Identitas
- Kelompok usia: 4–6 tahun (TK A/B)
- Topik: Pakaian · Subtopik: Berani berkata jujur
- Alokasi waktu: 60 menit (satu blok dalam hari belajar; bisa dibagi dua hari)
- Cerita: Baju Baru Kaisar (dongeng H.C. Andersen, 9 halaman, 3 menit)
- Dimensi profil lulusan: Keimanan dan Ketakwaan, Penalaran Kritis, Komunikasi
Tujuan pembelajaran
- Anak menceritakan apa yang dilakukan dua penjahit licik di alat tenun kosong.
- Anak menyebutkan mengapa menteri dan kaisar berpura-pura: takut disebut bodoh.
- Anak memerankan anak kecil yang berkata jujur dengan suara jelas.
- Anak mengurutkan tiga kejadian: menenun kain kosong, pawai, seruan anak kecil.
Alat dan bahan
- Cerita Baju Baru Kaisar: pemutar «Putar di kelas» di laptop/proyektor, atau dibacakan guru.
- Kartu diskusi & kosakata (cetak 1 lembar untuk guru).
- Lembar mewarnai halaman 3 atau 9 (cetak sesuai jumlah anak).
- Mahkota kertas dan sarung sebagai jubah kaisar.
Pembukaan (10 menit)
- Salam, doa pembuka sesuai kebiasaan sekolah, absen.
- Pertanyaan pemantik: «Siapa yang pernah dapat baju baru? Bagaimana rasanya?»
- Tunjukkan gambar halaman 1: «Kaisar punya baju banyak sekali. Apa yang paling ia sukai?»
- Perkenalkan 3 kata: kaisar, penjahit, menenun.
Inti (40 menit)
- Memahami: Putar halaman 1–7. Berhenti di halaman 7, saat orang-orang memuji baju yang tidak ada. Tanya: «Adakah yang berani bilang sebenarnya? Siapa?»
- Memahami: Lanjutkan sampai halaman 9. Jeda, lalu tanya: «Apa yang kaisar putuskan malam itu?»
- Mengaplikasi: Bermain peran «Tenun kosong». Dua anak jadi penjahit, tangannya menenun tanpa benang. Satu anak jadi menteri, lalu memilih kalimat: «Kainnya indah sekali!» atau «Aku tidak melihat apa-apa.» Yang lain menebak mana yang jujur. Tanya: «Kalimat mana yang lebih berani?»
- Mengaplikasi: Gerak «Pawai kaisar». Satu anak memakai mahkota kertas dan «jubah» sarung, berjalan gagah. Lalu satu anak berseru: «Tapi kaisar tidak pakai baju baru!» Kaisar menjawab: «Terima kasih, kamu jujur.» Tanya: «Bagaimana perasaan kaisar?»
- Mengaplikasi: Mewarnai halaman 3 (penjahit di alat tenun kosong) atau halaman 9 (kaisar memandang bintang).
- Merefleksi: Bahas: «Kenapa semua orang berpura-pura melihat baju kaisar?», «Kenapa hanya anak kecil yang berani berkata jujur?», «Apa yang dipelajari kaisar pada akhir cerita?»
Penutup (10 menit)
- Recalling: Guru menunjukkan gambar halaman 3, 7, dan 8 secara acak; anak menyusun urutannya.
- Ulangi kata baru: kaisar, penjahit, menenun, licik, pawai, jubah, berpura-pura.
- Pesan untuk di rumah: dengarkan cerita lagi bersama orang tua (kode PR dari guru), lalu ceritakan satu hal jujur hari ini.
- Doa penutup dan salam.
Asesmen (observasi)
- Penjahit licik: anak menceritakan penjahit menenun di alat tenun kosong.
- Berpura-pura: anak menyebutkan menteri dan kaisar takut disebut bodoh.
- Berani jujur: anak mengucapkan kalimat jujur dengan suara jelas saat «Pawai kaisar».
- Urutan kejadian: anak menyusun tiga gambar sesuai urutan cerita.
- Dokumentasi: hasil karya (lembar mewarnai), catatan anekdot saat bermain peran.
Catatan untuk guru
- Untuk kelompok A (4 tahun): bacakan sampai halaman 8 (anak kecil berseru), lalu ceritakan singkat bahwa kaisar berterima kasih. Satu ragam main saja («Pawai kaisar»).
- Kata «bodoh» sering muncul: itu kata yang ditakuti orang di cerita, bukan kata untuk teman. Soal kaisar «tidak pakai baju», cukup katakan ia hanya memakai baju dalam.
- Kaisar adalah raja kerajaan besar. Alat tenun ada juga di Indonesia: tenun ikat dan songket.