Unduh di Google Play
Sampul cerita Keong Emas

Keong Emas

10 halaman2 menit 4 detikUsia 3–7
Buka di aplikasi
Halaman 1–2 diputar berurutan di sini; selebihnya di aplikasi.

Ceritanya

Ilustrasi halaman 1

Halaman 1

Di Kerajaan Daha hiduplah dua putri kakak beradik, Candra Kirana dan Dewi Galuh. Candra Kirana bertunangan dengan seorang pangeran bernama Raden Inu Kertapati.

Ilustrasi halaman 2

Halaman 2

Dewi Galuh diam-diam iri karena ia juga menyukai pangeran itu. Ia pun pergi menemui seorang nenek sihir dan meminta bantuan.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 3

Nenek sihir itu menyihir Candra Kirana menjadi seekor keong emas lalu membuangnya ke sungai. “Sihir ini hilang bila kau bertemu tunanganmu,” katanya.

🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.

Unduh di Google Play
Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 4

Keong emas itu hanyut sampai ke sebuah desa dan tersangkut di jala seorang nenek pencari ikan. Karena cangkangnya indah, nenek itu membawanya pulang.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 5

Esoknya, sepulang mencari ikan, nenek itu terkejut. Di meja sudah tersedia masakan yang hangat dan lezat, padahal pintu rumah dalam keadaan terkunci.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 6

Hal itu terjadi berhari-hari. Nenek itu lalu berpura-pura pergi kemudian mengintip. Ternyata keong emas berubah menjadi seorang gadis cantik yang memasak untuknya.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 7

“Aku Candra Kirana, putri dari Kerajaan Daha,” kata gadis itu sambil menceritakan semua yang menimpanya. Nenek itu pun merawatnya seperti anak sendiri.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 8

Sementara itu Raden Inu Kertapati mencari tunangannya ke mana-mana. Ia menyamar sebagai rakyat biasa dan berjalan dari desa ke desa.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 9

Setelah lama berjalan dan kehausan, ia singgah di sebuah rumah kecil untuk meminta air minum. Di sanalah ia bertemu Candra Kirana.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 10

Sihir itu pun sirna. Mereka kembali ke istana, dan kebaikan hati sang nenek dibalas dengan penghidupan yang layak seumur hidupnya.

Untuk orang tua

Pesan moral

Iri hati merusak persaudaraan, sedangkan kesabaran dan hati yang tulus akhirnya membawa kebahagiaan.

Pertanyaan untuk ngobrol

  1. Mengapa Dewi Galuh merasa iri kepada kakaknya?
  2. Apa yang dilakukan Candra Kirana untuk membalas kebaikan si nenek?
  3. Bagaimana akhirnya Raden Inu Kertapati menemukan tunangannya?
  4. Apa yang bisa kita lakukan kalau merasa iri kepada saudara atau teman?
iri hatikesabaranmembalas kebaikan

Dengarkan semuanya di aplikasi

Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.