Google PlayApp Store
Sampul cerita Ne' Baruakng Kulup: Asal Padi Dayak

Ne' Baruakng Kulup: Asal Padi Dayak

10 halaman3 menit 20 detikUsia 3–7
Buka di aplikasi
Halaman 1–2 diputar berurutan di sini; selebihnya di aplikasi.

Ceritanya

Ilustrasi halaman 1

Halaman 1

Dahulu kala, orang di bumi belum mengenal padi. Orang Dayak makan umbi hutan dan buah-buahan. Bila musim susah datang, umbi sulit dicari, dan anak-anak kampung sering tidur dengan perut yang belum kenyang.

Ilustrasi halaman 2

Halaman 2

Jauh di negeri atas langit, hidup orang-orang langit. Di sana padi tumbuh berlimpah, dan setiap hari mereka menanak nasi yang harum. Di negeri itu tinggal seorang anak yang lincah dan ramah, namanya Ne' Baruakng.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 3

Ne' Baruakng suka turun ke bumi lewat jembatan pelangi untuk bermain gasing dengan anak-anak kampung. Suatu siang, teman-temannya makan umbi rebus. “Di rumahmu makan apa?” tanya mereka. “Nasi,” jawabnya. “Apa itu nasi?”

🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.

Unduh di Google PlayUnduh di App Store
Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 4

Ne' Baruakng tertegun. Teman-temannya belum pernah merasakan nasi! Ia pulang dan bertanya kepada para tetua langit, “Bolehkah kubawa benih padi untuk orang bumi?” Para tetua menggeleng. “Tidak boleh. Padi hanya untuk negeri langit.”

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 5

Hati Ne' Baruakng tidak tenang. Ia teringat perut teman-temannya yang lapar. Maka diam-diam ia menyelipkan beberapa butir benih padi ke dalam gelung rambutnya, lalu menuruni jembatan pelangi untuk terakhir kalinya.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 6

Sampai di bumi, ia mengeluarkan benih itu. “Ini padi. Mari kutunjukkan cara menanamnya.” Mereka membuka ladang kecil, melubangi tanah dengan tugal, tongkat penanam benih, lalu menaruh butir padi satu-satu sambil bernyanyi.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 7

Musim berganti, dan ladang itu menguning keemasan. Padi pertama di bumi dituai, ditumbuk, lalu ditanak. Harum nasi memenuhi kampung. “Harum sekali! Jadi ini nasi!” seru anak-anak, makan sampai kenyang sambil tertawa-tawa.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 8

Para tetua langit memandang ke bawah. Mereka melihat anak-anak bumi makan sambil berbagi dengan rukun. Hati mereka pun luluh. “Biarlah,” kata mereka. “Tetapi Baruakng, tinggallah di bumi, dan jagalah padi itu baik-baik.”

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 9

Ne' Baruakng menetap di bumi dan mengajari kampung demi kampung menanam padi. Setiap musim panen, orang Dayak bergembira, bermain gasing, dan menyebut namanya. “Terima kasih, Ne' Baruakng!” seru anak-anak di ladang.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 10

Malam ini, bayangkan ladang padi yang menguning itu bergoyang pelan ditiup angin: shhh... shhh... seperti bumi yang sedang berdendang. Perutmu kenyang, hatimu tenang. Pejamkan mata, dan biarkan dendang itu menidurkanmu.

Tentang cerita ini

Ini salah satu cerita tua orang Dayak di Kalimantan Barat: dari mana datangnya padi. Ne' Baruakng, anak dari negeri atas langit, membawa benih padi kepada anak-anak bumi — begitu tradisi lisan Dayak menjelaskan mengapa nasi, yang sekarang ada di meja setiap hari, dahulu adalah hadiah yang sangat berharga.

Jejak ceritanya masih hidup di ladang: tugal, tongkat penanam benih, masih dipakai orang Dayak berladang, dan gasing yang dimainkan Ne' Baruakng masih diputar anak-anak Kalimantan sampai kini. Setiap usai panen, kampung-kampung Dayak menggelar pesta syukur panen yang ramai — saat yang tepat menceritakan kisah ini.

Cocok untuk usia 4–8 tahun. Ne' Baruakng melanggar larangan demi teman-temannya yang lapar, dan para tetua akhirnya luluh — dilema yang menarik untuk diobrolkan: ia berbagi, tetapi harus meninggalkan rumahnya di langit. Tanyakan juga hal sederhana: dari mana ya nasi di piring kita datang?

Untuk orang tua

Pesan moral

Kebaikan yang dibagikan akan tumbuh dan berbuah seperti benih padi.

Pertanyaan untuk ngobrol

  1. Apa yang dimakan orang bumi sebelum mengenal padi?
  2. Mengapa Ne' Baruakng membawa benih padi secara diam-diam?
  3. Bagaimana cara menanam padi yang diajarkan Ne' Baruakng?
  4. Mengapa hati para tetua langit akhirnya luluh?
  5. Makanan apa yang paling ingin kamu bagikan kepada temanmu?

Untuk kelas

umbitugalmenanakgelungdituailuluh

Cerita lain: Kalimantan

Semua cerita →

Dengarkan semuanya di aplikasi

Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.