Google PlayApp Store
Sampul cerita Asal Usul Condet

Asal Usul Condet

10 halaman3 menit 11 detikUsia 3–7
Buka di aplikasi
Halaman 1–2 diputar berurutan di sini; selebihnya di aplikasi.

Ceritanya

Ilustrasi halaman 1

Halaman 1

Dahulu, di tepi Kali Ciliwung, terhamparlah tanah yang subur dan hijau. Pohon salak dan duku tumbuh rimbun di sana. Tanah itu dipimpin oleh seorang pangeran yang baik hati. Namanya Pangeran Geger.

Ilustrasi halaman 2

Halaman 2

Di dahi Pangeran Geger ada bekas luka kecil dari masa mudanya. Orang Betawi menyebut bekas luka itu codet. Maka warga memanggil beliau dengan sayang: Pangeran Codet. "Selamat pagi, Pangeran Codet!" sapa mereka setiap hari.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 3

Pangeran Geger tinggal bersama istrinya, Nyai Polong, dan putrinya, Maemunah. Maemunah rajin dan ramah. Ia suka membagikan buah duku kepada anak-anak kampung. Kabar tentang kebaikannya terdengar sampai jauh.

🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.

Unduh di Google PlayUnduh di App Store
Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 4

Dari seberang laut, dari tanah Makassar, datanglah pemuda bernama Astawana. Ia sopan dan memiliki kesaktian. Ia ingin meminang Maemunah. "Bolehkah saya melamar putri Pangeran?" tanyanya dengan hormat.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 5

Pangeran Geger tersenyum. "Putriku punya satu permintaan," katanya. Maemunah maju dan berkata lembut, "Bangunlah rumah dan balai peristirahatan di atas empang, kolam di tepi sungai. Tapi semua harus selesai dalam satu malam."

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 6

Astawana tidak gentar. Malam itu, ia bekerja dengan seluruh kesaktiannya. Tangannya bergerak secepat angin. Kayu tersusun, atap terpasang, batu-batu tertata menjadi jalan. Bintang-bintang menemaninya sepanjang malam.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 7

Saat ayam berkokok, semuanya sudah berdiri! Sebuah rumah bagus di atas tanah berbatu, dan balai indah yang seakan mengambang di atas empang. "Luar biasa!" seru warga kagum. Maemunah tersenyum. Lamaran pun diterima.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 8

Pesta pengantin digelar sampai tujuh hari lamanya. Tanah berbatu itu dinamai Batu Ampar. Balai di atas empang dinamai Bale Kembang. Dua nama itu masih dipakai sampai sekarang di Jakarta.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 9

Dan seluruh tanah subur itu? "Ini kampungnya Pangeran Codet," kata orang-orang setiap kali lewat. Lama-kelamaan, sebutan itu berubah menjadi Condet. Sampai kini, Condet terkenal dengan buah salak dan dukunya yang manis.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 10

Malam turun di kebun-kebun Condet. Daun salak berdesir pelan. Empang yang tenang memantulkan bintang. Seperti Astawana yang terlelap setelah bekerja keras, kini saatnya kamu beristirahat. Tidur nyenyak, ya. Besok hari baru menantimu.

Tentang cerita ini

Ini legenda Betawi tentang asal nama Condet, kampung tua di Jakarta Timur. Tokoh-tokohnya — Pangeran Geger yang berjuluk Pangeran Codet karena bekas luka di dahinya, putrinya Maemunah, dan Astawana, pemuda sakti dari tanah Makassar — hidup dalam cerita rakyat setempat tentang lamaran dengan syarat "selesai dalam satu malam".

Yang membuat legenda ini istimewa: nama-namanya masih dipakai sampai sekarang. Batu Ampar dan Balekambang adalah nama kampung yang nyata di kawasan Kramat Jati, dan Condet memang terkenal sebagai kampungnya salak dan duku.

Cocok untuk usia 4–8 tahun. Syarat "bangun dalam semalam" muncul di banyak legenda Nusantara, tetapi biasanya berakhir dengan tipu daya dan kegagalan; di sini justru sebaliknya — Astawana berhasil, dan tidak ada yang dicurangi. Bahan ngobrol: bekas luka pangeran menjadi nama panggilan yang disayang, bukan diejek — bahwa yang membuat orang dihormati adalah kebaikannya.

Untuk orang tua

Pesan moral

Kesungguhan dan kerja keras adalah cara terbaik untuk membuktikan ketulusan hati.

Pertanyaan untuk ngobrol

  1. Dari mana asal nama Condet?
  2. Apa syarat yang diminta Maemunah kepada Astawana?
  3. Bagaimana Astawana menyelesaikan pekerjaannya dalam satu malam?
  4. Buah apa yang terkenal dari Condet?
  5. Pekerjaan apa yang pernah kamu selesaikan dengan sungguh-sungguh?

Untuk kelas

codetempangrimbunsuburkesaktiangentar

Cerita lain: Betawi

Semua cerita →

Dengarkan semuanya di aplikasi

Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.