Unduh di Google Play
Sampul cerita Batu Menangis

Batu Menangis

10 halaman2 menit 1 detikUsia 3–7
Buka di aplikasi
Halaman 1–2 diputar berurutan di sini; selebihnya di aplikasi.

Ceritanya

Ilustrasi halaman 1

Halaman 1

Di sebuah bukit di Kalimantan Barat tinggallah seorang janda miskin bersama anak gadisnya, Darmi. Mereka hidup sederhana dari hasil ladang yang kecil.

Ilustrasi halaman 2

Halaman 2

Darmi tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik, tetapi malas dan manja. Sepanjang hari ia bercermin dan bersolek, sementara ibunya bekerja seorang diri.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 3

“Bu, ambilkan air. Bu, belikan baju baru,” pintanya setiap hari. Ibunya selalu menurut meskipun badannya lelah dan uangnya tidak seberapa.

🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.

Unduh di Google Play
Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 4

Suatu hari mereka pergi ke pasar di desa seberang. Ibunya berjalan di belakang dengan pakaian lusuh, sedangkan Darmi berjalan di depan dengan baju terbaiknya.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 5

Di sepanjang jalan orang-orang mengagumi kecantikan Darmi. Seorang pemuda bertanya, “Gadis cantik, siapakah perempuan yang berjalan di belakangmu itu?”

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 6

Darmi menjawab dengan angkuh, “Oh, dia hanya pembantuku.” Hati ibunya terasa perih, tetapi ia diam saja dan terus berjalan.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 7

Pertanyaan itu terulang lagi dan lagi. Setiap kali Darmi menjawab bahwa perempuan tua itu hanyalah pembantu yang mengikutinya ke pasar.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 8

Akhirnya sang ibu tidak sanggup menahan sedih. Ia berhenti, menengadah ke langit, dan berdoa, “Ya Tuhan, tegurlah anak yang tidak mau mengakui ibunya.”

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 9

Tiba-tiba kaki Darmi terasa kaku. Perlahan tubuhnya berubah menjadi batu, mulai dari kaki sampai ke dada. Ia menangis dan memohon ampun kepada ibunya.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 10

Namun tubuhnya telanjur membatu seluruhnya. Dari kedua matanya masih menetes air, sehingga batu itu disebut Batu Menangis sampai hari ini.

Untuk orang tua

Pesan moral

Wajah yang cantik tidak ada artinya tanpa hati yang baik. Jangan pernah malu mengakui orang tua sendiri, bagaimana pun keadaan mereka.

Pertanyaan untuk ngobrol

  1. Apa yang dikerjakan Darmi setiap hari, dan apa yang dikerjakan ibunya?
  2. Bagaimana perasaan sang ibu ketika disebut pembantu?
  3. Mengapa Darmi akhirnya menyesal?
  4. Apa yang membuat seseorang benar-benar “cantik” menurutmu?
menghormati orang tuakesombongankebaikan hati

Dengarkan semuanya di aplikasi

Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.