Identitas
- Kelompok usia: 4–6 tahun (TK A/B)
- Topik: Binatang di hutan · Subtopik: Setiap burung punya kelebihan
- Alokasi waktu: 60 menit (satu blok dalam hari belajar; bisa dibagi dua hari)
- Cerita: Mengapa Kasuari Tidak Bisa Terbang (cerita rakyat Maluku & Papua, 10 halaman, 3 menit)
- Dimensi profil lulusan: Kesehatan, Kewargaan, Kemandirian
Tujuan pembelajaran
- Anak menceritakan sayap kasuari dahulu (paling lebar) dan mengapa menjadi kecil (menabrak dahan).
- Anak berlari berkelok melewati rintangan sambil melihat ke depan.
- Anak membagikan «buah» kepada tiga teman saat bermain peran.
- Anak menyebutkan satu kelebihannya yang bisa membantu teman.
Alat dan bahan
- Cerita Mengapa Kasuari Tidak Bisa Terbang: pemutar «Putar di kelas» di laptop/proyektor, atau dibacakan guru.
- Kartu diskusi & kosakata (cetak 1 lembar untuk guru).
- Lembar mewarnai halaman 9 atau 4 (cetak sesuai jumlah anak).
- Kursi atau botol bekas sebagai dahan; bola kertas sebagai buah.
Pembukaan (10 menit)
- Salam, doa pembuka sesuai kebiasaan sekolah, absen.
- Pertanyaan pemantik: «Apa yang paling kamu bisa: lari cepat, menyanyi, menggambar? Pernah lihat burung yang tidak bisa terbang?»
- Tunjukkan gambar halaman 1: «Ini burung kasuari dari Papua. Lihat kakinya! Ia bisa terbang atau tidak?»
- Perkenalkan 3 kata: sombong, serakah, lincah.
Inti (40 menit)
- Memahami: Bacakan halaman 1–5. Berhenti di halaman 5, ketika kasuari tidur-tiduran dan pipit berlatih. Tanyakan: «Siapa yang akan menang lomba? Mengapa?»
- Memahami: Lanjutkan sampai halaman 10, lalu tanyakan: «Kasuari sekarang tidak bisa terbang, tetapi ia bisa apa?»
- Mengaplikasi: pilih 1–2 ragam main. (a) Terbang pipit, lari kasuari: susun botol atau kursi berkelok. Anak-anak «terbang» berkelok sambil melihat ke depan, lalu «lari kasuari» dengan langkah besar. Tanya: «Kalau menoleh ke belakang, apa yang terjadi?» (b) Bermain peran membagi buah: anak yang jadi kasuari menerima buah dari guru, lalu membagikannya kepada «kakatua», «nuri», dan «pipit»; tiap burung berkata «terima kasih». Sisa waktu: mewarnai halaman 9.
- Merefleksi: bahas kartu diskusi: «Seperti apa sayap kasuari pada zaman dahulu?», «Mengapa burung-burung mengadakan lomba terbang?», «Apa kelebihanmu yang bisa membantu teman-temanmu?»
Penutup (10 menit)
- Recalling: urutan cerita: sayap lebar, sombong, lomba, jatuh, kaki kuat, penanam hutan.
- Ulangi kata baru: sombong, serakah, lincah, angkuh, mambruk, melesat, rontok.
- Pesan untuk di rumah: dengarkan cerita lagi bersama orang tua (kode PR dari guru), lalu ceritakan apa kelebihanmu.
- Doa penutup dan salam.
Asesmen (observasi)
- Sayap dahulu dan sekarang: anak menyebutkan sayap lebar, lalu menjadi kecil.
- Melihat ke depan: anak melewati rintangan tanpa menabrak.
- Membagi buah: anak memberikan buah kepada tiga «burung».
- Kelebihan diri: anak menyebutkan satu kelebihannya.
- Dokumentasi: hasil karya (lembar mewarnai) / catatan anekdot.
Catatan untuk guru
- Untuk kelompok A (4 tahun): bacakan sampai halaman 8, satu ragam main (terbang pipit, lari kasuari), pertanyaan pertama dan terakhir saja.
- Kasuari jatuh (halaman 6–7) jangan ditertawakan. Tunjukkan halaman 8: pipit menghiburnya. Kata sombong dan serakah dipakai untuk perbuatan, bukan untuk menyebut anak.
- Kasuari adalah burung besar Papua, hampir setinggi orang dewasa, tidak bisa terbang, tetapi berlari kencang. Ia memakan buah jatuh dan menyebarkan bijinya, sehingga disebut penanam hutan. Mambruk adalah merpati bermahkota dari Papua.