Unduh di Google Play
Sampul cerita Roro Jonggrang dan Seribu Candi

Roro Jonggrang dan Seribu Candi

10 halaman1 menit 56 detikUsia 3–7
Buka di aplikasi
Halaman 1–2 diputar berurutan di sini; selebihnya di aplikasi.

Ceritanya

Ilustrasi halaman 1

Halaman 1

Di Jawa Tengah berdiri Kerajaan Prambanan yang dipimpin Prabu Baka. Ia mempunyai seorang putri yang sangat cantik bernama Roro Jonggrang.

Ilustrasi halaman 2

Halaman 2

Datanglah Bandung Bondowoso, seorang pemuda sakti dengan pasukan yang besar. Ia mengalahkan Prabu Baka dan menguasai istana Prambanan.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 3

Melihat kecantikan Roro Jonggrang, Bandung Bondowoso ingin menikahinya. Sang putri tidak mau, tetapi ia takut menolak secara terang-terangan.

🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.

Unduh di Google Play
Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 4

Akhirnya ia berkata, “Aku mau menikah denganmu, asal kau membuat seribu candi dalam satu malam saja.” Ia yakin syarat itu mustahil dipenuhi.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 5

Bandung Bondowoso menyanggupinya. Malam itu ia memanggil pasukan makhluk halus. Batu-batu besar beterbangan dan candi berdiri satu per satu.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 6

Menjelang dini hari jumlah candi sudah mencapai sembilan ratus sembilan puluh sembilan. Roro Jonggrang menjadi panik melihat pekerjaan itu hampir selesai.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 7

Ia membangunkan para dayang, menyuruh mereka menumbuk padi dan membakar jerami di sebelah timur agar langit tampak memerah seperti pagi.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 8

Ayam jantan pun berkokok. Mengira fajar telah tiba, para makhluk halus lari meninggalkan pekerjaan mereka. Candi terakhir tidak pernah selesai dibangun.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 9

Bandung Bondowoso murka setelah tahu dirinya ditipu. “Kau curang! Maka kaulah yang akan menjadi candi keseribu,” serunya.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 10

Roro Jonggrang pun berubah menjadi arca batu. Sampai sekarang arca itu berdiri di Candi Prambanan dan dikenal sebagai arca Roro Jonggrang.

Untuk orang tua

Pesan moral

Menolak sesuatu sebaiknya dilakukan dengan jujur dan terus terang. Tipu daya dan pemaksaan kehendak sama-sama berakhir dengan penyesalan.

Pertanyaan untuk ngobrol

  1. Mengapa Roro Jonggrang tidak berani menolak secara langsung?
  2. Bagaimana cara Roro Jonggrang menggagalkan pekerjaan itu?
  3. Menurutmu, apakah Bandung Bondowoso benar memaksakan kehendaknya? Mengapa?
  4. Bagaimana cara berkata “tidak” dengan sopan kepada teman?
kejujuranmemaksakan kehendakasal usul candi

Dengarkan semuanya di aplikasi

Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.