Google PlayApp Store
Sampul cerita Asal Usul Burung Ruai

Asal Usul Burung Ruai

10 halaman3 menit 13 detikUsia 3–7
Buka di aplikasi
Halaman 1–2 diputar berurutan di sini; selebihnya di aplikasi.

Ceritanya

Ilustrasi halaman 1

Halaman 1

Dahulu, di Kalimantan Barat, hiduplah seorang raja dengan tujuh putri. Ibu mereka telah lama tiada. Putri bungsu berhati baik dan rajin membantu siapa saja. Namun enam kakaknya suka bermalas-malasan dan iri kepadanya.

Ilustrasi halaman 2

Halaman 2

Raja sering memuji si bungsu. “Lihatlah adik kalian, rajin dan ringan tangan,” katanya. Pujian itu membuat enam kakaknya makin panas hati. Diam-diam mereka berbisik-bisik, mencari cara untuk menyingkirkan adiknya.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 3

Suatu hari raja pergi jauh untuk urusan negeri. Kakak tertua berkata manis, “Adikku, mari kita mencari ikan di gua Batu Bejamban. Di sana ikannya banyak.” Si bungsu senang sekali diajak oleh kakak-kakaknya.

🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.

Unduh di Google PlayUnduh di App Store
Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 4

Sampai di gua di tepi sungai itu, si bungsu asyik mengumpulkan ikan kecil. Diam-diam keenam kakaknya menaiki sampan dan mendayung pulang. “Selamat tinggal,” bisik mereka sambil tertawa kecil. Hari mulai gelap.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 5

Si bungsu mencari kakak-kakaknya ke sana kemari, tetapi ia sendirian di mulut gua. Angin dingin bertiup dari sungai. Ia duduk di sebuah batu dan menangis pelan. Air matanya jatuh menetes-netes membasahi batu itu.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 6

Tiba-tiba muncul cahaya lembut. Seorang kakek berjanggut putih berdiri di depannya. “Jangan takut, Nak. Hatimu baik, dan kebaikan tidak pernah hilang. Maukah kau kuberi sayap agar bebas terbang?” tanyanya ramah.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 7

Si bungsu mengangguk. Perlahan tubuhnya berubah menjadi burung yang indah. Bulunya berkilau, penuh bundaran seperti mata, bekas tetes air matanya. Itulah burung ruai, burung besar yang cantik seperti merak.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 8

Burung ruai terbang menuju istana. Dari dahan tinggi ia bernyanyi merdu. Raja yang baru pulang tertegun mendengarnya. “Suara itu... seperti suara putri bungsuku,” bisiknya. Keenam kakaknya saling pandang, pucat.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 9

Akhirnya mereka mengaku sambil menunduk. “Maafkan kami, Ayah. Kami iri kepada adik.” Raja sedih sekali. Burung ruai hinggap di bahunya, mengusap pipinya dengan sayap, tanda ia telah memaafkan kakak-kakaknya.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 10

Sejak itu burung ruai hidup bebas di hutan Kalimantan, dan sesekali bernyanyi di taman istana. Malam ini, bayangkan nyanyian itu: lembut naik dan turun, seperti senandung pengantar tidur. Tidurlah, sayang, sampai pagi.

Tentang cerita ini

Dongeng ini berasal dari Kalimantan Barat dan hidup dalam tradisi lisan masyarakat Dayak. Ia termasuk keluarga cerita yang akrab di Nusantara: anak bungsu yang baik hati disingkirkan saudara-saudaranya yang iri, lalu berubah wujud — dan lewat perubahan itu kebaikannya justru terlihat oleh semua orang.

Burung ruai sungguh ada di hutan Kalimantan: burung besar yang berjalan di tanah, dengan bulu panjang berhias bundaran-bundaran seperti mata — persis "bekas tetes air mata" dalam cerita. Carilah gambarnya bersama anak dan hitung bundaran di bulunya; ia sering disebut sepupu merak dari hutan Borneo.

Cocok untuk usia 4–8 tahun. Cerita kami berakhir dengan pengakuan dan maaf: burung ruai mengusap pipi ayahnya, tanda memaafkan kakak-kakaknya. Bahan ngobrol: rasa iri — semua orang pernah merasakannya, dan mengakui kesalahan seperti keenam kakak itu butuh keberanian.

Untuk orang tua

Pesan moral

Iri hati hanya menyakiti semua orang; hati yang baik akan tetap bersinar, bahkan dalam kesedihan.

Pertanyaan untuk ngobrol

  1. Apa yang membuat keenam kakak iri kepada putri bungsu?
  2. Bagaimana bundaran seperti mata muncul di bulu burung ruai?
  3. Mengapa raja mengenali suara burung itu?
  4. Apa yang dilakukan burung ruai ketika kakak-kakaknya minta maaf?
  5. Kalau temanmu punya sesuatu yang bagus, bagaimana sebaiknya perasaanmu?

Untuk kelas

iriringan tanganmerdumenyingkirkantertegunmengaku

Cerita lain: Kalimantan

Semua cerita →

Dengarkan semuanya di aplikasi

Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.