Google PlayApp Store
Sampul cerita Ciung Wanara

Ciung Wanara

10 halaman3 menit 10 detikUsia 3–7
Buka di aplikasi
Halaman 1–2 diputar berurutan di sini; selebihnya di aplikasi.

Ceritanya

Ilustrasi halaman 1

Halaman 1

Dahulu kala di Tanah Sunda berdirilah Kerajaan Galuh yang subur dan damai. Rajanya tua dan bijaksana, dan telah memiliki seorang putra bernama Hariang Banga. Ketika seorang putra kecil lahir lagi di istana, seluruh negeri bersuka cita.

Ilustrasi halaman 2

Halaman 2

Namun ada seorang permaisuri yang iri hati. Diam-diam ia menaruh bayi itu di dalam keranjang bersama sebutir telur ayam, lalu menghanyutkannya ke sungai. Keranjang itu terapung pelan mengikuti arus.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 3

Di tepi sungai tinggal sepasang kakek dan nenek, Aki dan Nini Balangantrang. Mereka menemukan keranjang itu tersangkut di akar pohon. “Lihat, seorang bayi!” Mereka merawatnya dengan penuh kasih sayang.

🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.

Unduh di Google PlayUnduh di App Store
Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 4

Anak itu tumbuh menjadi pemuda yang kuat dan baik hati. Telur dari keranjang menetas menjadi seekor ayam jantan yang gagah dan setia. Ke mana pun pemuda itu pergi, ayam itu berjalan di sampingnya.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 5

Suatu hari di hutan ia melihat burung ciung bernyanyi dan seekor wanara — monyet hutan — berayun di dahan. “Aku tahu! Namaku Ciung Wanara!” katanya gembira. Ia pulang dan menceritakan nama barunya kepada Aki dan Nini.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 6

Aki lalu bercerita tentang keranjang dan kain kerajaan di dalamnya. “Kalau begitu, aku akan ke Galuh mencari keluargaku,” kata Ciung Wanara. Saat itu raja sedang mengadakan lomba ayam jantan, dan ia mendaftar bersama ayam kesayangannya.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 7

Ayam raja besar dan terkenal kuat. Namun ayam Ciung Wanara gesit sekali. Ia menari, berkelit, dan melompat ringan sampai ayam raja kelelahan lalu menunduk hormat. Penonton bersorak kagum.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 8

Raja memanggil pemuda itu. “Siapa engkau, anak muda?” Ciung Wanara menunjukkan kain dari keranjangnya. Raja terkejut dan berkaca-kaca. “Kain ini milik istana. Engkau... putraku yang hilang!”

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 9

Permaisuri yang dulu iri mengakui perbuatannya sambil menunduk malu, dan Ciung Wanara memaafkannya. Ia berjumpa kakaknya, Hariang Banga. Kedua bersaudara itu lalu memimpin negeri berdampingan dengan adil.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 10

Malam turun di Kerajaan Galuh. Ayam jantan yang setia tidur di tenggerannya, sungai mengalir tenang seperti dulu membawa keranjang kecil itu. Sekarang giliranmu memejamkan mata. Tidurlah dengan tenang.

Tentang cerita ini

"Ciung Wanara" adalah cerita Tanah Sunda dari lingkaran Kerajaan Galuh, kerajaan yang sungguh pernah berdiri di wilayah Ciamis sekarang. Cerita ini saudara kembar "Cindelaras" dari Jawa Timur — bayi yang disingkirkan karena iri, ayam jantan yang setia, dan lomba di depan raja. Dua daerah, satu keluarga cerita; seru membaca keduanya dan membandingkan.

Jangkar dunia nyatanya ada di Ciamis, Jawa Barat: Situs Karangkamulyan, kawasan purbakala rindang yang sejak dulu dikaitkan warga dengan legenda Ciung Wanara. Orang datang berjalan kaki di antara batu-batu tua sambil mendengar potongan-potongan kisahnya.

Cocok untuk usia 4–8 tahun. Dalam banyak versi lama, kedua bersaudara justru berperang dan sungai menjadi batas negeri mereka; versi kami memilih akhir ketika mereka memimpin berdampingan. Bahan ngobrol: Aki dan Nini menyayangi bayi yang bukan anak kandungnya — keluarga adalah orang-orang yang merawat kita. Juga soal iri hati sang permaisuri, dan beratnya mengakui kesalahan.

Untuk orang tua

Pesan moral

Kebenaran selalu menemukan jalannya, dan hati yang mau memaafkan membuat keluarga menjadi utuh.

Pertanyaan untuk ngobrol

  1. Siapa yang menemukan bayi di dalam keranjang?
  2. Dari mana Ciung Wanara mendapatkan namanya?
  3. Bagaimana raja tahu bahwa Ciung Wanara adalah putranya?
  4. Mengapa Ciung Wanara mau memaafkan permaisuri yang iri?

Untuk kelas

keranjangwanaragesithanyuttenggeraniri

Cerita lain: Jawa

Semua cerita →

Dengarkan semuanya di aplikasi

Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.