Unduh di Google Play
Sampul cerita Asal Usul Burung Cendrawasih

Asal Usul Burung Cendrawasih

10 halaman1 menit 46 detikUsia 3–7
Buka di aplikasi
Halaman 1–2 diputar berurutan di sini; selebihnya di aplikasi.

Ceritanya

Ilustrasi halaman 1

Halaman 1

Di sebuah kampung di tanah Papua hiduplah seorang perempuan bernama Baria bersama anak sulungnya, Kweiya. Rumah mereka berdekatan dengan hutan yang lebat.

Ilustrasi halaman 2

Halaman 2

Kweiya anak yang rajin. Ia pandai menganyam noken, yaitu tas dari serat kulit kayu, dan selalu membantu ibunya bekerja di kebun.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 3

Kemudian ibunya menikah lagi dan Kweiya mempunyai dua adik tiri. Kweiya menyayangi mereka dan mengajari keduanya cara menganyam noken.

🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.

Unduh di Google Play
Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 4

Namun adik-adiknya tidak sabar dan tidak mau mengikuti petunjuk. Anyaman mereka berantakan. “Ini gara-gara Kakak! Kakak sengaja mengajari kami yang salah!” seru mereka.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 5

“Aku sudah menunjukkannya pelan-pelan,” kata Kweiya lirih. Tidak ada yang mau mendengarkannya. Dengan hati yang sedih ia masuk ke dalam rumah seorang diri.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 6

Di dalam rumah Kweiya memintal benang dari serat kayu. Dari benang itu ia membuat sepasang sayap yang indah dan memasangnya pada lengannya.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 7

Ketika ibunya memanggil, dari dalam rumah justru terdengar suara burung. Kweiya keluar dengan bulu keemasan dan ekor panjang yang berkilau.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 8

Ia terbang ke dahan pohon yang tinggi. “Kweiya, turunlah, Nak!” panggil Baria sambil menangis. Burung itu hanya memandangnya dari atas.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 9

“Maafkan kami, Kak!” seru adik-adiknya. Namun Kweiya tidak turun juga. Mereka membuat sayap dari serat kayu lalu menyusul kakaknya terbang ke dalam hutan.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 10

Sejak itu burung-burung berbulu indah menghuni hutan Papua. Orang menyebutnya burung cendrawasih, burung surga yang menjaga hutan.

Untuk orang tua

Pesan moral

Dengarkan orang yang sedang mengajari kita, dan segeralah meminta maaf. Penyesalan yang datang terlambat tidak dapat mengembalikan apa yang hilang.

Pertanyaan untuk ngobrol

  1. Apa yang diajarkan Kweiya kepada adik-adiknya?
  2. Mengapa Kweiya merasa sangat sedih?
  3. Apa yang dilakukan adik-adiknya setelah menyesal?
  4. Bagaimana caramu meminta maaf kalau membuat saudara sedih?
saling menghargaimeminta maafalam Papua

Dengarkan semuanya di aplikasi

Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.