa yang kamu minta dulu? Kenapa yang satu itu harus dikerjakan sendiri?
Keajaiban bisa menolong banyak hal, tapi menjadi orang yang rajin harus diusahakan sendiri.
Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.