Google PlayApp Store
Sampul cerita Burung Bidadari dari Halmahera

Burung Bidadari dari Halmahera

10 halaman3 menit 10 detikUsia 3–7
Buka di aplikasi
Halaman 1–2 diputar berurutan di sini; selebihnya di aplikasi.

Ceritanya

Ilustrasi halaman 1

Halaman 1

Di Maluku Utara ada pulau besar bernama Halmahera. Hutannya lebat dan hijau. Pagi-pagi sekali, hutan itu bernyanyi. Burung-burung bersahutan menyambut matahari. Namun dahulu kala, ada yang lebih indah lagi di hutan itu.

Ilustrasi halaman 2

Halaman 2

Kata orang tua-tua, dahulu para bidadari, putri-putri dari langit, suka turun ke Halmahera saat fajar. Mereka menari di pucuk-pucuk pohon. Selendang mereka melambai seperti kabut tipis, dan hutan pun menjadi terang.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 3

Seekor burung kecil berbulu cokelat selalu menonton dari dahan. Ia tidak berani mendekat. Ia hanya memandang, lalu diam-diam menirukan tarian itu. Kaki kecilnya melompat, sayapnya terangkat, kepalanya bergoyang pelan.

🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.

Unduh di Google PlayUnduh di App Store
Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 4

Pada suatu fajar, bidadari tertua berkata, “Adik-adikku, langit memanggil kita pulang. Ini tarian kita yang terakhir di bumi.” Burung kecil itu mendengarnya. Hatinya sedih sekali. Siapa yang akan menari di hutan ini nanti?

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 5

Burung kecil itu memberanikan diri. Ia terbang ke hadapan para bidadari. “Jangan berhenti menari,” pintanya dengan suara kecil. “Nanti aku lupa. Nanti hutan lupa.” Para bidadari saling berpandangan, lalu tersenyum lembut.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 6

“Kamu sudah lama menonton kami,” kata bidadari tertua. “Sekarang menarilah.” Burung kecil itu menari sebisanya. Para bidadari bertepuk tangan. “Bagus! Mulai sekarang, kamulah penari hutan Halmahera.”

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 7

Bidadari tertua mengusap bulu burung itu dengan ujung selendangnya. Seketika bulunya berkilau. Di dadanya tumbuh warna hijau zamrud, dan di sayapnya muncul sepasang bulu putih panjang seperti selendang kecil.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 8

Para bidadari naik ke langit bersama cahaya pagi. Burung kecil itu tidak menangis. Ia terbang ke dahan tertinggi, lalu menari seperti yang dijanjikannya. Bulu putihnya melambai-lambai seperti selendang bidadari.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 9

Sampai sekarang, setiap fajar burung itu menari di pucuk pohon Halmahera. Orang yang melihatnya berbisik kagum, “Lihat, burung bidadari!” Begitulah burung cantik itu mendapatkan namanya.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 10

Fajar masih lama, jadi tidurlah dahulu. Biarkan mimpimu menari pelan-pelan seperti selendang di angin. Besok pagi, sambutlah matahari dengan riang seperti burung bidadari. Selamat tidur, penari kecil.

Tentang cerita ini

Burung bidadari benar-benar ada. Ia burung khas Maluku Utara yang hidup di hutan Halmahera dan sekitarnya, kerabat cendrawasih yang tinggal paling barat. Cerita kami menganyam dua hal: motif bidadari yang turun dari langit — motif yang dikenal di banyak daerah Nusantara — dan kebiasaan asli burung ini.

Kebiasaan itulah jangkarnya: burung bidadari jantan sungguh "menari" menjelang pagi. Mereka berkumpul di pucuk pohon, melompat, membentangkan sayap, dan memamerkan sepasang bulu putih panjang yang melambai seperti selendang kecil. Ajak anak menonton videonya — tariannya persis seperti dalam dongeng.

Cocok untuk usia 4–8 tahun. Cerita ini tidak diambil dari satu legenda baku, melainkan dikisahkan baru untuk menjelaskan nama si burung — nikmatilah sebagai dongeng pengantar berkenalan dengan satwa Indonesia. Bahan obrolan: si burung belajar lama dengan cara menonton, lalu memberanikan diri maju. Tanyakan pada anak, hal apa yang ia pelajari diam-diam sebelum berani mencoba.

Untuk orang tua

Pesan moral

Keindahan dan kebiasaan baik akan terus hidup bila ada yang setia melanjutkannya.

Pertanyaan untuk ngobrol

  1. Apa yang dilakukan para bidadari di hutan Halmahera setiap fajar?
  2. Mengapa burung kecil itu sedih?
  3. Hadiah apa yang diberikan bidadari kepada burung kecil?
  4. Tarian atau lagu apa yang paling kamu sukai? Coba peragakan besok pagi!

Untuk kelas

fajarselendangbersahutanzamruddahanmemberanikan

Cerita lain: Maluku & Papua

Semua cerita →

Dengarkan semuanya di aplikasi

Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.