Google PlayApp Store
Sampul cerita Mengapa Kasuari Tidak Bisa Terbang

Mengapa Kasuari Tidak Bisa Terbang

10 halaman3 menit 22 detikUsia 3–7
Buka di aplikasi
Halaman 1–2 diputar berurutan di sini; selebihnya di aplikasi.

Ceritanya

Ilustrasi halaman 1

Halaman 1

Di hutan Papua hiduplah burung kasuari. Badannya besar. Kakinya kuat. Tetapi ia tidak bisa terbang. Anehnya, dahulu kala kasuari justru punya sayap yang paling lebar di seluruh hutan. Mau tahu ceritanya?

Ilustrasi halaman 2

Halaman 2

Dahulu, burung kasuari sombong sekali. Dengan sayap lebarnya, ia terbang paling tinggi dan paling cepat. Ia memetik buah-buah terbaik sebelum burung lain datang. “Hutan ini milikku!” serunya dari puncak pohon.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 3

Kasuari juga serakah. Buah yang tidak habis dimakan ia sembunyikan di bawah sayapnya yang lebar. Burung-burung kecil sering kelaparan. “Kasuari, bagilah sedikit,” pinta mereka. “Cari sendiri!” jawab kasuari dengan angkuh.

🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.

Unduh di Google PlayUnduh di App Store
Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 4

Burung-burung pun berkumpul: kakatua, mambruk, nuri, sampai burung pipit yang paling kecil. “Kita adakan lomba terbang,” usul pipit. “Siapa yang menang, dialah yang mengatur pembagian buah di hutan.” Semua setuju.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 5

“Melawan kalian? Mudah sekali!” ejek kasuari. Ia bahkan tidur-tiduran sebelum lomba. Sementara itu, pipit kecil berlatih terbang berputar-putar di sela dahan: ke kiri, ke kanan, naik, turun, ringan seperti daun.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 6

Lomba dimulai! Wusss! Kasuari melesat seperti angin ribut. Ia menoleh ke belakang sambil tertawa, “Dadah, kecil-kecil!” Karena tidak melihat ke depan... BRUK! Ia menabrak dahan-dahan besar dan jatuh berguling-guling ke tanah.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 7

Sayap kasuari patah dan menjadi kecil. Bulu-bulunya rontok berhamburan. Sementara itu pipit terbang lincah berkelok-kelok di antara pepohonan dan sampai lebih dulu. “Pipit menang!” sorak burung-burung.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 8

Kasuari tertunduk malu. “Selama ini aku sombong dan serakah,” katanya pelan. “Sekarang sayapku kecil. Aku tak bisa terbang lagi.” Pipit hinggap di dekatnya. “Tidak apa-apa, Kasuari. Di hutan ini semua punya tempat.”

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 9

Benar saja. Kaki kasuari tumbuh semakin kuat. Ia menjadi pelari tercepat di hutan Papua. Ia memakan buah yang jatuh, lalu biji-bijinya tersebar ke mana-mana dan tumbuh menjadi pohon baru. Kasuari menjadi penanam hutan yang rajin.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 10

Sejak itu kasuari tidak terbang, tetapi hutan menyayanginya. Nah, sekarang lipat sayapmu juga, anak burung. Berhentilah melompat-lompat di kasur. Pejamkan mata... dan biarkan mimpi yang terbang untukmu.

Tentang cerita ini

Ini dongeng "mengapa" dari hutan Papua — keluarga cerita yang menjelaskan asal-usul kebiasaan hewan. Kasuari memang burung khas hutan Papua dan sekitarnya: badannya besar, larinya cepat, dan ia sungguh tidak bisa terbang. Kisah lomba burung semacam ini dituturkan di berbagai daerah dengan tokoh dan akhir yang berbeda-beda.

Bagian paling nyata dari cerita ini justru penutupnya: kasuari benar-benar "penanam hutan". Ia memakan buah-buahan yang jatuh, biji-bijinya tersebar bersama kotorannya dan tumbuh menjadi pohon baru — kasuari dikenal sebagai salah satu penebar biji terpenting di hutan Papua. Tunjukkan fotonya pada anak: burung besar berleher biru yang gagah.

Cocok untuk usia 4–8 tahun. Dalam versi tua, kasuari dihukum karena sengaja mematahkan sayap burung lain; versi kami melunakkannya menjadi kisah si sombong yang jatuh sendiri. Bahan obrolan: kalimat pipit "di hutan ini semua punya tempat" — kelebihan setiap orang berbeda, dan kalah lomba bukan akhir segalanya.

Untuk orang tua

Pesan moral

Sombong dan serakah akhirnya merugikan diri sendiri.

Pertanyaan untuk ngobrol

  1. Seperti apa sayap kasuari pada zaman dahulu?
  2. Mengapa burung-burung mengadakan lomba terbang?
  3. Apa yang terjadi ketika kasuari menoleh ke belakang sambil terbang?
  4. Apa kelebihanmu yang bisa membantu teman-temanmu?

Untuk kelas

sombongserakahangkuhmambrukmelesatlincahrontok

Cerita lain: Maluku & Papua

Semua cerita →

Dengarkan semuanya di aplikasi

Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.