Google PlayApp Store
Sampul cerita Persahabatan Kera dan Ayam

Persahabatan Kera dan Ayam

10 halaman3 menit 12 detikUsia 3–7
Buka di aplikasi
Halaman 1–2 diputar berurutan di sini; selebihnya di aplikasi.

Ceritanya

Ilustrasi halaman 1

Halaman 1

Di tepi hutan Minahasa, hiduplah dua sahabat yang tak biasa. Seekor kera bernama Kuse dan seekor ayam jantan bernama Kokoreko. Setiap pagi mereka mencari makan bersama di tepi sungai.

Ilustrasi halaman 2

Halaman 2

Kerja sama mereka rapi. Kuse memanjat memetik pisang yang tinggi, Kokoreko mengais biji-bijian yang tersembunyi. Sebagian mereka makan, sebagian ditabung di dalam batang kayu berlubang, untuk musim hujan.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 3

Suatu siang yang panas, Kuse kelaparan. Ia menghabiskan seluruh tabungan pisang itu sendirian! Lalu ia mengatur wajahnya dan berkata, “Wah, gawat, Ko! Tabungan kita pasti dicuri tikus hutan!”

🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.

Unduh di Google PlayUnduh di App Store
Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 4

Kokoreko memandangi kulit-kulit pisang di bawah pohon. Ia sedih sekali. “Aku tidak sedih karena pisangnya, Kuse. Aku sedih kalau sahabatku tidak jujur padaku.” Kuse membuang muka, pura-pura sibuk mencari kutu.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 5

Di tepi sungai, Kokoreko bercerita kepada sahabat lamanya, Kepiting. Kepiting mengetuk-ngetuk capitnya, berpikir. “Jangan dimarahi,” katanya. “Kita bantu dia jujur — dengan cara yang sedikit lucu.”

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 6

Mereka membungkus batu bulat dengan daun pisang, rapi seperti bungkusan istimewa, lalu meletakkannya di dekat pohon. “Kami mau memancing dulu! Jangan buka bungkusan ini, ya!” seru Kepiting. Keduanya lalu bersembunyi di balik batu.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 7

Baru saja mereka “pergi”, Kuse merayap turun. Ia membuka bungkusan itu... batu! Dan di sebelahnya, tersusun rapi, kulit-kulit pisang dari tabungan yang ia habiskan. Kuse terpaku. Jadi mereka sudah tahu!

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 8

Kepiting dan Kokoreko muncul dari balik batu. “Tikus hutannya berbulu cokelat dan berekor panjang, ya?” tanya Kepiting sambil tersenyum. Kuse menunduk malu. “Akulah tikusnya... Maafkan aku. Berbohong ternyata lebih tidak enak daripada lapar.”

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 9

Kokoreko mengepakkan sayap, memaafkan sahabatnya. Kuse bekerja keras memetik pisang sampai tabungan penuh lagi, lebih besar dari sebelumnya. Dan mereka membuat aturan baru: “Kalau lapar, bilang saja. Sahabat pasti berbagi.”

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 10

Malam pun tiba di tepi sungai. Kokoreko tidur di dahan rendah, Kuse meringkuk di dahan atas, Kepiting di rumah pasirnya. Semua sahabat sudah terlelap. Kamu juga, ya. Tutup mata... sampai jumpa besok pagi.

Tentang cerita ini

Fabel kera, ayam, dan kepiting dikenal di banyak daerah Nusantara; versi kami mengambil latar Minahasa, Sulawesi Utara. Seperti umumnya fabel binatang, tokoh-tokohnya mewakili sifat manusia: kera yang tergoda, ayam yang setia, kepiting yang bijak dan sedikit jahil.

Sulawesi adalah tempat yang tepat untuk cerita tentang kera: di hutan Sulawesi Utara hidup yaki, monyet hitam berjambul yang tidak ditemukan di tempat lain di dunia dan kini dilindungi. Ajak anak melihat foto yaki dengan jambulnya yang seperti model rambut keren — cara sederhana mengenalkan kata "endemik" dan "dilindungi".

Cocok untuk usia 4–8 tahun. Versi lama fabel ini berakhir dengan pembalasan yang kejam terhadap kera; kami menggantinya dengan tipuan kecil yang lucu — batu dibungkus daun pisang — lalu pengakuan dan maaf. Bahan obrolan: kalau lapar atau butuh, bilang saja, sahabat pasti berbagi; dan mengaku salah itu butuh keberanian, tapi rasanya lebih lega daripada berbohong.

Untuk orang tua

Pesan moral

Sahabat sejati berkata jujur; kesalahan diakui, dimaafkan, lalu diperbaiki bersama.

Pertanyaan untuk ngobrol

  1. Apa yang dilakukan Kuse terhadap tabungan pisang mereka?
  2. Bagaimana Kepiting membantu Kuse untuk mengaku dengan cara yang lucu?
  3. Apa kata Kuse tentang rasanya berbohong?
  4. Kalau kamu terlanjur berbuat salah pada teman, apa yang akan kamu katakan padanya?

Untuk kelas

mengaismembuang mukacapitmerayapmengepakkanmeringkuk

Cerita lain: Sulawesi

Semua cerita →

Dengarkan semuanya di aplikasi

Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.