

Halaman 1
Di sebuah lembah subur di Sumatera Utara hiduplah seorang pemuda bernama Toba. Setiap hari ia bertani dan memancing ikan di sungai dekat rumahnya.

Halaman 2
Suatu sore ia mendapat seekor ikan besar bersisik keemasan. Belum sempat ikan itu dibawa pulang, ia berubah menjadi seorang gadis cantik.
Halaman 3
“Aku bersedia menjadi istrimu,” kata gadis itu, “asal kau berjanji satu hal: jangan pernah menceritakan kepada siapa pun bahwa aku berasal dari seekor ikan.” Toba pun berjanji.
🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.
Unduh di Google PlayHalaman 4
Mereka hidup rukun dan dikaruniai seorang anak laki-laki bernama Samosir. Anak itu sehat dan kuat, tetapi sangat gemar makan.
Halaman 5
Setiap siang Samosir bertugas mengantar bekal untuk ayahnya di sawah. Suatu hari ia merasa lapar di tengah jalan dan memakan hampir seluruh bekal itu.
Halaman 6
Toba yang lelah dan kelaparan menjadi sangat marah. “Dasar anak keturunan ikan!” bentaknya tanpa berpikir panjang. Samosir menangis dan berlari pulang menemui ibunya.
Halaman 7
Mendengar cerita itu, wajah sang ibu berubah sedih. Janji Toba telah dilanggar. “Naiklah ke bukit yang paling tinggi, Nak, dan jangan menoleh ke belakang,” pesannya.
Halaman 8
Langit mendadak gelap dan hujan turun sangat deras. Dari bekas kaki sang ibu memancar air yang tidak berhenti mengalir memenuhi seluruh lembah.
Halaman 9
Air itu terus naik hingga menjadi danau yang sangat luas. Toba tidak sempat menyelamatkan diri, sedangkan Samosir selamat di puncak bukit.
Halaman 10
Danau itu kini bernama Danau Toba, dan bukit tempat Samosir berlindung menjadi Pulau Samosir di tengahnya.
Legenda ini menjelaskan dua hal sekaligus: dari mana datangnya Danau Toba dan mengapa ada pulau di tengahnya. Toba, seorang petani muda, menikahi perempuan jelmaan ikan mas dengan satu pantangan — asal-usul istrinya tidak boleh diungkit. Ketika dalam marah ia menyebut anaknya «anak ikan», air memancar dari tanah dan menenggelamkan lembah; yang tersisa adalah danau dan Pulau Samosir, tempat sang anak menyelamatkan diri.
Danaunya nyata dan besar sekali: luasnya lebih dari 1.100 kilometer persegi dengan kedalaman sekitar 500 meter — danau vulkanik terbesar di dunia. Ilmu pengetahuan menjelaskan asalnya lewat letusan supervolcano sekitar 74.000 tahun lalu yang meninggalkan kaldera raksasa, sementara Pulau Samosir terangkat dari dasar kaldera itu. Dua penjelasan untuk pemandangan yang sama, dan keduanya menarik diceritakan kepada anak yang mulai banyak bertanya.
Cocok untuk usia 4–7 tahun. Bahan ngobrol yang bagus sesudahnya: janji yang sudah diucapkan, dan kata-kata yang keluar ketika kita sedang marah.
Janji harus ditepati, dan kata-kata yang diucapkan saat marah bisa melukai orang yang paling kita sayangi.
Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.