Google PlayApp Store
Sampul cerita Legenda Pulau Kemaro

Legenda Pulau Kemaro

10 halaman3 menit 4 detikUsia 3–7
Buka di aplikasi
Halaman 1–2 diputar berurutan di sini; selebihnya di aplikasi.

Ceritanya

Ilustrasi halaman 1

Halaman 1

Di kota Palembang, mengalirlah Sungai Musi yang lebar dan tenang. Di tengah sungai itu ada sebuah pulau kecil yang hijau bernama Pulau Kemaro. Inilah kisah lama tentang asal mula pulau itu.

Ilustrasi halaman 2

Halaman 2

Dahulu, hiduplah seorang putri Palembang yang lembut hati bernama Siti Fatimah. Ia bersahabat dengan Tan Bun An, saudagar muda dari negeri Tiongkok yang ramah dan suka menolong orang-orang di pasar.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 3

Tan Bun An ingin meminang sang putri. Orang tuanya di negeri jauh mengirim hadiah: tujuh guci besar yang katanya berisi emas untuk keluarga Siti Fatimah. Sebuah kapal membawa guci-guci itu menyusuri Sungai Musi.

🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.

Unduh di Google PlayUnduh di App Store
Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 4

Di atas kapal, Tan Bun An membuka sebuah guci. Ternyata isinya sayur asin! Ia kecewa dan malu sekali. "Masa aku memberi hadiah sayur asin?" katanya. Tanpa berpikir panjang, guci-guci itu dilemparnya ke sungai.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 5

Guci terakhir terpeleset dan pecah di lantai kapal. Dari dalamnya berhamburan kepingan emas berkilauan! Rupanya emas itu disembunyikan di bawah sayur asin, supaya aman dari perampok selama pelayaran jauh.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 6

Tan Bun An sangat menyesal. "Aku terburu-buru menilai," katanya sedih. Ia melompat ke sungai untuk mencari guci-guci itu. Ia menyelam dalam sekali, jauh ke dasar sungai yang tenang.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 7

Siti Fatimah menunggu di tepi kapal dengan cemas. "Aku akan menemaninya," bisiknya pelan. Ia pun menyusul ke dalam sungai yang dalam. Sungai Musi yang tenang memeluk mereka berdua dengan lembut.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 8

Tidak lama kemudian, di tempat itu muncullah gundukan tanah dari dalam sungai. Gundukan itu tumbuh menjadi pulau kecil yang hijau. "Lihat, pulau baru!" seru orang-orang di tepian. Mereka menamainya Pulau Kemaro, pulau yang tidak pernah tenggelam.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 9

Orang Palembang percaya, pulau itu menjadi rumah bagi Tan Bun An dan Siti Fatimah, tempat mereka tinggal bersama selamanya. Kini di sana pohon-pohon tumbuh rindang dan burung-burung bernyanyi setiap pagi.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 10

Malam tiba di Sungai Musi. Air mengalir pelan, membawa cerita lama tentang kesetiaan. Lampu-lampu kota berkelip seperti bintang di atas air. Biarkan kisah ini menemanimu terlelap. Sampai bertemu di mimpi yang indah.

Tentang cerita ini

Legenda ini berasal dari Palembang dan lahir dari sejarah kotanya: Sungai Musi sejak dulu menjadi jalur dagang, tempat orang Palembang dan saudagar Tionghoa bertemu. Kisah Siti Fatimah dan Tan Bun An menjelaskan asal pulau kecil di tengah sungai — Pulau Kemaro, "pulau yang tidak pernah tenggelam".

Pulaunya nyata dan bisa dikunjungi dengan perahu dari kota Palembang. Di sana berdiri pagoda dan kelenteng tua, dan setiap perayaan Cap Go Meh pulau kecil ini ramai sekali oleh pengunjung — warisan budaya dua bangsa yang bertemu dalam satu cerita.

Cocok untuk usia 4–8 tahun. Dalam versi kami sungai "memeluk" kedua tokohnya dengan lembut dan pulau menjadi rumah mereka. Bahan ngobrol: Tan Bun An terburu-buru menilai isi guci — ajak anak bicara tentang tidak menilai sesuatu dari luarnya saja.

Untuk orang tua

Pesan moral

Jangan terburu-buru menilai sesuatu hanya dari luarnya saja.

Pertanyaan untuk ngobrol

  1. Mengapa Tan Bun An membuang guci-guci ke sungai?
  2. Apa yang sebenarnya ada di dalam guci?
  3. Pelajaran apa yang bisa kita ambil dari sikap terburu-buru Tan Bun An?
  4. Menurutmu, mengapa orang Palembang menyayangi Pulau Kemaro?

Untuk kelas

gucisaudagarsayur asinmenyesalgundukanrindang

Cerita lain: Sumatra

Semua cerita →

Dengarkan semuanya di aplikasi

Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.