Google PlayApp Store
Sampul cerita Batu Belah Batu Bertangkup

Batu Belah Batu Bertangkup

10 halaman2 menit 53 detikUsia 3–7
Buka di aplikasi
Halaman 1–2 diputar berurutan di sini; selebihnya di aplikasi.

Ceritanya

Ilustrasi halaman 1

Halaman 1

Di tepi sungai ada rumah kayu kecil. Di sana tinggal Mak Minah bersama dua anaknya. Yang besar bernama Melur, yang kecil bernama Pekan. Mak Minah bekerja sendirian untuk mereka berdua.

Ilustrasi halaman 2

Halaman 2

Suatu hari Mak Minah menangkap ikan bertelur. Ia menyisihkan telur ikan itu di atas piring daun. "Simpan untuk ibu, ya," katanya. "Sudah lama sekali ibu ingin memakannya." Lalu ia pergi mencari kayu.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 3

Siang itu Melur dan Pekan lapar sekali. "Sedikit saja," kata Pekan. "Sedikit saja," kata Melur. Sedikit, sedikit, lalu piring daun itu kosong.

🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.

Unduh di Google PlayUnduh di App Store
Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 4

Sore hari Mak Minah pulang membawa kayu. Ia melihat piring daun yang sudah kosong. Ia tidak marah dan tidak berkata apa-apa. Ia hanya duduk di tangga, letih sekali.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 5

Malam itu Mak Minah berjalan ke hulu sungai. Di sana ada batu besar yang bisa membuka dan menutup. Orang menyebutnya Batu Belah Batu Bertangkup. "Bukalah, aku ingin beristirahat sebentar," pintanya.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 6

Batu itu terbuka. Di dalamnya hangat, ada cahaya lembut seperti bulan. Mak Minah melangkah masuk. Melur dan Pekan berlari sambil berteriak, "Ibu! Tunggu!" Batu itu menutup pelan-pelan.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 7

Kedua anak itu menempelkan tangan mereka di batu. "Maafkan kami, Bu," tangis Melur. "Kami yang menghabiskan telur ikan itu," kata Pekan. Angin berhenti sejenak.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 8

Dari dalam batu terdengar suara ibu mereka, hangat dan pelan. "Ibu dengar kalian. Ibu istirahat dulu di sini. Kalau kalian sudah bisa saling menjaga, ibu pulang."

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 9

Setiap sore Melur dan Pekan datang ke batu itu. Mereka membawa sepiring daun dan selalu menyisakan bagian ibu. "Hari ini kami memasak sendiri, Bu," kata Melur. Angin menjawab pelan dari dalam batu.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 10

Pada senja ketujuh batu itu terbuka pelan. Mak Minah melangkah keluar, wajahnya tidak letih lagi. "Ibu pulang," katanya, dan kedua anaknya memeluknya erat. Sisakan selalu untuk orang yang kau sayangi. Tidurlah, rumah kalian sudah lengkap lagi.

Tentang cerita ini

Batu Belah Batu Bertangkup adalah dongeng Melayu yang tersebar luas — dari Riau sampai Semenanjung Malaya, hampir setiap daerah punya versinya. Intinya sama di mana-mana: seorang ibu yang letih, bagian makanannya yang dihabiskan anak-anak, dan batu ajaib yang bisa membuka dan menutup di hulu sungai.

Yang bisa dibawa pulang dari cerita ini sangat sehari-hari: kebiasaan Melayu menyisakan makanan untuk orang rumah yang belum pulang. Sesudah membaca, kebiasaan kecil itu bisa dimulai di rumah sendiri — "ini bagian ibu, ini bagian ayah".

Cocok untuk usia 4–8 tahun, dengan catatan: dalam versi-versi lama batu itu menelan sang ibu dan tidak pernah terbuka lagi. Versi kami berbeda — batu hanya tempat beristirahat, dan setelah tujuh senja anak-anak belajar saling menjaga, ibu pulang. Bahan ngobrol: ibu dalam cerita tidak marah, hanya letih — ajak anak menebak perasaan yang tidak diucapkan, lalu pikirkan bersama apa yang bisa dibantu di rumah.

Untuk orang tua

Pesan moral

Sisakan selalu bagian untuk orang yang menyayangimu, dan belajarlah menjaga satu sama lain.

Pertanyaan untuk ngobrol

  1. Apa yang diminta Mak Minah kepada anak-anaknya sebelum pergi?
  2. Mengapa Melur dan Pekan menghabiskan telur ikan itu?
  3. Apa yang dijanjikan ibu mereka dari dalam batu?
  4. Apa yang dilakukan Melur dan Pekan setiap sore sesudah itu?
  5. Apa yang bisa kamu sisakan hari ini untuk orang di rumahmu?

Untuk kelas

menyisihkanletihhulubertangkupsenjasaling menjagamenyisakan

Cerita lain: Melayu

Semua cerita →

Dengarkan semuanya di aplikasi

Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.