← Kembali
Rencana kegiatan · RPPH

Asal Usul Kota Semarang

Usia 3–7 · 2 menit 58 detik · 10 halaman

Identitas

Tujuan pembelajaran

Alat dan bahan

Pembukaan (10 menit)

  1. Salam, doa pembuka sesuai kebiasaan sekolah, absen.
  2. Pertanyaan pemantik: «Pekerjaan apa di rumah yang lebih cepat selesai kalau dikerjakan bersama-sama?»
  3. Tunjukkan gambar halaman 1: «Tanah ini luas dan sepi. Menurut anak-anak, apa yang pertama harus dibuat orang yang baru datang?»
  4. Perkenalkan 3 kata: rawa, parit, muara.

Inti (40 menit)

  1. Memahami: Putar atau bacakan halaman 1 sampai 4. Berhenti di halaman 4, saat Ki Ageng menunjuk pohon asam yang tumbuh jarang-jarang. Tanya: «Menurut anak-anak, tempat ini akan diberi nama apa?»
  2. Memahami: Lanjutkan sampai halaman 10. Jeda sebentar, lalu tanya: «Apa yang dibawa kapal-kapal ke pelabuhan Semarang?»
  3. Mengaplikasi: «Membangun kampung»: anak berbaris dan mengoper balok dari tangan ke tangan. Balok pertama menjadi garis parit di sepanjang tali, sisanya ditumpuk menjadi rumah panggung. Tanya: «Apa saja yang dikerjakan penduduk bersama-sama di tanah berawa?»
  4. Mengaplikasi: Mewarnai halaman 4 (pohon asam yang jarang-jarang) atau halaman 9 (kota dan pelabuhannya). Tanya saat mewarnai: «Dari mana asal nama Semarang?»
  5. Merefleksi: Bahas bersama: «Mengapa sebagian orang ingin menyerah ketika baru datang?», «Apa pesan Ki Ageng Pandanaran kepada penduduk?», «Apa arti gotong royong, dan pernahkah kamu ikut bergotong royong?»

Penutup (10 menit)

  1. Recalling: Anak menyebutkan satu hal yang tumbuh atau dibangun di kampung itu.
  2. Ulangi kata baru: rawa, parit, muara, rukun, rempah-rempah.
  3. Pesan untuk di rumah: dengarkan cerita lagi bersama orang tua (kode PR dari guru), lalu kerjakan satu pekerjaan rumah bersama mereka.
  4. Doa penutup dan salam.

Asesmen (observasi)

Catatan untuk guru