Google PlayApp Store
Sampul cerita Mahsuri dan Padi Putih

Mahsuri dan Padi Putih

10 halaman2 menit 50 detikUsia 3–7
Buka di aplikasi
Halaman 1–2 diputar berurutan di sini; selebihnya di aplikasi.

Ceritanya

Ilustrasi halaman 1

Halaman 1

Di Pulau Langkawi tinggal seorang perempuan muda. Namanya Mahsuri. Suaranya lembut ketika menumbuk padi. "Selamat pagi, Mahsuri!" sapa anak-anak setiap hari.

Ilustrasi halaman 2

Halaman 2

Suami Mahsuri sedang pergi jauh berlayar. Mahsuri tinggal sendiri di rumahnya. Ia membantu tetangga menenun dan menjemur padi. Orang kampung menyukainya.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 3

Hanya Mahura yang tidak. Mahura adalah istri kepala kampung. Ia iri setiap kali orang memuji Mahsuri. "Kenapa selalu dia yang disebut?" gerutunya pelan.

🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.

Unduh di Google PlayUnduh di App Store
Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 4

Suatu pagi pintu lumbung kampung terbuka lebar — rumah kecil tempat menyimpan padi. Benih padi untuk musim tanam hilang. Orang kampung berkumpul dengan wajah panik.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 5

Mahura menunjuk ke arah Mahsuri. "Aku melihatnya di sana malam itu," katanya. "Aku tidak mengambilnya," jawab Mahsuri pelan. Tetapi tidak ada yang mau mendengarkan sampai selesai.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 6

Para tetua berunding sebentar saja. "Mahsuri harus meninggalkan pulau ini," kata mereka. Mahsuri tidak membantah. Ia berjalan ke pantai sambil menggenggam sedikit padi di tangannya.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 7

Di tepi air Mahsuri membuka telapak tangannya. Butir-butir padi itu putih bersih, berkilau seperti cahaya bulan. "Yang putih tidak bisa dijadikan hitam," katanya. Kampung terdiam.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 8

Perahunya menjauh pelan. Suara Mahsuri terbawa angin. "Selama kalian menuduh tanpa mendengar, padi di ladang ini tidak akan menguning." Butir-butir putih tadi tertinggal di pasir.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 9

Musim demi musim ladang tumbuh pucat. Suatu hari Mahura membuka lumbungnya sendiri. Benih padi itu ada di sana, di bawah tikar. "Akulah yang bersalah," katanya menangis. "Dan kami menuduh tanpa mendengar," kata yang lain.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 10

Hujan turun di atas ladang yang baru ditanami butir-butir putih itu. Padinya tumbuh dan menguning lagi. Orang kampung menamainya Ladang Mahsuri. Dengarkan dulu sebelum menuduh siapa pun. Tidurlah, hujannya sudah reda.

Tentang cerita ini

Mahsuri adalah legenda paling terkenal dari Pulau Langkawi di Malaysia: kisah perempuan baik hati yang dituduh tanpa didengarkan, lalu terbukti tidak bersalah. Cerita ini diwariskan turun-temurun oleh orang Langkawi dan menjadi bagian dari identitas pulau itu.

Jejaknya nyata: di Langkawi ada Makam Mahsuri, kompleks kenangan yang sampai kini ramai dikunjungi orang. Langkawi sendiri adalah gugusan pulau di ujung barat laut Malaysia — dekat dari Sumatera, sehingga legenda ini terasa seperti cerita tetangga.

Cocok untuk usia 4–8 tahun, dengan catatan penting: versi aslinya jauh lebih keras — Mahsuri dihukum mati, darah putihnya menjadi tanda tak bersalah, dan pulau itu disumpahnya tujuh keturunan. Versi kami mengubahnya: tuduhannya soal benih padi, tanda tak bersalahnya butir padi putih, dan semua berakhir dengan pengakuan serta ladang yang menguning lagi. Bahan ngobrol: dengarkan orang sampai selesai sebelum menuduh.

Untuk orang tua

Pesan moral

Sebelum menuduh seseorang, dengarkan dulu sampai selesai — tuduhan yang salah melukai satu kampung.

Pertanyaan untuk ngobrol

  1. Apa yang hilang dari lumbung kampung?
  2. Mengapa Mahura tidak menyukai Mahsuri?
  3. Apa tanda bahwa Mahsuri tidak bersalah?
  4. Apa yang akhirnya membuat ladang menguning lagi?
  5. Kalau temanmu dituduh padahal ia tidak bersalah, apa yang akan kamu lakukan?

Untuk kelas

menumbukmenenunlumbungbenihirimenuduhtetua

Cerita lain: Melayu

Semua cerita →

Dengarkan semuanya di aplikasi

Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.