Google PlayApp Store
Sampul cerita Jaka Tarub dan Tujuh Bidadari

Jaka Tarub dan Tujuh Bidadari

9 halaman2 menit 42 detikUsia 3–7
Buka di aplikasi
Halaman 1–2 diputar berurutan di sini; selebihnya di aplikasi.

Ceritanya

Ilustrasi halaman 1

Halaman 1

Dahulu kala di sebuah desa di Jawa Tengah hiduplah pemuda bernama Jaka Tarub. Ia gemar berburu ke hutan. Suatu sore ia mendengar suara tawa yang merdu dari arah telaga di tengah hutan yang sejuk.

Ilustrasi halaman 2

Halaman 2

Jaka Tarub mengintip dari balik pohon. Tujuh bidadari sedang mandi di telaga yang jernih. Selendang mereka tergantung di ranting, warna-warninya berkilau indah seperti pelangi di sore hari.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 3

Jaka Tarub menyembunyikan satu selendang. Senja tiba; enam bidadari terbang ke langit. Satu tertinggal menangis di tepi telaga. “Tanpa selendang, aku tak bisa pulang,” kata Nawang Wulan. Jaka Tarub pura-pura tak tahu dan mengajaknya tinggal di desa.

🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.

Unduh di Google PlayUnduh di App Store
Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 4

Lama-kelamaan mereka saling menyayangi lalu menikah, dan dikaruniai anak perempuan bernama Nawang Sih. Anehnya, lumbung padi mereka tak pernah kosong. Nawang Wulan hanya berpesan, “Jangan pernah membuka tutup periuk saat aku menanak nasi.”

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 5

Suatu hari rasa penasaran Jaka Tarub menang. Ia membuka tutup periuk itu. Di dalamnya hanya ada setangkai padi! Sejak saat itu kesaktian Nawang Wulan hilang, dan padi di lumbung cepat berkurang.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 6

Ketika mengambil padi terakhir di lumbung, Nawang Wulan menemukan selendangnya tersembunyi di sana. Ia terdiam lama. “Jadi selama ini kau yang menyimpannya,” katanya pelan kepada Jaka Tarub.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 7

Jaka Tarub menunduk dan meminta maaf dengan sungguh-sungguh. Namun langit sudah memanggil. “Aku harus pulang,” kata Nawang Wulan lembut, “tapi aku akan selalu menjaga Nawang Sih dari atas sana.”

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 8

Nawang Wulan pun terbang tinggi hingga menjadi titik cahaya. Sejak itu, setiap bulan purnama, sinar lembut turun ke jendela rumah, dan Nawang Sih tertidur seperti didendangkan lagu dari langit.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 9

Jaka Tarub belajar menjadi jujur dan menepati janji. Malam ini bulan bersinar lembut di luar jendelamu juga. Pejamkan matamu, rasakan sinarnya yang tenang menjagamu, dan tidurlah nyenyak sampai pagi.

Tentang cerita ini

"Jaka Tarub" adalah versi Jawa dari keluarga cerita tujuh bidadari dan selendang yang tersebar luas di Nusantara — versi Minangkabau-nya, "Malin Deman", juga ada di aplikasi ini. Di Jawa kisah ini istimewa: dalam babad-babad lama, Jaka Tarub dan Nawang Wulan dirangkai ke dalam silsilah raja-raja Mataram — tokoh dongeng yang ikut hidup dalam sejarah.

Jangkar dunia nyatanya menggantung di langit: bulan. Nama Nawang Wulan memuat kata "wulan" — bulan dalam bahasa Jawa. Saat purnama, ajak anak memandang bulan sebelum tidur dan mengingat sinar lembut yang menjaga Nawang Sih di akhir cerita.

Cocok untuk usia 4–8 tahun. Dalam banyak versi lama, perpisahan Jaka Tarub dan Nawang Wulan lebih pahit dan tidak menyisakan apa-apa; versi kami menjaga benang cahaya antara ibu dan anak. Bahan ngobrol: semua bermula dari selendang yang disembunyikan dan tutup periuk yang dibuka — tentang kejujuran dan menepati janji, anak-anak biasanya punya banyak pendapat.

Untuk orang tua

Pesan moral

Jangan mengambil yang bukan milik kita, dan jagalah kepercayaan orang yang kita sayangi.

Pertanyaan untuk ngobrol

  1. Apa yang diambil Jaka Tarub di tepi telaga?
  2. Mengapa kesaktian Nawang Wulan bisa hilang?
  3. Bagaimana perasaan Nawang Wulan saat menemukan selendangnya di lumbung?
  4. Pernahkah kamu penasaran pada sesuatu yang dilarang? Apa yang sebaiknya kita lakukan?

Untuk kelas

selendangbidadarilumbungperiukpenasaranpurnama

Cerita lain: Jawa

Semua cerita →

Dengarkan semuanya di aplikasi

Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.