Google PlayApp Store
Sampul cerita Asal Usul Reog Ponorogo

Asal Usul Reog Ponorogo

10 halaman3 menit 11 detikUsia 3–7
Buka di aplikasi
Halaman 1–2 diputar berurutan di sini; selebihnya di aplikasi.

Ceritanya

Ilustrasi halaman 1

Halaman 1

Dahulu ada dua kerajaan di Jawa Timur. Di Bantarangin memerintah raja muda yang gagah, Klono Sewandono. Di Kediri tinggal putri yang cantik dan cerdas, Dewi Songgolangit. Sang raja ingin meminangnya.

Ilustrasi halaman 2

Halaman 2

Dewi Songgolangit memberi syarat yang tak biasa. “Bawakan aku pertunjukan yang belum pernah ada di dunia: musik yang ramai, barisan penari berkuda, dan seekor hewan ajaib yang belum pernah dilihat orang.”

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 3

Klono Sewandono pulang dan berpikir keras. Ia menyiapkan penabuh gamelan yang riuh rendah dan penari-penari berkuda yang tangkas. Namun hewan ajaib yang belum pernah dilihat orang? Ia belum menemukannya.

🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.

Unduh di Google PlayUnduh di App Store
Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 4

Rombongan berangkat ke Kediri melewati hutan Lodaya yang lebat. Tiba-tiba jalan mereka dihadang raksasa berkepala singa, Singo Barong, penjaga hutan itu. “Berhenti! Tak ada yang boleh melewati hutanku!”

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 5

Klono Sewandono maju dengan cambuk saktinya, Pecut Samandiman. Suara cambuknya menggelegar seperti guntur. Namun Singo Barong berdiri kokoh seperti gunung. Lama keduanya sama kuat, sampai sama-sama berhenti terengah-engah.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 6

Saat itulah seekor burung merak turun dan hinggap di kepala Singo Barong. Ia mematuk-matuk rambut sang raksasa, lalu mengembangkan ekornya yang indah. Semua tertegun: singa dengan merak di kepalanya, megah sekali!

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 7

Klono Sewandono tertawa gembira. “Itu dia! Hewan ajaib yang belum pernah dilihat orang!” Ia mengulurkan tangan. “Jangan kita berkelahi, Singo Barong. Menarilah bersama kami.” Raksasa itu setuju, sebab ia bosan sendirian.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 8

Sampailah rombongan di Kediri. Gamelan bertalu ramai, penari jathil berkuda berbaris rapi, dan Singo Barong menari gagah dengan merak di kepalanya. Dewi Songgolangit tersenyum takjub. “Syaratku terpenuhi.”

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 9

Sejak itu pertunjukan tersebut dinamai Reog. Sampai sekarang Reog ditarikan di Ponorogo: topeng singa besar berhias bulu merak yang megah, diiringi gamelan dan penari berkuda, membuat semua yang menonton berdecak kagum.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 10

Kini pestanya usai. Gamelan sudah senyap, alun-alun sepi, dan burung merak melipat ekornya yang indah untuk tidur. Lipat juga selimutmu sampai hangat, pejamkan matamu, dan tidurlah dengan nyenyak.

Tentang cerita ini

Cerita ini menjelaskan asal-usul Reog Ponorogo — pertunjukan rakyat Jawa Timur yang termasyhur: topeng singa raksasa berhias kipas bulu merak, penari jathil berkuda, dan gamelan yang riuh. Legendanya menyimpan semua unsur itu: Singo Barong, burung merak, penari berkuda, dan raja yang memilih mengajak menari alih-alih berkelahi.

Reog bisa ditonton sungguhan sampai sekarang, terutama di Ponorogo — setiap tahun kota itu menggelar festival besar Grebeg Suro. Topeng dadak merak beratnya berpuluh-puluh kilogram, dan penarinya menahan topeng itu dengan kekuatan gigitannya. Anak yang sudah kenal ceritanya akan menonton dengan mata berbinar: ia tahu siapa singa bermahkota merak itu.

Cocok untuk usia 4–8 tahun. Bahan ngobrol yang bagus: dua yang sama kuat tidak harus bertarung sampai ada yang kalah — Klono Sewandono dan Singo Barong berhenti, lalu justru menciptakan sesuatu yang indah bersama. Tanyakan pada anak: pernahkah bertengkar dengan teman lalu malah jadi sahabat?

Untuk orang tua

Pesan moral

Perselisihan bisa berubah menjadi keindahan bila kita mau bekerja sama.

Pertanyaan untuk ngobrol

  1. Syarat apa yang diminta Dewi Songgolangit?
  2. Mengapa Klono Sewandono dan Singo Barong berhenti beradu kekuatan?
  3. Hewan ajaib apa yang akhirnya dibawa ke Kediri?
  4. Pernahkah kamu berselisih dengan teman lalu justru menjadi akrab? Bagaimana ceritanya?

Untuk kelas

syaratpenabuhterengahkokohtakjubriuh

Cerita lain: Jawa

Semua cerita →

Dengarkan semuanya di aplikasi

Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.