Unduh di Google Play
Sampul cerita Sangkuriang dan Tangkuban Perahu

Sangkuriang dan Tangkuban Perahu

10 halaman2 menit 14 detikUsia 3–7
Buka di aplikasi
Halaman 1–2 diputar berurutan di sini; selebihnya di aplikasi.

Ceritanya

Ilustrasi halaman 1

Halaman 1

Di tanah Sunda hiduplah seorang perempuan cantik bernama Dayang Sumbi. Ia tinggal di tepi hutan bersama anak lelakinya, Sangkuriang, dan seekor anjing setia bernama Tumang.

Ilustrasi halaman 2

Halaman 2

Sangkuriang gemar berburu. Ke mana pun ia pergi, Tumang selalu menemaninya menyusuri hutan yang rimbun dan berkabut.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 3

Suatu hari buruannya lolos karena Tumang tidak menuruti perintahnya. Karena kesal, Sangkuriang mengusir anjing itu jauh ke dalam hutan lalu pulang seorang diri.

🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.

Unduh di Google Play
Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 4

Dayang Sumbi sangat marah dan sedih. Dalam kemarahannya ia memukul kepala Sangkuriang hingga terluka. Anak itu pergi meninggalkan rumah dan mengembara bertahun-tahun lamanya.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 5

Waktu berlalu. Sangkuriang tumbuh menjadi pemuda gagah dan kembali ke tempat itu tanpa mengenali kampung halamannya sendiri. Di sana ia bertemu Dayang Sumbi dan ingin menikahinya.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 6

Saat menyisir rambut pemuda itu, Dayang Sumbi melihat bekas luka di kepalanya. Ia terkejut. “Kau Sangkuriang, anakku sendiri!” katanya. Namun pemuda itu tidak mau percaya.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 7

Dayang Sumbi lalu mengajukan satu syarat. “Bendunglah sungai ini dan buatkan aku sebuah perahu besar. Semuanya harus selesai sebelum fajar menyingsing.”

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 8

Sangkuriang bekerja sepanjang malam dibantu makhluk-makhluk halus. Bendungan hampir jadi dan perahu besar mulai terbentuk. Dayang Sumbi menjadi cemas melihatnya.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 9

Ia membentangkan kain sutra merah di sebelah timur dan menyuruh para perempuan menumbuk padi. Ayam-ayam pun berkokok dan langit tampak memerah seperti pagi.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 10

Mengira dirinya gagal, Sangkuriang marah dan menendang perahu buatannya hingga terbalik. Perahu itu berubah menjadi gunung yang kini disebut Tangkuban Perahu.

Tentang cerita ini

Legenda Sangkuriang adalah cerita orang Sunda tentang bagaimana Gunung Tangkuban Parahu terbentuk: sebuah perahu raksasa yang ditendang hingga tertelungkup. Cerita yang sama juga menjelaskan Gunung Burangrang, Bukit Tunggul, dan danau purba yang dahulu menggenangi cekungan Bandung — jadi ini bukan sekadar dongeng, melainkan cara nenek moyang membaca bentang alam di sekitar mereka.

Jejak tertulisnya tua sekali. Legenda ini disinggung dalam naskah Bujangga Manik, catatan perjalanan yang ditulis pada daun lontar dalam bahasa Sunda Kuno sekitar akhir abad ke-15 atau awal abad ke-16, dan kini tersimpan di Perpustakaan Bodleian, Oxford.

Satu catatan untuk orang tua, supaya tidak kaget bila menemukan versi lain. Dalam tradisi aslinya cerita ini jauh lebih gelap: Tumang bukan sekadar anjing, melainkan dewa yang menjelma dan sesungguhnya ayah Sangkuriang, dan Sangkuriang kelak jatuh cinta kepada perempuan yang ternyata ibunya sendiri — dari situlah muncul syarat mustahil membuat perahu dalam semalam. Versi yang Anda dengar di sini berhenti pada pengenalan lewat bekas luka, tugas yang mustahil, dan kemarahan yang menghancurkan. Cocok untuk usia 5–7 tahun.

Untuk orang tua

Pesan moral

Kemarahan yang tidak dikendalikan bisa merusak hal-hal yang paling kita sayangi. Lebih baik menenangkan hati dulu sebelum bertindak.

Pertanyaan untuk ngobrol

  1. Mengapa Sangkuriang harus pergi meninggalkan rumahnya?
  2. Apa yang dirasakan Dayang Sumbi ketika mengenali bekas luka itu?
  3. Apa yang terjadi karena Sangkuriang marah di akhir cerita?
  4. Apa yang biasa kamu lakukan supaya hatimu tenang ketika sedang marah?
mengendalikan amarahasal usul gununghubungan ibu dan anak

Dengarkan semuanya di aplikasi

Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.