Google PlayApp Store
Sampul cerita Kancil dan Semut-Semut Kecil

Kancil dan Semut-Semut Kecil

9 halaman3 menit 8 detikUsia 3–7
Buka di aplikasi
Halaman 1–2 diputar berurutan di sini; selebihnya di aplikasi.

Ceritanya

Ilustrasi halaman 1

Halaman 1

Di bawah pohon besar ada kerajaan kecil. Kerajaan semut! Ribuan semut bekerja setiap hari. Mereka mengangkat remah, membangun lorong, menyimpan makanan. Rajin sekali. Tapi tidak semua hewan menghargai mereka.

Ilustrasi halaman 2

Halaman 2

Harimau lewat sambil melangkahi barisan semut. "Huh, semut. Kecil begitu, apa gunanya?" katanya. "Hati-hati, Harimau," kata Kancil. "Yang kecil belum tentu tidak berguna." Harimau hanya mendengus. "Ah, kata siapa."

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 3

Suatu sore, semut-semut tiba-tiba sibuk sekali. Mereka berbaris naik ke tempat tinggi sambil menggendong telur-telurnya. "Ada apa, Semut?" tanya Kancil. "Hujan besar akan datang, Kancil! Kaki kami merasakannya. Lembah ini akan banjir!"

🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.

Unduh di Google PlayUnduh di App Store
Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 4

Kancil percaya pada sahabat kecilnya. Ia berlari keliling hutan. "Naik ke bukit, semuanya! Banjir akan datang! Semut yang memberi tahu!" Sebagian hewan langsung ikut. Tapi Harimau tertawa. "Percaya pada semut? Langit cerah begini!"

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 5

Malamnya, hujan turun seperti dituang dari langit. Air sungai naik dan meluap ke lembah. Untunglah hewan-hewan sudah berada di bukit, kering dan aman. Eh, tapi dari bawah terdengar suara. "Tolooong! Aku basah kuyuuup!" Itu Harimau!

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 6

Air makin naik. Gajah segera turun ke tepi banjir. "Naiklah ke punggungku, Harimau!" Dengan tubuh gemetar kedinginan, Harimau melompat ke punggung Gajah. Selamat! Ia diantar sampai ke bukit yang kering dan hangat.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 7

Di bukit, Harimau duduk menunduk. Bulunya basah semua. "Semut-semut kecil... kalian menyelamatkan seisi hutan," katanya pelan. "Dan aku yang besar ini malah tidak percaya. Maafkan aku." Semut-semut mengangguk ramah dari atas daun.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 8

Pagi harinya banjir surut. Matahari muncul, hutan berkilau basah. Harimau membantu semut membangun kembali lorong yang rusak. Dengan cakarnya yang besar, ia menggali parit agar air tidak masuk lagi. "Ternyata kita saling membutuhkan," katanya.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 9

Sore itu hutan sudah rapi kembali. Semut-semut tidur di lorongnya yang hangat, berdesakan seperti keluarga besar. Hujan sudah pergi, langit sudah tenang. Kamu juga, ya. Rebahkan badanmu pelan-pelan. Selamat tidur, sampai bertemu dalam mimpi.

Tentang cerita ini

Cerita semut kecil yang menyelamatkan seisi hutan mengikuti pola fabel yang dikenal di banyak budaya: makhluk paling kecil dan paling diremehkan justru tahu lebih dulu datangnya bahaya. Dalam seri kancil kami, cerita ini juga melanjutkan perjalanan Harimau — dari sombong dan tak percaya, sampai akhirnya belajar meminta maaf kepada yang paling kecil.

Jangkar nyatanya ada di halaman rumah: di Nusantara orang sejak lama percaya bahwa semut yang berpindah beramai-ramai sambil menggendong telurnya adalah pertanda hujan akan turun. Ajak anak mengamati barisan semut — ke mana mereka pergi, apa yang mereka bawa — seperti Kancil yang percaya pada sahabat kecilnya.

Cocok untuk usia 4–8 tahun. Harimau di sini tidak dihukum keras — hanya basah kuyup, lalu ditolong, dimaafkan, dan ikut memperbaiki lorong semut yang rusak. Obrolan: kenapa Harimau tidak mau percaya pada semut? Dan siapa "yang kecil" di sekitar kita yang suaranya patut didengar?

Untuk orang tua

Pesan moral

Jangan meremehkan yang kecil: setiap makhluk punya keistimewaan dan jasanya sendiri.

Pertanyaan untuk ngobrol

  1. Bagaimana semut-semut tahu banjir akan datang?
  2. Mengapa Harimau tidak mau percaya pada semut?
  3. Siapa yang menolong Harimau saat banjir?
  4. Apa yang dilakukan Harimau untuk menebus kesalahannya?
  5. Pernahkah kamu membantu walaupun kamu masih kecil? Apa yang kamu lakukan?

Untuk kelas

remahloronglembahbanjirmeluapsurutparit

Cerita lain: Si Kancil

Semua cerita →

Dengarkan semuanya di aplikasi

Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.