

Halaman 1
Di Jawa Tengah berdiri Kerajaan Prambanan yang dipimpin Prabu Baka. Ia mempunyai seorang putri yang sangat cantik bernama Roro Jonggrang.

Halaman 2
Datanglah Bandung Bondowoso, seorang pemuda sakti dengan pasukan yang besar. Ia mengalahkan Prabu Baka dan menguasai istana Prambanan.
Halaman 3
Melihat kecantikan Roro Jonggrang, Bandung Bondowoso ingin menikahinya. Sang putri tidak mau, tetapi ia takut menolak secara terang-terangan.
🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.
Unduh di Google PlayHalaman 4
Akhirnya ia berkata, “Aku mau menikah denganmu, asal kau membuat seribu candi dalam satu malam saja.” Ia yakin syarat itu mustahil dipenuhi.
Halaman 5
Bandung Bondowoso menyanggupinya. Malam itu ia memanggil pasukan makhluk halus. Batu-batu besar beterbangan dan candi berdiri satu per satu.
Halaman 6
Menjelang dini hari jumlah candi sudah mencapai sembilan ratus sembilan puluh sembilan. Roro Jonggrang menjadi panik melihat pekerjaan itu hampir selesai.
Halaman 7
Ia membangunkan para dayang, menyuruh mereka menumbuk padi dan membakar jerami di sebelah timur agar langit tampak memerah seperti pagi.
Halaman 8
Ayam jantan pun berkokok. Mengira fajar telah tiba, para makhluk halus lari meninggalkan pekerjaan mereka. Candi terakhir tidak pernah selesai dibangun.
Halaman 9
Bandung Bondowoso murka setelah tahu dirinya ditipu. “Kau curang! Maka kaulah yang akan menjadi candi keseribu,” serunya.
Halaman 10
Roro Jonggrang pun berubah menjadi arca batu. Sampai sekarang arca itu berdiri di Candi Prambanan dan dikenal sebagai arca Roro Jonggrang.
Menolak sesuatu sebaiknya dilakukan dengan jujur dan terus terang. Tipu daya dan pemaksaan kehendak sama-sama berakhir dengan penyesalan.
Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.