Google PlayApp Store
Sampul cerita Nenek Luhu

Nenek Luhu

10 halaman3 menit 8 detikUsia 3–7
Buka di aplikasi
Halaman 1–2 diputar berurutan di sini; selebihnya di aplikasi.

Ceritanya

Ilustrasi halaman 1

Halaman 1

Dahulu di Pulau Seram ada negeri bernama Luhu. Di sana tinggal seorang putri yang lembut hatinya. Namanya Putri Luhu. Ia pandai bercerita dan sangat menyayangi anak-anak. Setiap sore anak-anak berkumpul di halamannya.

Ilustrasi halaman 2

Halaman 2

Pada suatu musim, badai besar melanda negeri itu. Rumah-rumah rusak dan penduduk berpindah ke tempat yang jauh. Putri Luhu ikut berlayar ke Pulau Ambon. Hatinya sedih karena rindu kepada keluarganya yang terpisah.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 3

Di Ambon, Putri Luhu tinggal di lereng bukit yang sejuk. Ia tetap menyayangi anak-anak. “Kemarilah, aku punya cerita,” katanya. Namun diam-diam ia sering memandang laut, mencari-cari arah kampung halamannya.

🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.

Unduh di Google PlayUnduh di App Store
Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 4

Pada suatu pagi yang aneh, hujan turun ketika matahari bersinar. Putri Luhu berjalan ke puncak bukit. Kabut tipis turun perlahan. Ketika kabut itu naik kembali, Putri Luhu tidak ada lagi. Ia hilang bersama kabut.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 5

Penduduk mencarinya ke mana-mana. “Putri! Di mana engkau?” panggil mereka. Yang terdengar hanya angin lembut di pucuk pohon. Orang-orang pun percaya: Putri Luhu telah menjadi penjaga yang tidak terlihat.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 6

Karena menjaga anak-anak seperti seorang nenek, ia pun disebut Nenek Luhu. Bila hujan turun saat matahari bersinar, orang Ambon berkata, “Nenek Luhu sedang lewat.” Ia berkeliling mencari anak-anak yang tersesat, seperti dahulu di Luhu.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 7

Pernah seorang anak bermain terlalu jauh sampai senja. Ia tertidur di bawah pohon pala. Malam itu penduduk mencarinya dengan obor. Anak itu ditemukan tidur nyenyak dan hangat, seperti ada yang menyelimutinya dengan kabut lembut.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 8

“Nenek Luhu yang menjaganya,” kata orang-orang lega. Sejak itu anak-anak Ambon selalu diingatkan, “Pulanglah sebelum gelap, supaya Nenek Luhu tidak perlu repot mencarimu.” Anak-anak pun menurut sambil tersenyum.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 9

Sampai sekarang, bila hujan panas turun, anak-anak Ambon memandang bukit yang berkabut. Mereka melambai. “Terima kasih, Nenek Luhu!” Nenek yang lembut itu tetap menjaga, walau tak terlihat mata.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 10

Malam ini kamu tidak perlu mencari jalan pulang. Kamu sudah di rumah, hangat di tempat tidurmu. Biarkan kabut tidur turun perlahan di matamu. Selamat tidur, mimpilah yang indah.

Tentang cerita ini

Nenek Luhu adalah salah satu tokoh cerita rakyat Ambon yang paling dikenal. Namanya berasal dari Luhu, negeri tua di Pulau Seram. Dalam tuturan orang Ambon, ia seorang putri dari Luhu yang berpindah ke Ambon lalu menghilang bersama kabut, dan sejak itu dipercaya berkeliling menjaga anak-anak yang tersesat.

Jangkar cerita ini bisa ditunjuk langsung di langit: bila hujan turun ketika matahari masih bersinar — "hujan panas" — orang Ambon berkata, "Nenek Luhu sedang lewat". Saat hujan panas berikutnya, ajak anak ke jendela dan ceritakan kembali kalimat itu; beginilah dongeng menempel pada cuaca sehari-hari.

Cocok untuk usia 4–8 tahun. Dalam banyak versi tua, Nenek Luhu dikisahkan lebih seram — sosok yang membawa anak-anak pergi; versi kami memilihnya sebagai penjaga lembut yang justru memulangkan anak. Bahan obrolan: mengapa penduduk berpesan "pulanglah sebelum gelap", dan siapa saja yang menjaga anak di rumah kalian.

Untuk orang tua

Pesan moral

Anak yang pulang sebelum gelap membuat orang yang menyayanginya tenang.

Pertanyaan untuk ngobrol

  1. Mengapa Putri Luhu pindah ke Pulau Ambon?
  2. Apa kata orang Ambon bila hujan turun saat matahari bersinar?
  3. Bagaimana Nenek Luhu menjaga anak yang tersesat?
  4. Mengapa penting pulang bermain sebelum gelap? Jam berapa kamu biasanya pulang?

Untuk kelas

kabutlerengtersesatsenjalegapucuk

Cerita lain: Maluku & Papua

Semua cerita →

Dengarkan semuanya di aplikasi

Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.