Unduh di Google Play
Sampul cerita Bawang Merah dan Bawang Putih

Bawang Merah dan Bawang Putih

10 halaman2 menit 9 detikUsia 3–7
Buka di aplikasi
Halaman 1–2 diputar berurutan di sini; selebihnya di aplikasi.

Ceritanya

Ilustrasi halaman 1

Halaman 1

Dahulu kala hiduplah seorang gadis baik hati bernama Bawang Putih. Setelah ibunya meninggal, ayahnya menikah lagi dengan seorang janda yang mempunyai anak bernama Bawang Merah.

Ilustrasi halaman 2

Halaman 2

Tak lama kemudian ayahnya pun meninggal dunia. Sejak itu Bawang Putih diperlakukan seperti pembantu: menyapu, memasak, dan mencuci sendirian setiap hari.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 3

Suatu pagi Bawang Putih mencuci pakaian di sungai. Tanpa sengaja selendang merah milik ibu tirinya terlepas dan hanyut terbawa arus.

🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.

Unduh di Google Play
Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 4

“Cari sampai ketemu, jangan pulang tanpa selendangku!” bentak ibu tirinya. Bawang Putih menyusuri sungai jauh sekali sambil menahan tangis.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 5

Di hulu sungai ia bertemu seorang nenek. “Selendangmu ada padaku,” kata nenek itu. “Tinggallah seminggu dan bantu aku bekerja, nanti akan kukembalikan.”

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 6

Bawang Putih bekerja dengan rajin dan tulus. Ketika hendak pulang, nenek itu menyodorkan dua labu, besar dan kecil. Bawang Putih memilih yang kecil karena merasa tidak pantas meminta banyak.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 7

Di rumah, labu itu dibelah. Betapa terkejutnya semua orang: di dalamnya penuh emas dan permata. Ibu tiri dan Bawang Merah menjadi iri hati.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 8

Keesokan harinya Bawang Merah sengaja menghanyutkan selendang lalu mencari nenek itu. Ia bekerja dengan malas dan banyak mengeluh sepanjang hari.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 9

Saat pulang, ia memilih labu yang paling besar tanpa mengucapkan terima kasih. Di rumah labu itu dibelah dengan hati berdebar-debar.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 10

Dari dalamnya keluar ular dan binatang berbisa. Ibu tiri dan Bawang Merah menyesali sifat serakah mereka, lalu meminta maaf kepada Bawang Putih.

Tentang cerita ini

«Bawang Merah dan Bawang Putih» paling sering disebut berasal dari Melayu Riau, tetapi ceritanya juga hidup di Jawa Tengah, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat — tanda bahwa dongeng ini sudah lama berpindah dari mulut ke mulut. Namanya diambil dari dua umbi dapur yang mirip bentuknya tetapi sama sekali berbeda rasanya.

Polanya dikenal di banyak negeri: anak yang rajin dan tulus tinggal bersama ibu tiri dan saudara tiri yang pilih kasih, lalu kebaikannya terbalas sementara ketamakan berujung buruk. Di Eropa pola yang sama melahirkan Cinderella. Bedanya, di sini hadiah datang lewat kerja dan kesediaan menerima yang kecil: Bawang Putih memilih labu yang kecil, Bawang Merah merebut yang paling besar.

Cocok untuk usia 4–7 tahun. Cerita ini enak dipakai untuk membicarakan rasa iri — mengapa Bawang Merah cemburu, dan apa yang bisa kita lakukan ketika perasaan itu datang kepada kita sendiri.

Untuk orang tua

Pesan moral

Ketulusan dan kerja keras selalu membawa kebaikan, sedangkan iri hati dan serakah hanya mendatangkan kesusahan.

Pertanyaan untuk ngobrol

  1. Bagaimana sikap Bawang Putih ketika disuruh bekerja terus-menerus?
  2. Mengapa Bawang Putih memilih labu yang kecil?
  3. Mengapa hadiah Bawang Merah berbeda, padahal ia pergi ke tempat yang sama?
  4. Kapan kamu pernah menolong seseorang tanpa mengharap imbalan?
ketulusankerja kerasiri hati dan serakah

Dengarkan semuanya di aplikasi

Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.