Google PlayApp Store
Sampul cerita Toar dan Lumimuut

Toar dan Lumimuut

10 halaman2 menit 55 detikUsia 3–7
Buka di aplikasi
Halaman 1–2 diputar berurutan di sini; selebihnya di aplikasi.

Ceritanya

Ilustrasi halaman 1

Halaman 1

Dahulu kala, tanah Minahasa masih sunyi. Belum ada kampung. Belum ada kebun. Hanya ada gunung, kabut, dan seorang perempuan bijak bernama Karema yang tinggal seorang diri.

Ilustrasi halaman 2

Halaman 2

Pada suatu pagi, sebuah batu besar menjadi hangat oleh sinar matahari. Dari batu itu muncul seorang gadis. Karema menyambutnya dengan gembira. “Kunamai engkau Lumimuut. Mulai hari ini, kita tidak sendiri lagi.”

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 3

Beberapa musim kemudian, dari arah matahari terbit datanglah seorang pemuda tegap. “Namaku Toar,” katanya. “Aku berjalan jauh mencari tanah untuk berkebun.” Karema mengangguk ramah. “Tinggallah. Tanah ini luas.”

🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.

Unduh di Google PlayUnduh di App Store
Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 4

Karema memberi mereka tugas. “Bawalah masing-masing sebatang tongkat. Berjalanlah berlawanan arah mengelilingi gunung. Carilah lembah yang paling subur, lalu kembalilah bertemu di sana.”

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 5

Toar berjalan ke timur, Lumimuut ke barat. Mereka menyeberangi sungai, menembus kabut, mendaki bukit. Ketika akhirnya bertemu di sebuah lembah hijau, tongkat Toar telah bertunas! “Ini pertanda baik,” kata Karema. “Menetaplah di sini.”

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 6

Di lembah itu mereka membangun rumah pertama. Toar membuka ladang, Lumimuut menanam umbi dan sayuran. Karema mengajari mereka membaca musim dari bintang dan arah angin.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 7

Toar dan Lumimuut pun menikah. Pesta kecil digelar di depan rumah, dan Karema menyalakan api unggun pertama di tanah Minahasa. Tahun demi tahun, anak-anak mereka lahir dan tumbuh besar di lembah itu.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 8

Anak cucu mereka menyebar membuka kampung-kampung baru. Mereka bekerja dengan cara yang diajarkan Toar dan Lumimuut: bersama-sama dan saling menolong. Kebiasaan indah itu disebut mapalus.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 9

Karema menjadi nenek yang paling dicintai. Setiap malam anak-anak mengelilinginya minta cerita. “Ingatlah,” pesannya selalu, “kalian berasal dari satu keluarga. Jagalah kerukunan sampai kapan pun.”

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 10

Malam ini, bintang-bintang yang dulu dibaca Karema masih bersinar di atas tanah Minahasa. Biarkan mereka menjagamu juga. Pejamkan mata, tidurlah tenang seperti lembah hijau itu.

Tentang cerita ini

Toar, Lumimuut, dan Karema adalah tokoh-tokoh leluhur dalam tradisi lisan Minahasa: dari merekalah, menurut cerita tua, suku-suku Minahasa di Sulawesi Utara berasal. Legenda ini termasuk cerita asal-usul yang paling dihormati di sana.

Kata mapalus di akhir cerita adalah jangkar dunia nyata yang bisa langsung dipakai: itu tradisi Minahasa yang masih hidup, warga bergiliran mengerjakan ladang atau hajatan satu sama lain tanpa upah. Ajak anak mencari "mapalus kecil" di rumah — pekerjaan yang selesai lebih cepat dan lebih menyenangkan kalau dikerjakan bersama.

Cocok untuk usia 4–8 tahun. Versi-versi tua legenda ini berbeda-beda, dan sebagian menyebut hubungan keluarga yang rumit antara Toar dan Lumimuut; dalam adaptasi kami mereka diperkenalkan sebagai dua orang muda yang bertemu di lembah, sehingga cerita nyaman dibacakan untuk anak kecil. Bahan obrolan: berasal dari satu keluarga besar, dan menjaga kerukunan seperti pesan Karema.

Untuk orang tua

Pesan moral

Dari kerja sama dan kerukunan, hal-hal besar bisa tumbuh dari awal yang kecil.

Pertanyaan untuk ngobrol

  1. Siapa saja tiga tokoh pertama di tanah Minahasa dalam cerita ini?
  2. Apa tanda yang menunjukkan lembah itu cocok untuk ditinggali?
  3. Apa arti kebiasaan mapalus yang diwariskan Toar dan Lumimuut?
  4. Kalau kamu membuka kampung baru, hal apa yang pertama-tama ingin kamu bangun?

Untuk kelas

kabutsuburbertunasumbimapaluskerukunan

Cerita lain: Sulawesi

Semua cerita →

Dengarkan semuanya di aplikasi

Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.