

Halaman 1
Ada satu tamu yang datang setiap malam. Namanya Ole Lukoie. Langkahnya tanpa suara. Ia memakai jubah sutra yang berkilau lembut. Di tangannya ada dua payung besar. Ole Lukoie adalah penabur mimpi bagi anak-anak.

Halaman 2
Ia menaburkan susu manis ke mata anak-anak yang mengantuk. Lalu ia membuka payungnya. Payung bergambar bunga dan bintang untuk anak yang baik hati. Payung polos tanpa gambar untuk anak yang nakal, supaya tidurnya sepi tanpa mimpi.
Halaman 3
Malam Senin, Ole Lukoie datang ke kamar Hjalmar. "Selamat malam," bisiknya. Ia mengetuk dinding pelan-pelan. Ajaib! Bunga-bunga di pot mulai tumbuh besar, sampai kamar itu berubah menjadi taman yang harum dan hijau.
🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.
Unduh di Google PlayUnduh di App StoreHalaman 4
Malam Selasa, semua gambar di dinding menjadi hidup. Perahu di lukisan meluncur nyata. Hjalmar naik ke perahu itu, berlayar melewati kota-kota kecil. Ikan-ikan perak melompat di sisinya. "Wah, lautnya luas sekali!" seru Hjalmar riang.
Halaman 5
Malam Rabu, hujan turun deras. Ole Lukoie mengubah air hujan menjadi sungai di jendela. Sebuah kapal besar berlabuh di sana. "Naiklah," ajak Ole Lukoie. Kapal itu membawa Hjalmar melihat burung bangau yang terbang ke negeri hangat.
Halaman 6
Malam Kamis, ada pesta pernikahan dua boneka tikus di bawah lantai. Hjalmar dikecilkan agar bisa ikut. Ia duduk di kursi bidal jahit. Semua tikus menari berputar-putar. "Ini pesta terkecil yang pernah kulihat!" kata Hjalmar sambil tertawa.
Halaman 7
Malam Jumat, Ole Lukoie membawa Hjalmar ke istana mimpi. Huruf-huruf dari buku tulisnya berdiri berbaris. Huruf yang ditulis miring tampak lelah dan bongkok. "Latihlah kami baik-baik," pinta mereka. Hjalmar berjanji akan menulis lebih rapi.
Halaman 8
Malam Sabtu, Ole Lukoie sibuk membersihkan bintang-bintang. "Bintang harus digosok supaya terang," katanya sambil naik tangga langit. Hjalmar memegangi tangga itu dari bawah. Satu per satu bintang berkilau lagi di langit malam.
Halaman 9
Malam Minggu, Ole Lukoie bercerita tentang adiknya. "Namanya sama denganku," katanya. "Ia menunggangi kuda dan membawa cerita bagi mereka yang sudah lelah sekali." Hjalmar mendengarkan dengan tenang sambil menarik selimutnya.
Halaman 10
Malam ini Ole Lukoie berjalan ke kamarmu juga. Payungnya yang bergambar bunga sudah terbuka di atas tempat tidurmu. Tariklah selimut sampai ke dagu. Mimpi indah sudah menunggu di baliknya. Selamat malam, dan sampai jumpa dalam mimpi.
Ole Lukoie adalah tokoh khas Denmark: si penabur mimpi yang dikenal anak-anak negeri itu lewat dongeng Hans Christian Andersen. Namanya pun bermakna: dalam bahasa Denmark "lukøje" kira-kira berarti "si penutup mata" — dialah yang datang saat mata anak mulai berat.
Dongeng ini sebenarnya tujuh dongeng kecil: satu malam, satu mimpi — dari pesta tikus di bawah lantai sampai menggosok bintang di langit. Karena itu ia paling enak dibaca dicicil, satu malam satu bagian, seperti Hjalmar. Boleh juga dijadikan ritual: sesudah cerita, sebut satu hal menyenangkan hari ini sebagai "bekal mimpi".
Cocok untuk usia 4–8 tahun. Malam ketujuh dalam buku tua menyimpan makna yang lebih muram tentang saudara Ole — bagian untuk pembaca dewasa; versi kami membiarkannya tetap lembut: sang saudara "membawa cerita bagi yang sudah lelah sekali". Bahan ngobrol: mimpi apa yang paling ingin kamu pesan pada Ole malam ini?
Tidur yang tenang adalah hadiah setiap malam, dan mimpi indah datang pada hati yang tenang dan baik. Kebiasaan baik di siang hari membuat malam terasa nyaman.
Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.