Google PlayApp Store
Sampul cerita Si Kelingking

Si Kelingking

10 halaman2 menit 57 detikUsia 3–7
Buka di aplikasi
Halaman 1–2 diputar berurutan di sini; selebihnya di aplikasi.

Ceritanya

Ilustrasi halaman 1

Halaman 1

Di sebuah desa di Sumatra, lahirlah seorang anak yang sangat kecil, hanya sebesar jari kelingking. Orang tuanya menamainya Si Kelingking. Meski tubuhnya kecil, suaranya nyaring dan hatinya sangat pemberani.

Ilustrasi halaman 2

Halaman 2

Anak-anak desa sering menggodanya. "Kelingking, kamu terlalu kecil untuk membantu apa pun!" Tetapi ibunya selalu berkata, "Tubuh boleh kecil, Nak. Yang penting hatimu besar dan akalmu panjang."

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 3

Suatu masa, desa itu ketakutan. Seorang raksasa tinggal di bukit dan suka turun mengambil hasil panen. Setiap kali raksasa datang, semua orang lari bersembunyi. Sawah dan kebun menjadi berantakan.

🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.

Unduh di Google PlayUnduh di App Store
Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 4

Si Kelingking berkata kepada kepala desa, "Izinkan aku menghadapi raksasa itu." Semua orang terkejut, lalu tertawa. "Kamu? Sekecil itu?" Tetapi Si Kelingking tersenyum tenang. Ia sudah punya rencana cerdik.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 5

Malam itu, Si Kelingking bersembunyi di celah batu dekat jalan raksasa. Ketika bumi bergetar tanda raksasa datang, ia menarik napas dalam-dalam dan berteriak sekeras guntur, "Siapa berani masuk wilayahku?!"

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 6

Raksasa berhenti dan celingak-celinguk. Tidak ada siapa-siapa! "Akulah penunggu bukit ini! Badanku lebih besar dari gunung! Pergilah, atau kuangkat kau seperti kerikil kecil!" teriak suara itu lagi, menggelegar.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 7

Raksasa gemetar ketakutan. Ia mengira ada raksasa lain yang jauh lebih besar dan tidak terlihat. "Am-ampun! Aku pergi sekarang juga!" Raksasa itu lari terbirit-birit melewati gunung, dan tidak pernah kembali.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 8

Paginya, Si Kelingking pulang dengan wajah berseri-seri. Warga desa bersorak gembira. "Si kecil pemberani telah menyelamatkan desa kita!" Kepala desa mengangkatnya menjadi penjaga desa yang paling dihormati.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 9

Sejak itu, tidak ada lagi yang menggoda Si Kelingking. Anak-anak justru suka mendengar ceritanya. "Bukan besar badan yang membuat kita hebat," katanya, "tetapi keberanian dan akal yang baik."

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 10

Malam tiba di desa yang kini damai. Padi di sawah bergoyang pelan ditiup angin malam. Yang kecil pun bisa melakukan hal besar, seperti kamu kelak. Biarkan malam yang tenang menjagamu. Tidurlah.

Tentang cerita ini

"Si Kelingking" termasuk keluarga cerita yang ada di seluruh dunia: pahlawan mungil sebesar jari yang mengalahkan raksasa dengan akal, seperti Tom Thumb di Eropa atau Issun-boshi di Jepang. Di Sumatera kisah ini sering dicatat sebagai cerita dari tanah Jambi.

Orang Indonesia punya peribahasa yang persis untuk anak seperti ini: "kecil-kecil cabai rawit" — kecil bentuknya, besar dayanya. Setelah membaca, peribahasa itu jadi punya wajah: anak sebesar kelingking yang suaranya menggetarkan raksasa.

Cocok untuk usia 4–8 tahun, terutama untuk anak yang paling kecil di kelasnya atau pernah digoda karena badannya. Bahan ngobrol: yang membuat Kelingking menang bukan otot, melainkan keberanian dan rencana yang cerdik. Tanyakan: kalau kamu jadi Kelingking, rencana apa yang akan kamu pakai?

Untuk orang tua

Pesan moral

Keberanian dan kecerdikan lebih berarti daripada besarnya tubuh.

Pertanyaan untuk ngobrol

  1. Kira-kira, sebesar apa Si Kelingking itu? Coba tunjukkan dengan jarimu!
  2. Mengapa anak-anak desa suka menggoda Si Kelingking?
  3. Bagaimana cara Si Kelingking mengusir raksasa?
  4. Apa kata Si Kelingking tentang tubuh kecil dan keberanian?
  5. Hal hebat apa yang pernah kamu lakukan meski terasa sulit?

Untuk kelas

kelingkingmenggodaraksasapanenmenggelegarakal

Cerita lain: Sumatra

Semua cerita →

Dengarkan semuanya di aplikasi

Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.