Google PlayApp Store
Sampul cerita Kancil dan Sarang Lebah

Kancil dan Sarang Lebah

9 halaman3 menit 10 detikUsia 3–7
Buka di aplikasi
Halaman 1–2 diputar berurutan di sini; selebihnya di aplikasi.

Ceritanya

Ilustrasi halaman 1

Halaman 1

Semalam angin bertiup kencang sekali. Paginya Kancil berjalan memeriksa hutan. Di bawah pohon besar, ia mendengar dengung sedih. Sebuah sarang lebah jatuh! Sarang itu tertindih dahan yang patah. "Aduh, kasihan sekali," bisik Kancil.

Ilustrasi halaman 2

Halaman 2

Ratu Lebah terbang lemah menghampiri Kancil. "Tolong kami, Kancil. Rumah kami tertindih dahan. Anak-anak lebah masih di dalam," katanya cemas. "Dahan itu terlalu berat bagi kami." Kancil mengangguk mantap. "Aku panggil bantuan!"

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 3

Kancil berlari memanggil Gajah. "Gajah! Ada keluarga lebah butuh pertolongan!" Gajah datang dengan langkah besar. Ia melingkarkan belalainya di dahan yang patah. "Pelan-pelan, ya," pesan Kancil. "Jangan sampai sarangnya terguncang."

🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.

Unduh di Google PlayUnduh di App Store
Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 4

Hup! Gajah mengangkat dahan itu dan menaruhnya jauh-jauh. Sarang lebah itu utuh! Dengung sedih berubah menjadi dengung lega. Tapi sarang tidak boleh dibiarkan di tanah, nanti kehujanan. "Kita gantung lagi di pohon," kata Kancil.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 5

Gajah mengangkat sarang dengan ujung belalainya, hati-hati sekali, seperti membawa mangkuk madu. Lalu ia menyangkutkannya di dahan rendah yang kokoh. Para lebah langsung memeriksa rumahnya. "Semua selamat!" seru Ratu Lebah gembira.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 6

"Terima kasih, Kancil! Terima kasih, Gajah!" kata Ratu Lebah. "Terimalah ini." Para lebah mengantar setetes besar madu di atas daun. Manisnya luar biasa! "Kalau kalian perlu bantuan, panggil saja kami," kata sang Ratu.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 7

Beberapa hari kemudian, Kancil pulang terlalu sore. Kabut turun menutupi jalan. Semua pohon terlihat sama! "Aduh, aku tersesat," gumam Kancil bingung. Tiba-tiba terdengar dengung lembut. Para lebah datang menjemputnya!

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 8

"Ikuti kami, Kancil!" Lebah-lebah terbang beriringan seperti barisan lampu kecil yang berdengung. Kancil mengikuti dari bawah. Benar saja, ia sampai di rumahnya dengan selamat! "Terima kasih, sahabat kecilku. Kebaikan memang selalu pulang."

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 9

Malam itu kabut berubah menjadi selimut yang lembut. Sarang lebah bergoyang pelan ditiup angin, seperti ayunan bayi. Kancil terlelap dengan hati hangat. Sekarang giliranmu terlelap. Selamat tidur, mimpi yang manis semanis madu.

Tentang cerita ini

Cerita sarang lebah ini ditulis baru untuk seri kami, tetapi ia berdiri di atas salah satu motif dongeng tertua di dunia: kebaikan kepada makhluk kecil yang kemudian berbalas. Dari fabel-fabel kuno sampai dongeng Nusantara, hewan kecil yang ditolong hampir selalu kembali di saat yang paling dibutuhkan — dan di sini para lebah datang menjemput Kancil yang tersesat di kabut.

Lebah madu sangat mudah dijadikan jangkar nyata: Indonesia punya tradisi panjang memanen madu hutan, dan botol madu ada di banyak dapur. Setetes madu di sendok bisa menjadi "properti" pembacaan yang manis. Ajak juga anak mengamati lebah di bunga dari jarak aman — mereka sibuk bekerja, persis seperti di cerita.

Cocok untuk usia 4–8 tahun. Perhatikan kalimat Kancil di akhir: kebaikan memang selalu pulang. Obrolan: pertolongan di cerita ini berantai — Kancil memanggil Gajah, Gajah mengangkat dahan, lebah membalas di malam berkabut. Siapa yang pernah menolongmu? Dan kamu mau menolong siapa besok?

Untuk orang tua

Pesan moral

Kebaikan sekecil apa pun akan kembali kepada kita, kadang tepat saat kita membutuhkannya.

Pertanyaan untuk ngobrol

  1. Apa yang terjadi pada sarang lebah setelah angin kencang?
  2. Bagaimana Kancil dan Gajah menolong keluarga lebah?
  3. Bagaimana para lebah membalas kebaikan Kancil?
  4. Pernahkah kamu dibantu seseorang saat kesulitan? Bagaimana rasanya?

Untuk kelas

dengungtertindihdahancemaskokohkabuttersesat

Cerita lain: Si Kancil

Semua cerita →

Dengarkan semuanya di aplikasi

Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.