Google PlayApp Store
Sampul cerita Asal Usul Nama Ambon

Asal Usul Nama Ambon

9 halaman3 menit 1 detikUsia 3–7
Buka di aplikasi
Halaman 1–2 diputar berurutan di sini; selebihnya di aplikasi.

Ceritanya

Ilustrasi halaman 1

Halaman 1

Dahulu kala, serombongan nelayan berlayar dari pulau besar. Mereka mengikuti kawanan ikan. Tiba-tiba angin bertiup kencang. Ombak naik turun. Perahu-perahu mereka terbawa jauh ke selatan, sampai mereka tak tahu lagi jalan pulang.

Ilustrasi halaman 2

Halaman 2

Semalaman mereka terapung-apung. Anak terkecil di perahu memeluk ayahnya. “Ayah, kita akan ke mana?” bisiknya. “Tenanglah, Nak,” jawab sang ayah. “Laut selalu menyimpan pulau yang baik untuk orang yang sabar.”

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 3

Benar saja. Ketika fajar tiba, kabut menipis. Di depan mereka muncul sebuah pulau yang hijau. Gunung-gunungnya tinggi, dan puncaknya berselimut putih lembut. “Lihat!” seru si kecil. “Gunungnya memakai selimut!”

🔒 Lanjutan cerita ini — gambar dan suaranya — ada di aplikasi Cerita Anak, bersama cerita-cerita lain tentang tokoh dan legenda Nusantara.

Unduh di Google PlayUnduh di App Store
Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 4

Selimut putih itu adalah embun tebal. Dalam bahasa mereka, embun disebut ombong. Setiap pagi, ombong turun menutupi puncak-puncak gunung pulau itu, lalu perlahan naik kembali ke langit ketika matahari meninggi.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 5

Para nelayan mendarat di teluk yang tenang. Mereka menemukan mata air yang sejuk, pohon sagu, dan pohon pala yang harum. “Tanah ini ramah,” kata sang ayah. “Embunnya menyiram bumi setiap pagi. Kita bisa tinggal di sini.”

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 6

Mereka pun membangun kampung di tepi teluk. Setiap pagi, si kecil berlari ke pantai dan menunjuk gunung. “Ombong! Ombong!” teriaknya riang. Lama-lama, semua orang menyebut pulau itu Pulau Ombong, pulau yang berselimut embun.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 7

Tahun demi tahun berlalu. Kampung kecil itu tumbuh menjadi negeri yang ramai. Kapal-kapal datang dan pergi dari pelabuhannya. Nama Ombong pun berubah pelan-pelan di lidah orang, menjadi Ambon.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 8

Sekarang Ambon dikenal sebagai kota yang manis. Orang menyebutnya Ambon Manise, artinya Ambon yang manis dan ramah. “Mari singgah, manise!” sapa penduduknya yang suka menyanyi. Gunung-gunungnya masih memakai selimut embun di pagi hari.

Gambar & suara ada di aplikasi

Halaman 9

Kalau kamu bangun pagi-pagi, lihatlah ke luar jendela. Mungkin ada kabut tipis yang lembut, seperti ombong di gunung Ambon. Sekarang giliranmu berselimut. Tariklah selimutmu sampai ke dagu. Hangat, ya? Pejamkan matamu. Selamat tidur, manise.

Tentang cerita ini

Ini cerita asal-usul nama dari Pulau Ambon di Maluku. Penjelasan yang paling sering dituturkan memang menghubungkan nama Ambon dengan kata "ombong", embun — kabut putih yang tiap pagi menyelimuti gunung-gunung pulau itu. Bingkai kisahnya, tentang rombongan nelayan tersesat yang menemukan pulau berselimut embun, kami susun sendiri untuk mengantar etimologi itu.

Jangkar yang mudah: sapaan "Ambon Manise", Ambon yang manis, sampai kini dipakai dengan bangga. Kota Ambon juga terkenal dengan tradisi menyanyinya dan dikenal luas sebagai kota musik. Dan embunnya bisa dicari di mana saja — ajak anak bangun pagi-pagi dan melihat kabut tipis di kejauhan.

Cocok untuk usia 4–8 tahun. Bahan obrolan: setiap nama menyimpan cerita. Mulai dari yang paling dekat — tanyakan apakah anak tahu arti atau kisah di balik namanya sendiri, lalu nama kampung atau kota kalian. Jangan lupa menirukan si kecil dalam cerita: "Ombong! Ombong!"

Untuk orang tua

Pesan moral

Kesabaran dalam kesulitan membawa kita ke tempat yang baik.

Pertanyaan untuk ngobrol

  1. Apa arti kata ombong?
  2. Mengapa para nelayan sampai ke pulau yang baru itu?
  3. Bagaimana pulau itu akhirnya bernama Ambon?
  4. Apa yang paling kamu sukai di pagi hari?

Untuk kelas

embunombongnelayanfajarkabutteluk

Cerita lain: Maluku & Papua

Semua cerita →

Dengarkan semuanya di aplikasi

Semua halaman bersuara, teks menyala mengikuti suara, bisa offline, tanpa iklan.