Google PlayApp Store
Sampul cerita Asal Mula Padi di Toraja

Asal Mula Padi di Toraja

10 halaman3 menit 4 detikUsia 3–7
Buka di aplikasi
Halaman 1–2 diputar berurutan di sini; selebihnya di aplikasi.

Ceritanya

Ilustrasi halaman 1

Halaman 1

Dahulu, orang Toraja belum mengenal padi. Makanan mereka umbi-umbian dari hutan. Pada suatu tahun, musim kering datang lama sekali. Umbi makin sulit dicari, dan dapur-dapur mulai sepi asap.

Ilustrasi halaman 2

Halaman 2

Di sebuah kampung tinggal anak lelaki bernama Bua. Suatu siang, di jalan setapak, ia bertemu kakek asing yang kelelahan. “Nak... adakah sedikit makanan?” Bua hanya punya sepotong ubi bakar terakhir, bekalnya hari itu.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 3

Bua menatap ubinya, lalu menyerahkan semuanya. “Makanlah, Kek. Aku masih kuat sampai sore.” Kakek itu makan pelan-pelan, dan anehnya, matanya berkilau seperti ada bintang kecil di dalamnya.

🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.

Unduh di Google PlayUnduh di App Store
Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 4

Malamnya, kakek itu datang ke rumah Bua. Tubuhnya memancarkan cahaya selembut bulan. “Aku datang dari negeri atas awan,” katanya. “Kebaikanmu siang tadi pantas dibalas.” Ia mengulurkan kantong kulit kecil.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 5

Di dalamnya ada biji-biji kecil keemasan. “Ini benih padi. Tanamlah di lereng. Buat petak-petak bertingkat seperti tangga, supaya air hujan tidak lari. Dan satu pesan: benih ini harus selalu dibagi, jangan disimpan sendiri.”

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 6

Bua dan keluarganya bekerja keras memahat lereng menjadi petak-petak bertingkat. Tetangga tertawa, “Untuk apa tangga-tangga tanah itu?” Tapi ketika hujan turun dan petak-petak itu menghijau, mereka datang membantu.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 7

Musim panen pertama tiba. Bulir-bulir emas melambai ditiup angin. Ketika nasi pertama dimasak, wanginya memenuhi kampung. Bua mengundang semua orang makan bersama, sampai kenyang, sampai tertawa-tawa.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 8

Sesuai pesan, Bua membagikan benih ke kampung-kampung sebelah. Tahun demi tahun, lereng-lereng Toraja berubah menjadi tangga hijau keemasan yang berkilau indah setiap senja.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 9

Suatu malam, Bua bermimpi bertemu kakek bercahaya itu. Kakek tersenyum. “Kau menepati janjimu, Nak. Selama padi dibagi, ia tak akan habis.” Sejak itu, panen selalu dirayakan bersama-sama di seluruh Toraja.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 10

Di luar sana, angin malam meniup sawah pelan-pelan. Bulir-bulir padi mengangguk-angguk, seperti berkata: sudah waktunya tidur. Ikutlah mengangguk pelan... pelan... sampai matamu tertutup. Selamat tidur.

Tentang cerita ini

Orang Toraja di Sulawesi Selatan punya cerita tua tentang asal padi: dalam tradisi lama, padi dikisahkan sebagai pemberian dari negeri atas. Kami menuturkannya kembali secara ramah anak — lewat kakek bercahaya dari negeri atas awan yang membalas kebaikan seorang anak bernama Bua.

Jejak cerita ini terlihat di lereng-lereng Toraja sampai sekarang: sawah bertingkat seperti tangga memang cara orang gunung menahan air hujan, dan padi disimpan di alang, lumbung berukir indah yang berdiri berhadapan dengan rumah tongkonan. Panen pun di sana dirayakan bersama-sama, bukan sendiri-sendiri — persis pesan "benih harus dibagi".

Cocok untuk usia 4–8 tahun. Bahan obrolan: berbagi bekal terakhir — Bua memberi semua ubinya, bukan sisanya, dan itulah yang membuat kebaikannya berharga; juga tentang sabar menunggu hasil: dari benih sampai nasi butuh kerja panjang. Saat makan nasi besok, ajak anak mengingat: setiap butir pernah jadi "biji kecil keemasan" seperti milik Bua.

Untuk orang tua

Pesan moral

Kebaikan yang dibagikan tidak akan habis; ia justru tumbuh berlipat-lipat.

Pertanyaan untuk ngobrol

  1. Menurutmu, mengapa Bua memberikan ubi terakhirnya kepada kakek asing?
  2. Pesan apa yang diberikan kakek dari negeri atas awan bersama benih padi?
  3. Mengapa sawah di Toraja dibuat bertingkat-tingkat seperti tangga?
  4. Makanan apa yang paling ingin kamu bagi bersama teman-temanmu?

Untuk kelas

setapakbenihpetakmemahatbulirmenepati

Cerita lain: Sulawesi

Semua cerita →

Dengarkan semuanya di aplikasi

Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.