Google PlayApp Store
Sampul cerita Burung Bennu dan Matahari Pagi

Burung Bennu dan Matahari Pagi

9 halaman3 menit 1 detikUsia 3–7
Buka di aplikasi
Halaman 1–2 diputar berurutan di sini; selebihnya di aplikasi.

Ceritanya

Ilustrasi halaman 1

Halaman 1

Di tepi sungai Nil tumbuh sebuah pohon tua yang tinggi. Di puncaknya tinggal Bennu, burung bangau berbulu emas. Setiap subuh Bennu bernyanyi, dan nyanyiannya membangunkan Ra, sang kakek matahari.

Ilustrasi halaman 2

Halaman 2

Tapi Bennu merasa dirinya sudah tua. Bulu emasnya mulai kusam, suaranya mulai mengecil. «Untuk apa aku bernyanyi?» keluhnya suatu malam. «Suaraku sudah tidak merdu. Matahari pasti bisa bangun sendiri.»

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 3

Subuh tiba. Bennu diam, tidak bernyanyi. Dan matahari... tidak terbit! Ra tertidur pulas di perahu emasnya, Thoth dan Bastet pun ikut terlelap. Langit tetap abu-abu. Ayam jantan berkokok kebingungan: «Kukuruyuk? Kok masih gelap?»

🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.

Unduh di Google PlayUnduh di App Store
Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 4

Seluruh negeri kebingungan. Bunga teratai tidak mau mekar. Petani menunggu di ladang sambil menggaruk kepala. Anak-anak bertanya: «Ibu, kenapa pagi belum datang?» Kabar itu sampai ke pohon tua: matahari tidak bangun!

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 5

Bennu terkejut. «Jadi... nyanyianku penting?» Ia memandang sayapnya yang kusam dan merasa takut suaranya jelek. Tapi anak-anak sedang menunggu pagi. Bennu menarik napas dalam-dalam, mengepakkan sayap, dan terbang tinggi... tinggi sekali.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 6

Di atas awan, Bennu bernyanyi. Mula-mula pelan dan gemetar, lalu makin lantang, makin indah. Nyanyian itu menembus kabut, turun ke sungai malam, dan menggelitik telinga Ra. «Hmm? Suara itu...» Ra membuka sebelah matanya.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 7

«Bennu! Penyanyi subuhku yang paling merdu!» seru Ra sambil bangkit. «Tanpa lagumu, tidurku terlalu nyenyak!» Perahu emas melesat naik. Langit merekah jingga, lalu keemasan. Pagi pun datang — agak terlambat, tapi hangat seperti biasa.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 8

Sinar pagi pertama menyiram bulu Bennu. Dan lihat! Bulu kusamnya berganti bulu emas baru yang berkilau muda. Sejak itu setiap pagi begitu: cahaya pertama membuat Bennu muda kembali. Itulah hadiah Ra untuk sahabat setianya.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 9

Bennu tidak pernah ragu lagi. Suaranya mungkin kecil, tapi dunia membutuhkannya. Besok subuh ia akan bernyanyi lagi, dan kamu boleh bangun pelan-pelan. Sekarang tidurlah dulu yang nyenyak, ya. Sampai pagi.

Tentang cerita ini

Bennu adalah burung suci mitologi Mesir kuno, lambang matahari terbit dan awal penciptaan, digambarkan sebagai bangau abu-abu berjambul dua bulu panjang. Orang Yunani menyebutnya phoenix, burung yang lahir kembali. Kisah Bennu yang ragu bernyanyi adalah tambahan versi kami; dari mitos aslinya hanya tersisa gambar dan naskah pendek.

Bangau abu-abu yang menjadi wujud Bennu ada di Indonesia dengan nama cangak abu: ia berdiri diam di sawah dan rawa, sabar menunggu ikan. Fajarnya pun bisa dinikmati dari rumah: bangun sebelum matahari, dengarkan suara pertama — ayam, burung, gerobak sayur — lalu lihat langit berubah dari abu-abu ke jingga.

Cocok untuk usia 3–6 tahun. Dalam mitos tidak ada pagi yang terlambat; versi kami menambahkan keraguan dan pagi yang tertunda sebentar supaya anak melihat bahwa suara kecil pun penting. Bahan ngobrol: Bennu mengira matahari bisa bangun sendiri — apa yang terjadi? Hal kecil apa yang kamu lakukan dan ternyata dibutuhkan orang lain?

Untuk orang tua

Pesan moral

Sekecil apa pun peranmu, dunia membutuhkannya — jangan berhenti hanya karena ragu.

Pertanyaan untuk ngobrol

  1. Apa tugas Bennu setiap subuh?
  2. Apa yang terjadi ketika Bennu tidak bernyanyi?
  3. Bagaimana bulu Bennu menjadi muda kembali?
  4. Tugas kecil apa di rumah yang menjadi peranmu setiap hari?

Untuk kelas

bangausubuhterataimerdulantangmerekah

Cerita lain: Mesir

Semua cerita →

Dengarkan semuanya di aplikasi

Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.