Google PlayApp Store
Sampul cerita Meja Ajaib, Keledai Emas, dan Tongkat

Meja Ajaib, Keledai Emas, dan Tongkat

10 halaman3 menit 31 detikUsia 3–7
Buka di aplikasi
Halaman 1–2 diputar berurutan di sini; selebihnya di aplikasi.

Ceritanya

Ilustrasi halaman 1

Halaman 1

Seorang penjahit tua punya tiga anak laki-laki. Rumah mereka kecil dan periuk sering kosong. "Pergilah belajar bekerja," kata ayah. "Kalau sudah pandai, pulanglah." Ketiga kakak beradik itu berangkat ke tiga arah yang berbeda.

Ilustrasi halaman 2

Halaman 2

Anak sulung belajar pada tukang kayu. Setelah bertahun-tahun, gurunya memberi hadiah sebuah meja kecil. "Katakan saja: Meja, sajikan hidangan!" Dan benar, meja itu langsung penuh roti, sup, dan buah. Sulung pun pulang dengan bangga.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 3

Di jalan, ia menginap di sebuah penginapan. Malam itu ia memamerkan mejanya kepada para tamu. Pemilik penginapan mengintip dari balik pintu. Diam-diam, ia menukar meja ajaib itu dengan meja biasa yang mirip sekali.

🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.

Unduh di Google PlayUnduh di App Store
Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 4

Di rumah, sulung mengumpulkan tetangga. "Meja, sajikan hidangan!" serunya. Tapi meja itu diam saja. Tak ada roti, tak ada sup. Wajahnya memerah karena malu. Ayahnya menepuk bahunya. "Sudahlah, Nak. Kita makan bubur saja malam ini."

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 5

Anak kedua belajar pada tukang giling. Sebagai hadiah, gurunya memberi seekor keledai. "Bilang saja: Keledai, keluarkan!" Maka keping-keping emas berjatuhan dari mulut keledai itu. Anak kedua pun pulang dengan gembira.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 6

Ia menginap di penginapan yang sama. Pemilik penginapan melihat emas berkilau, lalu mengganti keledai itu dengan keledai biasa. Di rumah, anak kedua berseru, "Keledai, keluarkan!" Yang keluar hanya suara, hik-hok! Semua tetangga tertawa.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 7

Anak bungsu belajar pada tukang bubut. Gurunya memberi sebuah karung berisi tongkat kayu. "Kalau ada yang berbuat curang, bilang saja: Tongkat, keluar dari karung!" Bungsu sudah mendengar kabar tentang kedua kakaknya. Diam-diam ia menyiapkan rencana.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 8

Di penginapan itu, ia sengaja berkata keras, "Karungku ini paling ajaib sedunia!" lalu pura-pura tidur. Tengah malam, pemilik penginapan menyelinap ke arah karung itu. "Tongkat, keluar!" seru bungsu. Tongkat melompat dan menari mengejar si pemilik.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 9

"Ampun! Berhenti!" teriak pemilik penginapan sambil berputar-putar di halaman. "Kembalikan meja dan keledai kakakku," kata bungsu tenang. "Baik, ambil semuanya!" Tongkat pun kembali ke karung, dan pemilik penginapan berjanji tak akan mencuri lagi.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 10

Ketiga bersaudara pulang membawa meja, keledai, dan karung. Malam itu meja menyajikan hidangan, dan rumah kecil penuh tawa. Sang ayah duduk kekenyangan di kursinya. Perutmu juga sudah hangat, bukan? Pejamkan mata dan tidurlah nyenyak.

Tentang cerita ini

Dongeng tiga bersaudara ini datang dari Jerman, dari kumpulan Grimm. Di baliknya ada tradisi nyata para perajin Eropa: anak muda pergi bertahun-tahun magang pada seorang ahli, lalu pulang membawa keahlian — mirip tradisi merantau untuk belajar yang akrab di Indonesia.

Meja yang menyajikan hidangan, keledai emas, dan tongkat penjaga adalah tiga "ijazah" dari tiga guru. Ajak anak memperhatikan urutannya: dua kakak kecurian karena memamerkan hadiahnya, si bungsu menang karena mendengar kabar lebih dulu dan menyiapkan rencana. Kecerdikan di sini adalah buah dari belajar.

Cocok untuk usia 4–8 tahun. Di buku tua tongkat itu memukuli pemilik penginapan; di versi kami tongkat hanya menari mengejarnya sampai ia mengembalikan semua curiannya dan berjanji jera. Bahan ngobrol: barang curian tidak pernah membawa tenang — dan meja penuh hidangan paling nikmat kalau dinikmati beramai-ramai.

Untuk orang tua

Pesan moral

Kecurangan selalu ketahuan pada akhirnya, dan kecerdikan yang jujur mengembalikan apa yang hilang.

Pertanyaan untuk ngobrol

  1. Hadiah apa yang diterima setiap kakak beradik dari gurunya?
  2. Siapa yang mengambil meja dan keledai ajaib itu?
  3. Bagaimana anak bungsu membuat pemilik penginapan mengaku?
  4. Kalau kamu punya meja ajaib, hidangan apa yang akan kamu minta?
kejujurankecerdikankerja keras

Untuk kelas

periukmemamerkantukang gilingkarungmenyelinapcurang

Cerita lain: Grimm

Semua cerita →

Dengarkan semuanya di aplikasi

Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.