Google PlayApp Store
Sampul cerita Putri Gunung Ledang

Putri Gunung Ledang

10 halaman2 menit 47 detikUsia 3–7
Buka di aplikasi
Halaman 1–2 diputar berurutan di sini; selebihnya di aplikasi.

Ceritanya

Ilustrasi halaman 1

Halaman 1

Di Malaka ada seorang sultan. Ia mendengar cerita tentang Gunung Ledang. "Di puncaknya tinggal seorang putri," kata orang. Sultan penasaran sekali.

Ilustrasi halaman 2

Halaman 2

Ia memanggil Hang Tuah, utusan terbaiknya. "Naiklah ke puncak," kata sultan. "Sampaikan salamku. Aku ingin dia menjadi permaisuriku." Hang Tuah membungkuk dan berangkat pagi itu juga.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 3

Jalan ke puncak curam dan basah. Kabut menempel di daun. Monyet-monyet mengintip dari dahan. Air terjun berdebur di sebelah jalan. Hang Tuah terus mendaki.

🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.

Unduh di Google PlayUnduh di App Store
Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 4

Di puncak ada kebun bunga yang rapi. Seorang nenek menyambutnya di gerbang bambu. "Aku sudah tahu kau datang dari Malaka," katanya. "Aku berbicara untuk Putri Gunung Ledang."

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 5

"Putri bersedia," kata nenek itu. "Tetapi ada syaratnya. Buatlah jembatan emas dan jembatan perak dari Malaka sampai ke puncak ini." Hang Tuah mencatat dengan tangan gemetar.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 6

"Lalu tujuh dulang penuh suara nyamuk," lanjut nenek itu. "Dan yang terakhir: secawan embun pagi dari tujuh puncak gunung, dikumpulkan dalam satu pagi yang sama."

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 7

Di istana sultan mendengarkan dengan bersemangat. "Kerjakan semuanya!" katanya. Para pelayan berlarian membawa dulang kecil untuk menangkap suara nyamuk. Nging... nging... dulang itu tetap kosong.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 8

Tujuh orang mendaki tujuh gunung pada pagi yang sama. Mereka menampung embun di telapak tangan. Matahari naik. Embun itu hilang sebelum mereka sampai ke bawah. Semua pulang dengan cawan kering.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 9

Sultan duduk lama sekali. "Syarat itu memang tidak mungkin," katanya pelan. "Putri sedang berkata tidak, dan aku harus mendengarnya." Emas untuk jembatan itu dibagikan kepada rakyat Malaka.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 10

Pagi berikutnya kabut turun dari Gunung Ledang sampai ke kota. Wangi bunga terbawa angin. "Terima kasih sudah mengerti," bisik angin di jendela. Rasa suka tidak boleh dipaksakan. Tidurlah, biar kabut yang menyelimutimu.

Tentang cerita ini

Legenda ini datang dari lingkaran cerita istana Malaka, kota pelabuhan tua di tepi Selat Malaka — perempatan laut tempat kapal dagang dari mana-mana bertemu. Tokoh utusannya, Hang Tuah, adalah pahlawan Melayu yang paling termasyhur; hikayat tentangnya, Hikayat Hang Tuah, benar-benar ada dan masih dibaca sampai kini.

Gunung Ledang pun nyata: gunung di negeri Johor, Malaysia, yang dikenal dengan hutan dan air terjunnya. Sampai sekarang orang mendakinya sambil menceritakan sang putri di puncak — persis seperti pendakian Hang Tuah dalam cerita.

Cocok untuk usia 4–8 tahun. Dalam versi kanon syarat sang putri lebih seram — termasuk semangkuk darah; versi kami menggantinya dengan yang mustahil tetapi jenaka: embun dari tujuh puncak dan tujuh dulang suara nyamuk. Bahan ngobrol: sang putri berkata "tidak" dengan cara halus, dan sultan belajar menerimanya — rasa suka tidak boleh dipaksakan, dan "tidak" juga sebuah jawaban.

Untuk orang tua

Pesan moral

Kalau seseorang berkata tidak, hormati jawabannya — rasa suka tidak bisa dipaksakan.

Pertanyaan untuk ngobrol

  1. Syarat apa saja yang diminta Putri Gunung Ledang?
  2. Mengapa dulang untuk suara nyamuk selalu kosong?
  3. Menurutmu, mengapa putri meminta syarat yang mustahil?
  4. Apa yang dilakukan sultan dengan emasnya setelah ia mengerti?
  5. Apa yang kamu lakukan kalau temanmu berkata "tidak mau"?

Untuk kelas

utusancuramkabutsyaratdulangembuncawan

Cerita lain: Melayu

Semua cerita →

Dengarkan semuanya di aplikasi

Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.