Google PlayApp Store
Sampul cerita Burung Emas

Burung Emas

11 halaman3 menit 46 detikUsia 3–7
Buka di aplikasi
Halaman 1–2 diputar berurutan di sini; selebihnya di aplikasi.

Ceritanya

Ilustrasi halaman 1

Halaman 1

Seorang raja punya kebun apel emas. Setiap malam, satu apel hilang. Raja menyuruh ketiga putranya berjaga. Dua kakak tertidur di bawah pohon. Si bungsu bertahan sampai tengah malam, dan ia melihat seekor burung emas terbang membawa apel.

Ilustrasi halaman 2

Halaman 2

"Aku akan mencari burung itu," kata si bungsu. Di hutan, seekor rubah menghampirinya. "Aku bisa menunjukkan jalannya," kata rubah. "Tapi dengarkan nasihatku baik-baik." Si bungsu mengangguk. "Baiklah, Rubah, aku akan mendengarkan."

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 3

Rubah membawanya ke sebuah istana. "Burung emas ada di dalam sangkar kayu. Jangan pindahkan ke sangkar emas," pesannya. Di dalam, si bungsu melihat sangkar emas yang berkilau. "Sayang sekali burung seindah ini berada di sangkar kayu," pikirnya.

🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.

Unduh di Google PlayUnduh di App Store
Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 4

Begitu ia memindahkan burung itu, sangkar emas berdenting nyaring. Para penjaga datang berlari. "Ampun," kata si bungsu jujur. Raja istana itu berkata, "Kau boleh membawa burung ini, asal kau bawakan aku kuda emas dari kerajaan sebelah."

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 5

Rubah menunggunya di luar. "Sudah kubilang, kan?" katanya sambil menggeleng. "Ayo, naik ke punggungku." Mereka melesat secepat angin. "Di kandang nanti," pesan rubah, "pakailah pelana kulit, jangan pelana emas." Si bungsu berjanji akan ingat.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 6

Kuda emas itu sungguh megah. Tapi pelana emas di dinding terlalu indah untuk dilewatkan. Begitu ia menyentuhnya, lonceng berbunyi lagi! Raja kedua berkata, "Bawakan aku sang putri dari istana seberang, baru kuda ini jadi milikmu."

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 7

Rubah membantunya sekali lagi. Tapi gerbang istana putri dijaga ketat siang dan malam. Si bungsu menunggu sampai pagi, lalu menemui sang putri di taman dan berbicara dengan sopan. Putri itu setuju ikut. "Kau anak yang jujur," katanya.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 8

Dengan bantuan rubah yang cerdik, si bungsu berhasil membawa pulang ketiganya: burung emas, kuda emas, dan sang putri. Tapi di jalan pulang, kedua kakaknya melihatnya. "Adik kita akan mendapat semua pujian," bisik mereka dengan iri.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 9

Di lembah berbatu, kedua kakak merebut burung dan kuda emas itu, lalu menuntun sang putri pergi bersama mereka. "Diamlah di sini," kata mereka pada adiknya. Si bungsu tertinggal sendirian di antara batu-batu.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 10

Keesokan pagi rubah menemukannya. "Naiklah," katanya tenang. Di istana raja, burung emas tidak mau bernyanyi, kuda emas tidak mau melangkah, dan sang putri duduk diam tanpa sepatah kata pun.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 11

Begitu si bungsu masuk, burung bernyanyi dan kuda melangkah. "Dialah yang menolongku!" seru sang putri, dan ia tak mau berpisah lagi. Kedua kakak meminta maaf, dan rubah menghilang di tepi hutan. Burung emas bersiul pelan di jendela. Tidurlah.

Tentang cerita ini

Burung Emas adalah dongeng pengembaraan dari Jerman. Grimm bersaudara — Jacob dan Wilhelm — adalah ilmuwan sungguhan: mereka mencatat dongeng dari para pencerita rakyat, lalu menerbitkan kumpulan Kinder- und Hausmärchen pada 1812. Berkat kerja mereka, kisah seperti ini sampai kepada kita.

Warisan itu diakui dunia: naskah dongeng Grimm tercatat dalam daftar Memory of the World UNESCO — "ingatan dunia". Di kisah ini penunjuk jalannya seekor rubah bijak; ajak anak menghitung berapa kali si bungsu mengabaikan nasihatnya, dan apa akibat dari setiap godaan barang berkilau.

Cocok untuk usia 4–8 tahun. Di buku tua kedua kakak dihukum berat dan rubah menyimpan rahasia sihirnya sendiri; versi kami menutup kisah dengan permintaan maaf. Bahan ngobrol: nasihat baik kadang terdengar aneh — tapi rubah selalu benar. Tanyakan: kenapa sulit sekali memilih sangkar kayu daripada sangkar emas?

Untuk orang tua

Pesan moral

Dengarkan nasihat orang yang menolongmu, dan kejujuran akan membawamu pulang.

Pertanyaan untuk ngobrol

  1. Apa yang hilang dari kebun raja setiap malam?
  2. Nasihat apa saja yang dilanggar si bungsu?
  3. Bagaimana orang-orang tahu bahwa bukan kedua kakak yang membawa burung emas?
  4. Kalau ada yang memberimu nasihat penting, bagaimana caramu supaya tidak lupa?
mendengarkan nasihatkejujuraniri hati

Untuk kelas

berjagasangkarpelanagerbangirilembah

Cerita lain: Grimm

Semua cerita →

Dengarkan semuanya di aplikasi

Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.