

Halaman 1
Sore itu Kancil mendengar suara tangis. Di tepi telaga, Rusa Kecil berdiri gemetar. "Ada apa, Rusa Kecil?" tanya Kancil lembut. "Di... di dalam telaga ada monster!" bisik Rusa Kecil. "Ia meniru semua gerakanku!"

Halaman 2
Kancil mengintip ke telaga. Air sore itu tenang sekali, rata seperti kaca. "Coba tunjukkan monsternya," kata Kancil. Rusa Kecil mendekat takut-takut. Dari dalam air, seekor rusa kecil balas menatapnya! "Itu dia! Lihat! Ia melotot padaku!"
Halaman 3
"Kemarin aku marah padanya," lanjut Rusa Kecil. "Aku pasang muka galak, ia ikut galak! Kuhentakkan kaki, ia ikut menghentak! Ia pasti mau menantangku!" Kancil mengangguk-angguk sambil menahan senyum. Ia sudah tahu rahasianya.
🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.
Unduh di Google PlayUnduh di App StoreHalaman 4
"Hmm, coba sekarang tersenyum padanya," kata Kancil. "Tersenyum? Pada monster?" "Percayalah." Rusa Kecil menarik napas, lalu tersenyum sedikit. Rusa di dalam air... ikut tersenyum! "Lho?" Rusa Kecil terbelalak. "Ia tidak galak lagi!"
Halaman 5
"Sekarang lambaikan kakimu pelan-pelan." Rusa Kecil melambai. Rusa di air melambai juga, lembut sekali. "Kok ia jadi ramah?" Kancil tertawa kecil. "Karena itu bukan monster, sahabatku. Itu bayanganmu sendiri. Telaga ini seperti cermin."
Halaman 6
"Cermin air?" Rusa Kecil mendekat lagi. Ia memiringkan kepala, bayangan ikut miring. Ia melompat girang, bayangan ikut melompat. Ia tertawa sampai airnya beriak, dan bayangannya pecah menjadi kepingan cahaya. Seru sekali!
Halaman 7
"Dengar, ya," kata Kancil. "Tadi kamu galak, maka bayanganmu tampak galak. Kamu tersenyum, ia pun tersenyum. Banyak hal yang kelihatan menyeramkan ternyata tidak jahat, kalau kita berani memeriksanya dan menyapanya dengan ramah."
Halaman 8
Rusa Kecil mengangguk mantap. "Besok aku mau menyapa bayanganku lagi. Ia kan... aku sendiri!" Mereka minum bersama di tepi telaga. Dua wajah di atas air, dua wajah di dalam air, semuanya tersenyum. Tidak ada monster. Tidak pernah ada.
Halaman 9
Matahari tenggelam. Telaga berubah warna emas, lalu perak, lalu gelap yang tenang. Bintang-bintang datang berkaca di air. Rusa Kecil pulang ke ibunya, Kancil ke sarangnya yang hangat. Tutup matamu sekarang. Tidur nyenyak, pemberani kecil.
Cerita ini ditulis untuk seri kami dan bermain dengan pantulan di air — masih satu keluarga dengan "Kancil dan Harimau di Sumur", tetapi arahnya dibalik: di sana pantulan dipakai menjinakkan si sombong, di sini pantulan malah menakut-nakuti si pemalu. Rusa Kecil yang gemetar adalah potret setiap anak yang pernah takut pada "monster" buatan pikirannya sendiri.
Ini salah satu cerita yang paling mudah dihidupkan di rumah: cukup baskom berisi air yang tenang, atau cermin. Ulangi bersama percobaan Kancil — pasang muka galak, lalu tersenyum, lalu melambai pelan-pelan — dan biarkan anak menemukan sendiri bahwa "monster" itu selalu mengikuti dirinya.
Cocok untuk usia 4–8 tahun, terutama untuk anak yang sedang punya ketakutan malam. Kuncinya ada di kalimat Kancil: banyak hal yang kelihatan menyeramkan ternyata tidak jahat kalau kita berani memeriksanya. Obrolan: apa "monstermu"? Ayo kita periksa bersama — pelan-pelan, sambil tersenyum.
Periksa dulu sebelum takut: banyak hal yang tampak menyeramkan ternyata tidak nyata.
Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.