Google PlayApp Store
Sampul cerita Legenda Pulau Selayar

Legenda Pulau Selayar

10 halaman3 menit 7 detikUsia 3–7
Buka di aplikasi
Halaman 1–2 diputar berurutan di sini; selebihnya di aplikasi.

Ceritanya

Ilustrasi halaman 1

Halaman 1

Dahulu, laut di selatan Sulawesi ramai oleh perahu-perahu layar. Ada perahu pembawa garam, pembawa kelapa, pembawa cerita. Di salah satu perahu, ikut seorang anak bernama La Sinrang bersama kakeknya, sang nakhoda.

Ilustrasi halaman 2

Halaman 2

Suatu hari langit berubah gelap. Angin menderu, ombak meninggi. La Sinrang memegang tiang erat-erat. “Kek, kita bagaimana?” Kakeknya tenang memutar kemudi. “Kita cari tempat berteduh. Laut selalu menyediakan.”

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 3

Di tengah hujan, mereka melihat bayangan pulau yang tak ada di peta. Perahu masuk ke teluknya yang tenang. Ajaib — di dalam teluk, air hampir tak bergelombang. Badai lewat, mereka selamat.

🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.

Unduh di Google PlayUnduh di App Store
Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 4

Paginya mereka menjelajah. Ada mata air jernih, pohon-pohon kelapa, dan pantai pasir putih yang panjang. Beberapa keluarga nelayan tinggal di sana. Mereka menyambut dengan ikan bakar. “Singgahlah, jangan buru-buru!”

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 5

Kakek naik ke bukit dan memandang jauh. “Lihat, Sinrang,” katanya takjub. “Dari sini semua perahu terlihat jelas. Dan pulau ini memanjang... persis seperti sehelai layar yang terkembang!”

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 6

Malam itu mereka melihat kelip lampu perahu yang kemalaman di tengah laut. Kakek menyalakan api unggun besar di atas bukit. Perahu itu berbelok, mengikuti cahaya, dan berlabuh dengan selamat di teluk.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 7

Sejak itu makin banyak pelaut singgah: mengisi air, menukar barang, berbagi kabar. Kakek membuat aturan sederhana. “Setiap layar boleh singgah di sini. Dan setiap tamu membagi satu cerita.”

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 8

Para pelaut mulai menyebutnya pulau si layar, karena bentuknya dan karena semua layar berlabuh di sana. Lama-kelamaan sebutan itu melekat menjadi satu nama: Selayar. Nakhoda-nakhoda menggambarnya di peta mereka.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 9

La Sinrang tumbuh menjadi nakhoda seperti kakeknya. Ia hafal jalan pulang ke pulau itu dari segala arah. Dan tiap kali ada perahu kemalaman, api di bukit Selayar selalu menyala menuntunnya.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 10

Malam ini di Pulau Selayar, layar-layar sudah digulung dan perahu-perahu tertambat tenang. Gulunglah juga lelahmu hari ini. Berlabuhlah pelan-pelan di pelukan mimpi. Selamat tidur, pelaut kecil.

Tentang cerita ini

Pulau Selayar sungguh ada di selatan Sulawesi, memanjang di jalur pelayaran tua. Sejak dahulu pulau ini menjadi persinggahan perahu-perahu dagang — di sana bahkan tersimpan nekara perunggu kuno, saksi ramainya pelayaran masa lampau. Cerita asal namanya dari kata "layar" kami tuturkan sebagai dongeng, sebagaimana warga menuturkannya turun-temurun.

Untuk anak yang suka laut, Selayar punya jangkar nyata yang megah: tak jauh dari pulau itu terbentang Taka Bonerate, taman nasional laut berupa gugusan atol karang yang termasuk terbesar di dunia — pasir putih, laguna, dan ratusan jenis ikan karang. Melihat fotonya saja sudah seperti membuka buku dongeng.

Cocok untuk usia 4–8 tahun. Bahan obrolan: menolong sesama di perjalanan — api unggun di bukit yang menuntun perahu kemalaman; dan aturan indah sang kakek: setiap tamu membagi satu cerita. Aturan itu enak dipakai di rumah — sebelum tidur, minta anak "membayar" dengan satu cerita tentang harinya.

Untuk orang tua

Pesan moral

Tempat yang terbuka untuk menolong dan berbagi akan dikenang dan dicintai banyak orang.

Pertanyaan untuk ngobrol

  1. Bagaimana La Sinrang dan kakeknya menemukan pulau itu?
  2. Untuk apa kakek menyalakan api unggun besar di atas bukit?
  3. Dari mana asal nama Selayar dalam cerita ini?
  4. Kalau ada teman baru singgah di rumahmu, cerita apa yang ingin kamu bagikan?

Untuk kelas

menderuteluksinggahmenjelajahtakjubberlabuh

Cerita lain: Sulawesi

Semua cerita →

Dengarkan semuanya di aplikasi

Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.