Identitas
- Kelompok usia: 4–6 tahun (TK A/B)
- Topik: Kesenian daerah · Subtopik: Perselisihan berubah menjadi tarian bersama
- Alokasi waktu: 60 menit (satu blok dalam hari belajar; bisa dibagi dua hari)
- Cerita: Asal Usul Reog Ponorogo (cerita rakyat Jawa Timur, 10 halaman, 3 menit)
- Dimensi profil lulusan: Kreativitas, Kolaborasi, Komunikasi
Tujuan pembelajaran
- Anak menyebutkan syarat yang diminta Dewi Songgolangit.
- Anak memerankan satu bagian rombongan: penabuh irama, penari berkuda, atau singa bermerak.
- Anak menyebutkan mengapa Singo Barong mau ikut menari bersama rombongan.
Alat dan bahan
- Cerita Asal Usul Reog Ponorogo: pemutar «Putar di kelas» di laptop/proyektor, atau dibacakan guru.
- Kartu diskusi & kosakata (cetak 1 lembar untuk guru).
- Lembar mewarnai halaman 7 atau 9 (cetak sesuai jumlah anak).
- Kipas atau kertas lipat sebagai ekor merak; ember kecil untuk ditabuh.
Pembukaan (10 menit)
- Salam, doa pembuka sesuai kebiasaan sekolah, absen.
- Pertanyaan pemantik: «Tarian atau musik apa yang pernah kalian lihat di kampung? Bunyinya seperti apa?»
- Tunjukkan gambar halaman 1: «Ini raja muda dari Bantarangin. Menurut anak-anak, ia hendak pergi ke mana?»
- Perkenalkan 3 kata: syarat, penabuh, takjub.
Inti (40 menit)
- Memahami: Putar atau bacakan halaman 1 sampai 3. Berhenti di halaman 3, saat gamelan dan penari berkuda sudah siap tetapi hewan ajaibnya belum ditemukan. Tanya: «Menurut anak-anak, hewan ajaib seperti apa yang akan ia temukan?»
- Memahami: Lanjutkan sampai halaman 10. Jeda sebentar, lalu tanya: «Hewan ajaib apa yang akhirnya menari di Kediri?»
- Mengaplikasi: «Rombongan ke Kediri»: kelas dibagi tiga: menabuh irama, berbaris seperti penari berkuda, dan satu anak menjadi singa dengan kipas sebagai ekor merak. Semua berjalan berkeliling bersama.
- Mengaplikasi: Mewarnai halaman 7 (singa diajak menari) atau halaman 9 (topeng Reog berbulu merak). Tanya saat mewarnai: «Mengapa Singo Barong mau ikut menari?»
- Merefleksi: Bahas bersama: «Syarat apa yang diminta Dewi Songgolangit?», «Mengapa Klono Sewandono dan Singo Barong berhenti beradu kekuatan?», «Pernahkah kamu berselisih dengan teman lalu justru menjadi akrab? Bagaimana ceritanya?»
Penutup (10 menit)
- Recalling: Anak menyebutkan satu bagian rombongan: gamelan, penari berkuda, atau merak.
- Ulangi kata baru: syarat, penabuh, kokoh, takjub, riuh.
- Pesan untuk di rumah: dengarkan cerita lagi bersama orang tua (kode PR dari guru), lalu tanyakan tarian daerah apa yang mereka kenal.
- Doa penutup dan salam.
Asesmen (observasi)
- Syarat sang putri: anak menyebutkan musik yang ramai, penari berkuda, dan hewan yang belum pernah dilihat.
- Bagian dalam rombongan: anak memerankan satu bagian dan bergerak bersama kelompoknya.
- Berhenti berselisih: anak menyebutkan Singo Barong diajak menari dan ia bosan sendirian.
- Dokumentasi: hasil karya (lembar mewarnai), catatan anekdot saat «Rombongan ke Kediri».
Catatan untuk guru
- Untuk kelompok A (4 tahun): berhenti di halaman 8, saat Dewi Songgolangit berkata, «Syaratku terpenuhi»; satu ragam main («Rombongan ke Kediri»); ganti mewarnai dengan menunjuk halaman 7: «Mengapa Singo Barong mau ikut menari?»; tanyakan dua pertanyaan pertama.
- Adegan cambuk di halaman 5 tidak perlu diperagakan. Kalau anak takut pada raksasa berkepala singa, katakan: «Ia tidak menyakiti siapa pun dan mau diajak menari.»
- Reog sungguh ditarikan di Ponorogo (halaman 9). Kalau ada anak yang pernah melihatnya, beri kesempatan bercerita.