Google PlayApp Store
Sampul cerita Asal Usul Burung Maleo

Asal Usul Burung Maleo

10 halaman2 menit 58 detikUsia 3–7
Buka di aplikasi
Halaman 1–2 diputar berurutan di sini; selebihnya di aplikasi.

Ceritanya

Ilustrasi halaman 1

Halaman 1

Di hutan Sulawesi, hiduplah sepasang burung maleo. Jambulnya hitam, dadanya putih bersih. Hari itu keduanya kebingungan. Telur pertama mereka akan segera lahir, dan telur maleo besarnya luar biasa!

Ilustrasi halaman 2

Halaman 2

“Telur sebesar itu, bagaimana mengeraminya?” keluh Ibu Maleo. Mereka mencoba duduk bergantian di sarang. Tapi angin gunung terlalu dingin, dan badan mereka terlalu kecil untuk telur sebesar itu.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 3

Mereka bertanya kepada Anoa, kerbau kecil penunggu hutan. Anoa mengunyah daun sambil berpikir. “Hmm. Di kaki gunung berapi ada padang pasir yang selalu hangat. Cobalah ke sana,” katanya.

🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.

Unduh di Google PlayUnduh di App Store
Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 4

Sepasang maleo terbang ke kaki gunung. Benar saja! Pasirnya hangat seperti pelukan. “Aduh, hangatnya pas sekali!” seru Ayah Maleo sambil menghentak-hentakkan kakinya di pasir.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 5

Dengan sopan mereka bertanya kepada bukit pasir itu. “Bukit yang baik, bolehkah kami menitipkan telur kami padamu?” Angin hangat berembus lembut, seperti jawaban: “Titipkanlah. Akan kujaga ia tetap hangat.”

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 6

Mereka menggali lubang yang dalam, meletakkan telur, lalu menutupnya rapi-rapi. Ayah Maleo yang cerdik membuat banyak lubang kosong di sekitarnya. “Supaya pencuri telur bingung!” katanya sambil terkekeh.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 7

Benar saja, datanglah biawak mengendus-endus. Ia menggali satu lubang: kosong. Lubang lain: kosong juga! “Uh, di mana telurnya?!” gerutunya. Akhirnya ia pergi dengan perut lapar dan hidung penuh pasir.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 8

Berminggu-minggu kemudian, pasir bergerak-gerak. Seekor anak maleo menyembul, mengibaskan sayapnya, dan langsung bisa terbang! “Ibu! Ayah! Lihat aku!” serunya dari dahan. Itulah hadiah dari pasir yang hangat.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 9

Sejak saat itu, semua burung maleo menitipkan telurnya pada pasir hangat di kaki gunung. Sebagai terima kasih, mereka menjaga hutan di sekelilingnya dan bernyanyi untuk bukit pasir setiap pagi.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 10

Malam ini, di bawah pasir yang hangat, telur-telur maleo tidur dengan nyaman. Selimutmu adalah pasir hangatmu sendiri. Berbaringlah yang nyaman, dan tidurlah senyenyak telur maleo.

Tentang cerita ini

Burung maleo hanya ada di Sulawesi, dan dongeng ini termasuk keluarga cerita asal-usul satwa: menjelaskan dengan cara ajaib kebiasaan nyata seekor burung. Tokoh penolongnya pun istimewa — anoa, kerbau kecil yang juga hanya hidup di Sulawesi.

Hampir semua keajaiban dalam cerita ini sungguhan: maleo benar-benar menanam telurnya di pasir yang dihangatkan panas bumi atau matahari, telurnya jauh lebih besar daripada telur ayam, dan anak maleo yang baru menetas langsung bisa terbang tanpa diajari. Maleo kini burung yang dilindungi, jadi ceritanya sekaligus pintu untuk bicara soal menjaga satwa langka.

Cocok untuk usia 4–8 tahun. Bahan obrolan: meminta tolong dengan sopan — sepasang maleo bertanya dulu kepada Anoa dan "berpamitan" kepada bukit pasir; dan menitipkan sesuatu yang berharga kepada yang bisa dipercaya. Sebelum tidur, biarkan anak menirukan telur maleo: bergelung hangat di bawah selimut sampai pagi.

Untuk orang tua

Pesan moral

Bila ada kesulitan, jangan malu bertanya dan meminta tolong dengan sopan.

Pertanyaan untuk ngobrol

  1. Mengapa sepasang maleo tidak bisa mengerami telurnya sendiri?
  2. Siapa yang memberi tahu mereka tentang pasir yang hangat?
  3. Untuk apa Ayah Maleo membuat banyak lubang kosong?
  4. Kalau kamu kesulitan, kepada siapa kamu suka meminta tolong?

Untuk kelas

jambulmengeramianoamenitipkanbiawakmenyembul

Cerita lain: Sulawesi

Semua cerita →

Dengarkan semuanya di aplikasi

Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.