Google PlayApp Store
Sampul cerita Asal Usul Kota Semarang

Asal Usul Kota Semarang

10 halaman2 menit 58 detikUsia 3–7
Buka di aplikasi
Halaman 1–2 diputar berurutan di sini; selebihnya di aplikasi.

Ceritanya

Ilustrasi halaman 1

Halaman 1

Dahulu di pesisir utara Jawa Tengah ada tanah luas di antara laut dan perbukitan. Tanahnya subur, tetapi belum banyak penghuninya. Ke sanalah datang rombongan yang dipimpin orang bijak bernama Ki Ageng Pandanaran.

Ilustrasi halaman 2

Halaman 2

“Di sinilah kita akan tinggal,” kata Ki Ageng. Namun tanah itu masih berawa-rawa dan penuh nyamuk. Sebagian orang ingin menyerah. “Sabar,” kata Ki Ageng. “Tanah yang baik lahir dari tangan yang rajin.”

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 3

Mereka bergotong royong membuat parit untuk mengalirkan air rawa, menimbun tanah, dan membangun rumah-rumah panggung. Lama-kelamaan ladang menghijau, dan perahu-perahu nelayan mulai berlabuh di muara sungai.

🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.

Unduh di Google PlayUnduh di App Store
Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 4

Suatu pagi Ki Ageng Pandanaran berjalan mengelilingi ladang. Ia melihat pohon-pohon asam tumbuh di sana-sini, tetapi letaknya berjauhan. “Lihat,” katanya, “pohon asamnya tumbuh arang-arang — jarang-jarang.”

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 5

“Kalau begitu, kita namai tempat ini Asem Arang!” kata penduduk sambil tertawa senang. Nama itu terus dipakai, dan lama-kelamaan orang mengucapkannya menjadi lebih singkat: Semarang.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 6

Kampung itu tumbuh menjadi kota pelabuhan yang ramai. Kapal-kapal datang membawa kain dan rempah-rempah. Orang-orang dari berbagai negeri singgah, lalu tinggal dan hidup rukun berdampingan di sana.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 7

Anak-anak suka bermain di bawah pohon asam. Kadang mereka mencicipi buahnya yang masam, lalu wajah mereka mengerut lucu dan semua tertawa terpingkal-pingkal. “Masam sekali! Tapi enak untuk bumbu sayur, kata Ibu!”

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 8

Ki Ageng Pandanaran selalu berpesan, “Rajinlah bekerja dan rukunlah dengan tetangga. Kota ini milik kita bersama.” Pesan itu dijaga penduduk turun-temurun, dan Semarang pun semakin ramai dan tenteram.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 9

Kini Semarang menjadi kota besar. Ada pelabuhan yang sibuk, gedung-gedung tua berpintu banyak, dan lumpia yang lezat. Namun namanya tetap mengingatkan pada pohon asam yang dulu tumbuh jarang-jarang itu.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 10

Malam ini kota sudah tenang. Lampu-lampu berkelip lembut, dan pohon-pohon asam tua bergoyang pelan ditiup angin laut. Seperti kota yang terlelap dengan damai, pejamkan matamu dan tidurlah nyenyak.

Tentang cerita ini

Cerita ini menjelaskan asal nama Semarang, kota pelabuhan besar di pesisir utara Jawa Tengah. Menurut tuturan yang diwariskan turun-temurun, Ki Ageng Pandanaran melihat pohon asam yang tumbuh jarang-jarang — asem arang — dan dari situlah nama Semarang lahir.

Jejak ceritanya masih ada di kota itu sendiri: nama Pandanaran kini menjadi salah satu jalan utama Semarang, kotanya dikenal dengan gedung-gedung tua bersejarah dan lumpia yang lezat — persis seperti di halaman penutup cerita kami. Seru juga mengajak anak mencicipi buah asam: wajah mengerut yang lucu itu dijamin sama dengan anak-anak dalam cerita.

Cocok untuk usia 4–8 tahun. Ini cerita yang tenang, tanpa tokoh jahat — kotanya dibangun dengan kesabaran dan gotong royong. Bahan ngobrol: nama-nama tempat di sekitar kita sering menyimpan cerita; coba cari bersama asal nama kampung atau jalan tempat tinggal kalian. Dan pesan Ki Ageng layak diulang: rajin bekerja, rukun dengan tetangga.

Untuk orang tua

Pesan moral

Dengan kerja sama, kesabaran, dan hidup rukun, tempat kecil pun tumbuh menjadi kota besar.

Pertanyaan untuk ngobrol

  1. Mengapa sebagian orang ingin menyerah ketika baru datang?
  2. Dari mana asal nama Semarang?
  3. Apa pesan Ki Ageng Pandanaran kepada penduduk?
  4. Apa arti gotong royong, dan pernahkah kamu ikut bergotong royong?

Untuk kelas

rawaparitrumah panggungmuararempahrukun

Cerita lain: Jawa

Semua cerita →

Dengarkan semuanya di aplikasi

Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.