

Halaman 1
Dahulu di Jawa ada dua kerajaan bersaudara: Jenggala dan Daha. Raden Inu Kertapati, pangeran Jenggala, sejak kecil bertunangan dengan Putri Candra Kirana dari Daha. Keduanya saling berkirim surat dan hadiah.

Halaman 2
Namun di istana Daha ada yang iri: Galuh Ajeng, saudara tirinya. Berbagai kabar bohong disebarkannya hingga hidup Candra Kirana tidak tenang. Akhirnya sang putri memilih pergi diam-diam dari istana.
Halaman 3
Candra Kirana tidak mau larut dalam sedih. Ia menyamar menjadi seorang kesatria muda dan menamai dirinya Panji Semirang. Bersama beberapa pengikut setia, ia mendirikan padepokan di tepi jalan antara dua kerajaan.
🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.
Unduh di Google PlayUnduh di App StoreHalaman 4
Panji Semirang terkenal cepat sekali. Ia tangkas berlatih pedang, adil menolong pedagang yang lewat, dan ramah kepada siapa saja. Tak seorang pun menyangka kesatria muda itu sesungguhnya seorang putri.
Halaman 5
Suatu hari rombongan Raden Inu Kertapati singgah di padepokan itu dalam perjalanan menuju Daha. Ketika berbincang dengan Panji Semirang, hatinya berdebar aneh. “Rasanya aku sudah lama mengenalmu,” katanya.
Halaman 6
Malamnya mereka menabuh gamelan bersama. Panji Semirang memainkan gending yang lembut. Raden Inu tertegun: itu gending kesukaan Candra Kirana! Malam itu juga datang kabar dari Daha: sang putri telah lama pergi karena berita bohong.
Halaman 7
Pagi tiba, dan rombongan harus berangkat. Namun hati Raden Inu tak tenang; ia berbalik kembali ke padepokan. Padepokan itu sudah kosong. Halamannya sepi, gamelannya senyap. Ia pun mencari ke mana-mana.
Halaman 8
Di sebuah taman yang sejuk, Raden Inu mendengar seseorang menyanyikan gending yang sama. Ia mengikuti suara itu dan menemukan Candra Kirana tanpa penyamarannya. “Akhirnya aku menemukanmu,” katanya lega.
Halaman 9
Kebenaran pun terungkap di depan kedua raja. Galuh Ajeng mengakui perbuatannya dan meminta maaf, dan Candra Kirana memaafkannya. Pernikahan besar digelar, dan dua kerajaan bersaudara itu semakin erat.
Halaman 10
Kisah Panji diceritakan turun-temurun sampai ke negeri-negeri yang jauh. Kini gamelannya telah senyap, gending terakhir mengalun pelan... makin pelan... Seperti taman yang tenang malam ini, tidurlah dengan nyenyak.
"Panji Semirang" adalah kisah termasyhur dari lingkaran cerita Panji yang lahir di Jawa Timur. Yang membuatnya istimewa: tokoh utamanya seorang putri yang tidak menunggu diselamatkan — Candra Kirana menyamar menjadi kesatria, mendirikan padepokan, dan menentukan jalannya sendiri.
Cerita Panji hidup bukan hanya di buku: ia menari sampai sekarang. Dalam tari topeng Cirebon, tokoh Panji tampil bertopeng putih halus dengan gerak yang paling tenang di antara semua karakter — ajak anak mencari "tokoh dari cerita kita" bila menontonnya. Keong Emas di aplikasi ini berasal dari keluarga Panji yang sama.
Cocok untuk usia 4–8 tahun. Bahan ngobrol yang segar: ketika hidup Candra Kirana dikacaukan kabar bohong, ia tidak larut dalam sedih — ia berbuat sesuatu. Tanyakan pada anak: kalau sedang sedih, kegiatan apa yang membuat hati kuat lagi? Dan Raden Inu mengenali tunangannya dari gending kesukaannya — orang yang sayang mengenali kita lebih dalam dari penampilan.
Hati yang teguh tidak hancur oleh perlakuan buruk; kebenaran akhirnya bersinar.
Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.