

Halaman 1
Di Kerajaan Daha hiduplah dua putri kakak beradik, Candra Kirana dan Dewi Galuh. Candra Kirana bertunangan dengan seorang pangeran bernama Raden Inu Kertapati.

Halaman 2
Dewi Galuh diam-diam iri karena ia juga menyukai pangeran itu. Ia pun pergi menemui seorang nenek sihir dan meminta bantuan.
Halaman 3
Nenek sihir itu menyihir Candra Kirana menjadi seekor keong emas lalu membuangnya ke sungai. “Sihir ini hilang bila kau bertemu tunanganmu,” katanya.
🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.
Unduh di Google PlayHalaman 4
Keong emas itu hanyut sampai ke sebuah desa dan tersangkut di jala seorang nenek pencari ikan. Karena cangkangnya indah, nenek itu membawanya pulang.
Halaman 5
Esoknya, sepulang mencari ikan, nenek itu terkejut. Di meja sudah tersedia masakan yang hangat dan lezat, padahal pintu rumah dalam keadaan terkunci.
Halaman 6
Hal itu terjadi berhari-hari. Nenek itu lalu berpura-pura pergi kemudian mengintip. Ternyata keong emas berubah menjadi seorang gadis cantik yang memasak untuknya.
Halaman 7
“Aku Candra Kirana, putri dari Kerajaan Daha,” kata gadis itu sambil menceritakan semua yang menimpanya. Nenek itu pun merawatnya seperti anak sendiri.
Halaman 8
Sementara itu Raden Inu Kertapati mencari tunangannya ke mana-mana. Ia menyamar sebagai rakyat biasa dan berjalan dari desa ke desa.
Halaman 9
Setelah lama berjalan dan kehausan, ia singgah di sebuah rumah kecil untuk meminta air minum. Di sanalah ia bertemu Candra Kirana.
Halaman 10
Sihir itu pun sirna. Mereka kembali ke istana, dan kebaikan hati sang nenek dibalas dengan penghidupan yang layak seumur hidupnya.
Iri hati merusak persaudaraan, sedangkan kesabaran dan hati yang tulus akhirnya membawa kebahagiaan.
Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.