Google PlayApp Store
Sampul cerita Arachne Sang Penenun

Arachne Sang Penenun

10 halaman3 menit 39 detikUsia 3–7
Buka di aplikasi
Halaman 1–2 diputar berurutan di sini; selebihnya di aplikasi.

Ceritanya

Ilustrasi halaman 1

Halaman 1

Dahulu kala di Yunani kuno, di sebuah desa kecil, hiduplah gadis bernama Arachne. Jari-jarinya sangat terampil menenun. Kainnya begitu halus sampai orang-orang datang dari kota-kota jauh hanya untuk melihat Arachne bekerja di depan alat tenunnya.

Ilustrasi halaman 2

Halaman 2

Sayangnya, semakin dipuji, Arachne semakin tinggi hati. «Aku penenun terhebat di dunia!» katanya. «Bahkan Dewi Athena pun tidak bisa menandingiku!» Orang-orang menahan napas — Athena adalah dewi kebijaksanaan sekaligus pelindung para penenun.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 3

Suatu hari, seorang nenek berjubah kelabu datang. «Cucuku, kainmu memang indah,» katanya lembut. «Tapi jangan menyombong pada para dewa.» Arachne mengangkat dagu. «Aku tidak takut! Biar Athena datang sendiri!»

🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.

Unduh di Google PlayUnduh di App Store
Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 4

Jubah kelabu itu berputar — dan berdirilah Dewi Athena dengan mata tenang berkilau. «Aku datang,» katanya. «Mari kita menenun, kau dan aku.» Arachne menelan ludah, tapi kesombongannya lebih besar dari takutnya. Dua alat tenun disiapkan.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 5

Mereka menenun sepanjang hari. Tangan Athena bergerak seperti cahaya. Di kainnya muncul gunung Olympus, matahari terbit, lautan dengan lumba-lumba, dan para dewa yang agung. Siapa pun yang memandangnya merasa damai.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 6

Kain Arachne juga menakjubkan — benangnya halus sempurna, warnanya hidup. Tapi gambarnya dipilih hatinya yang sombong: para dewa digambar sedang tersandung, keliru, dan ditertawakan. Orang-orang yang melihat terkekeh dulu, lalu menunduk malu.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 7

Athena memandang kain Arachne lama sekali. «Tanganmu luar biasa,» katanya pelan, «tapi hatimu belum. Kepandaian tanpa hormat itu seperti benang tanpa simpul — mudah terurai.» Arachne menatap kainnya sendiri, dan untuk pertama kalinya merasa malu.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 8

«Kau sangat mencintai menenun,» kata Athena, «maka menenunlah selamanya.» Ia menyentuh dahi Arachne dengan lembut. Tubuh Arachne mengecil, mengecil... jari-jarinya menjadi delapan kaki yang lincah. Arachne menjadi laba-laba kecil yang pertama.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 9

Arachne kecil memanjat ke sudut jendela dan mulai menenun jaring pertamanya — bulat, rapi, berkilau. Ia tidak perlu pujian lagi; ia menenun karena memang mencintainya. Dan tenunannya tetap yang terhalus di dunia, sampai sekarang.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 10

Malam ini, di kebun dan sudut jendela, keturunan Arachne merajut jaring halus tanpa suara. Besok pagi embun menggantunginya seperti butiran mutiara. Kamu boleh memeriksanya setelah bangun tidur. Sekarang pejamkan matamu dulu. Selamat tidur.

Tentang cerita ini

Kisah Arachne dituliskan penyair Romawi Ovidius sekitar dua ribu tahun lalu dalam "Metamorphoses" — kumpulan mitos tentang perubahan wujud yang menjadi salah satu buku paling berpengaruh di dunia.

Jejak Arachne dipelajari anak-anak sekolah sampai sekarang: dalam biologi, kelas hewan laba-laba bernama Arachnida — diambil langsung dari namanya. Dan akhir ceritanya bisa dilanjutkan besok pagi: cari sarang laba-laba yang digantungi embun di kebun atau sudut jendela, "tenunan terhalus di dunia".

Cocok untuk usia 4–8 tahun. Versi Ovidius jauh lebih keras — kain Arachne dirusak dan gadis itu sempat putus asa sebelum diubah; di versi kami perubahan menjadi laba-laba justru kelanjutan dari cintanya pada menenun, bukan hukuman yang menakutkan. Bahan ngobrol: bangga pada karya itu sehat, menyombong itu hal lain — dan betapa enaknya memuji karya orang lain dengan tulus.

Untuk orang tua

Pesan moral

Kepandaian menjadi indah kalau disertai rendah hati.

Pertanyaan untuk ngobrol

  1. Kenapa Dewi Athena menantang Arachne menenun?
  2. Apa bedanya kain tenunan Athena dan tenunan Arachne?
  3. Menjadi apa Arachne pada akhirnya?
  4. Kalau kamu pandai melakukan sesuatu, bagaimana cara bercerita tanpa menyombong?

Untuk kelas

menenuntinggi hatijubahkelabusimpulembun

Cerita lain: Yunani

Semua cerita →

Dengarkan semuanya di aplikasi

Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.