Google PlayApp Store
Sampul cerita Legenda Gunung Dafonsoro

Legenda Gunung Dafonsoro

10 halaman3 menit 17 detikUsia 3–7
Buka di aplikasi
Halaman 1–2 diputar berurutan di sini; selebihnya di aplikasi.

Ceritanya

Ilustrasi halaman 1

Halaman 1

Di belakang Danau Sentani berdiri pegunungan yang megah. Orang Sentani menyebutnya Gunung Dafonsoro. Puncaknya sering berselimut awan. Dari lerengnya mengalir sungai-sungai kecil yang jernih menuju danau.

Ilustrasi halaman 2

Halaman 2

Kata orang tua-tua, di puncak yang berawan itu tinggal seorang nenek penjaga gunung. Ia jarang terlihat. Kerjanya menyisir awan dengan jari-jarinya, lalu menyimpan air hujan di dalam lumut yang tebal seperti bantal hijau.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 3

Dari simpanan air itulah sungai-sungai mengalir. “Minumlah, anak-anak lembah,” bisik nenek dari puncak. Kebun-kebun menghijau, ikan-ikan gemuk, dan anak-anak Sentani mandi sepuasnya di air yang sejuk.

🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.

Unduh di Google PlayUnduh di App Store
Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 4

Namun pada suatu masa, orang-orang menjadi serakah. Mereka menebang pohon di lereng gunung terlalu banyak. Tebang, tebang, tebang! Tidak ada yang menanam kembali. Lereng gunung menjadi gundul dan cokelat.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 5

Perlahan-lahan, sungai-sungai berubah. Airnya keruh, lalu mengecil, lalu nyaris kering. Kebun-kebun layu. “Ada apa dengan gunung kita?” tanya penduduk cemas. Seorang anak memberanikan diri, “Aku akan naik dan mencari tahu.”

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 6

Anak itu mendaki sampai ke batas awan. Di sana ia melihat nenek penjaga duduk bersedih di antara tunggul-tunggul pohon. Lumutnya kering. “Lihatlah, Nak,” kata nenek lirih. “Pohon-pohon itu rambutku. Akarnya yang memegang airmu.”

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 7

“Tanpa pohon, hujan lewat begitu saja,” lanjut nenek. “Tidak ada yang menahannya untukmu.” Anak itu tertunduk. “Maafkan kami, Nek. Kami akan menanamnya kembali.” Nenek tersenyum, dan awan tipis turun menyelimuti mereka berdua.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 8

Anak itu pulang membawa pesan. Seluruh kampung bergotong royong menanam kembali pohon-pohon di lereng. “Tumbuhlah yang tinggi, ya!” kata anak-anak sambil menyiram tunas-tunas kecil. Musim berganti musim, dan lereng gunung pun menghijau kembali.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 9

Sungai-sungai mengalir jernih lagi ke Danau Sentani. Sampai sekarang orang Sentani menjaga hutan Dafonsoro baik-baik. Kata mereka, gunung itu seperti ibu yang memberi air kehidupan, asal anak-anaknya mau menjaga rambut hijaunya.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 10

Awan malam sudah turun ke puncak gunung, selimutmu juga sudah naik sampai ke dagu. Nenek penjaga menyisir awan, malam menyisir mimpimu. Semua air tenang, semua anak tenang. Pejamkan mata. Sampai pagi, ya.

Tentang cerita ini

Pegunungan di belakang Danau Sentani itu nyata: orang Sentani menyebutnya Dafonsoro, dan di peta ia dikenal sebagai Pegunungan Cyclops. Tuturan asli tentang penunggu gunung ini sulit dibawa utuh ke dongeng pengantar tidur, maka versi kami mengisahkan nenek penjaga air — cerita baru di atas gunung yang sungguhan.

Isi dongengnya justru ilmu bumi yang benar: hutan Dafonsoro adalah tandon air bagi Sentani dan Jayapura. Akar pohon dan lumutnya menahan hujan, lalu melepaskannya pelan-pelan menjadi sungai-sungai yang mengalir ke danau dan ke rumah-rumah. Karena itulah hutan di sana dijaga sebagai kawasan lindung.

Cocok untuk usia 4–8 tahun. Bahan obrolan: kalimat nenek "pohon-pohon itu rambutku, akarnya yang memegang airmu" — dari mana air di rumah kalian berasal? Ajak anak menelusuri jawabannya, lalu bicarakan hal kecil yang bisa keluarga lakukan: menghemat air, menanam pohon, menjaga yang sudah tumbuh.

Untuk orang tua

Pesan moral

Hutan menjaga air dan kehidupan; siapa merawat alam akan dirawat kembali olehnya.

Pertanyaan untuk ngobrol

  1. Di mana nenek penjaga gunung menyimpan air hujan?
  2. Apa yang terjadi setelah pohon-pohon di lereng ditebang habis?
  3. Bagaimana penduduk memperbaiki kesalahan mereka?
  4. Pohon apa yang ingin kamu tanam? Di mana kamu mau menanamnya?

Untuk kelas

lerenglumutgundulkeruhtunggultunasgotong royong

Cerita lain: Maluku & Papua

Semua cerita →

Dengarkan semuanya di aplikasi

Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.